Nasabah WOM Stabat Kecewa, Pihak WOW Diduga Pakai Jasa Preman

Langkat, POL | Marsudi (57) warga Dusun Jawa Kulon Desa Jentera  Kecamatan Wampu Kabupaten Langkat merasa kecewa atas perlakuan pihak WOM Cabang Stabat. diduga WOM memakai jasa preman untuk menarik sepeda motor miliknya di jalan raya.

Demikian   Marsudi menceritakan kekecewaan nya kepada wartawan di Stabat Selasa sore (28/7/2020),  terkait penarikan sepeda motor jenis Vega Force BK 6251 PAW warna hitam merah miliknya yang dirampas oleh pihak mengaku dari WOM pada Selasa siang diseputaran jalan raya Ring Road Medan.

Sementara undang-undang mengatur setiap penyitaan barang harus melalui proses putusan Pengadilan,  dikarenakan masalah tersebut terkait perkara hutang piutang (perdata) dan bukan perkara pidana ucap Marsudi.

Bersama dengan rekannya sesama wartawan, Marsudi mendatangi kantor cabang WOW Stabat dijalan Proklamasi untuk klarifikasi dan ingin membayar tunggakan nya. Dikantor Cabang WOM dirinya bertemu dengan petugas adminitrasi seorang wanita.

Oleh petugas adminitrasi WOM, menjelaskan kalau pak Marsudi harus melunasi semua tunggakan ditambah dendanya serta ada biaya gudang senilai Rp 500.000 dan biaya Eksternal yaitu biaya upah penarikan barang yang nilainya akan dikonfirmasi kembali.

Hitung punya hitung kata Marsudi, uang yang harus disetor melebihi harga sepeda motor miliknya yang akan ditebus, akhirnya Marsudi mengurung kan niat untuk melunasi tunggakan nya dan pulang dengan rasa penuh kecewa.

“Kok ada pulak biaya sewa gudang dan biaya penarikan, sementara saya kesini berniat untuk melunasi sisa tunggakan, ucap nya pada wartawan.

Padahal ini zaman krisis, masyarakat hampir rata sangat sulit ekonominya diakibat kan Covid 19, seharusnya pihak leasing adalah sedikit musyawarah dan kekeluargaan, minimal kerumah saya bicara langsung ucap nya.

Seharusnya pihak WOW menghubungi saya terlebih dahulu, atau datang kerumah untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan. “Bukan tiba-tiba langsung menarik sepeda motornya dijalan raya,” kesal Marsudi.

Sementara, saat mau pengajuan kredit, pihak WOM berulang kali menghubungi saya dan datang kerumah saya merayu dirinya, dengan iming-iming segar agar dirinya bersedia untuk mengambil pinjaman dengan agunan BPKB sepeda motor milik saya, ucap nya.

Untuk itu dirinya berharap kepada aparat penegak hukum dalam hal ini pihak Kepolisian agar dapat membasmi premanisme yang bernaung dan mengatas namakan dari pihak leasing. (POL/by)

 

Berikan Komentar:
Exit mobile version