Labura, POL | sebanyak 4.000 (empat ribu) orang tenaga guru akan mendapatkan vaksin covid-19 dari Pemkab Labuhanbatu Utara.
Informasi ini disampaikan langsung Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kab Labuhanbatu Utara dr Mimi Andayani di ruang kerjanya pada Selasa (6/4/2021) kepada wartawan POL.
Tahap ke II Vaksinisasi Covid-19 akan berlangsung dalam waktu dekat ini ter khusus bagi para tenaga guru di Kab Labuhanbatu Utara baik Guru Swasta maupun Negeri sebanyak 4000 orang akan di vaksin.
Selanjutnya juru bicara Gugus Tugas ini menjelaskan kepada POL bahwa pihaknya saat ini masih menunggu kedatangan atas ketersediaan vaksin yang telah ditetapkan dari Pemerintah Pusat untuk masyarakat Kab Labuhanbatu Utara.
Adapun alasan jika vaksin ini tiba di Kab Labuhanbatu Utara dalam waktu dekat ini yang selanjutnya diperuntukkan khususnya kepada guru-guru terkait pencanangan Pemerintah terhadap proses belajar mengajar yang akan segera dilakukan dengan belajar tatap muka disekolah walaupun tetap melakukan Protokoler Kesehatan (Prokes) seperti, memakai masker, cuci tangan dan menjaga jarak pada tahun ajaran baru July 2021.
Selanjutnya dr Mimi Andayani sebagi juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Labuhanbatu Utara mengimbau kepada masyarakat agar selalu melaksanakan Prokes seperti tetap memakai masker jika berada di luar rumah, rajin mencuci tangan memakai sabun dan menghindari kerumunan, walaupun sebelum dan sesudah divaksin.
Dan juga diimbau bagi masyarakat yang merasa terganggu kesehatannya seperti mengalami flu, demam, batuk dan rasa penciuman tidak ada agar segera memeriksakan diri ke puskesmas maupun Rumah Sakit terdekat, agar segera dapat diketahui dan segera dilakukan pencegahannya dari dampak virus Covid-19″.\
“Terpapar Covid-19 bukan merupakan aib, terpapar Covid-19 masih bisa diobati dan masih dapat diputus mata rantainya agar tidak menular kepada warga lainnya asalkan cepat mendatangi puskesmas dan rumah sakit terdekat yang ditangani oleh para petugas kesehatan baik dokter dan perawat yang telah ditetapkan dan penanganannya secara gratis,” katanya.
Selanjutnya Mimi Andayani mengutarakan masih banyaknya tanggapan di kalangan masyarakat bahwa terhadap program kesehatan seperti rapid test antigen, swab jika dilakukan oleh pihak pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara melalui Dinas Kesehatan masih banyak ragu dan menolak sehingga tidak perduli.
Padahal tujuannya untuk mencegah klaster baru Covid-19 dan memutus mata rantai penularan Virus Covid-19 disekitar lingkungan masyarakat yang ada indikasi warga terpapar Covid-19.Hal ini sangat disayangkan karena tidak ada sedikitpun biaya yang dibebankan kepada masyarakat dalam pencegahan dan memutus mata rantai penyebaran Virus Covid-19.
Di akhir keterangannya Mimi menyampaikan msyarakat diminta bersabar dan menunggu arahan dari Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu Utara dalam program vaksin Covid-19 sesuai dengan tahapannya.
‘Pasti seluruh program vaksin Covid-19 akan dilaksanakan dalam 19 bulan sejak Pebruari 2021,” imbuhnya. (MH-POL)
