Bandung, POL | Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat (Jabar) memastikan seluruh satuan pendidikan tetap melaksanakan pembelajaran secara efektif pascaaksi demonstrasi yang terjadi di tingkat daerah maupun nasional. Instruksi ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor 20712/PK.03/SEKRE tentang Pelaksanaan Kegiatan Pembelajaran Efektif di Satuan Pendidikan.
SMAN 12 Bandung menjadi salah satu dari ratusan sekolah yang mengimplementasikan pembelajaran efektif pada Selasa (2/9/2025) ini.
“Alhamdulillah, pembelajaran di SMAN 12 Bandung berjalan aman dan kondusif. Anak-anak juga tidak ada yang ikut aksi di luar,” ujar Kepala SMAN 12 Bandung, Enok Nurjana.
Ia menambahkan, pihak sekolah bermitra dengan orang tua dan aparat keamanan setempat untuk memastikan siswa tetap terpantau dan aman, baik di sekolah maupun di rumah. “Ketika kemarin (Senin) pembelajaran dilaksanakan daring, kami memastikan guru-guru tetap mengajar melalui Zoom Meeting agar anak-anak benar-benar belajar,” jelasnya.
Ia menegaskan, sebagai pelajar, siswa dapat menyampaikan pendapat dan aspirasinya melalui ruang diskusi bersama guru di sekolah. “Di sekolah ada Bapak dan Ibu Guru. Di sini tempatnya menyampaikan aspirasi dan berdiskusi, belum waktunya ikut demo,” ungkapnya.
Hal ini sesuai dengan Surat Edaran (SE) Disdik Jabar memuat pedoman yang harus dilaksanakan satuan pendidikan, yaitu:
1. Memastikan kegiatan belajar mengajar berlangsung efektif, aman, tertib, dan kondusif.
2. Melakukan koordinasi dengan Cabang Dinas Pendidikan, pendamping satuan pendidikan, pemerintah daerah, serta aparat keamanan setempat untuk menyikapi perkembangan situasi terkini demi kelancaran pembelajaran.
3. Mengoptimalkan peran orang tua/wali dalam mendampingi dan mengawasi peserta didik agar tetap fokus dan disiplin mengikuti kegiatan belajar.
4. Jika terdapat potensi gangguan terhadap kelancaran pembelajaran, segera melaporkan kepada Kepala Cabang Dinas Pendidikan di wilayah kerja masing-masing.
5. Dengan terbitnya surat ini, seluruh surat dan/atau nota dinas sebelumnya terkait pelaksanaan pembelajaran dalam situasi aksi demonstrasi dinyatakan tidak berlaku.
Kata dia, kita ingin menjadikan setiap satuan pendidikan sebagai pusat peradaban dan pusat-pusat keunggulan. Hal ini dikatakan Kadisdik saat dilakukan Sosialisasi dan Pembekalan Tim Pengembang Kurikulum Pancawaluya di Aula Kihajar Dewantara Kantor Disdik Jabar, Kota Bandung.
“Pak Gubernur sering menyampaikan, kalau kita ingin mencari anak-anak yang mempunyai kepedulian terhadap lingkungan dan sosial yang tinggi, mempunyai karakter dan spiritualitas yang unggul, carilah anak-anak itu di sekolah-sekolah kita. Pak Gubernur ingin menjadikan sekolah-sekolah kita tumpuan harapan masyarakat dan masa depan Indonesia,” tutur Kadisdik di hadapan ratusan peserta yang terdiri dari guru, kepala sekolah, dan pengawas SMA/SMK/SLB se-Jabar.
Maka, lanjut Kadisdik, semua itu harus dirumuskan dalam tiga core value pendidikan yang berbasis pada kesadaran spiritual, sosial, dan lingkungan. “Jawa Barat harus memulai, jangan jadi provinsi yang tertinggal. Kita akan memulai pencapaian pembangunan di Jawa Barat dari Bapak/Ibu di kelas, dari mengorganisir sekolah dan diri kita,” ungkap Kadisdik.
Untuk itu, Kadisdik mendorong seluruh insan pendidikan di Jabar agar menguatkan tekad melakukan perubahan. “Keberhasilan transformasi (pendidikan) di Jawa Barat ini akan sangat bergantung pada niat dan kemauan Bapak/Ibu. Dimulai dari hari ini, kita akan terus membuat rumusan kebijakan, membuka ruang-ruang dialog, dan menjadi sebuah team learning untuk sama-sama menyelesaikan persoalan-persoalan di Jawa Barat,” tuturnya.
Kadisdik juga mengajak seluruh tenaga kependidikan untuk berkontribusi terhadap upaya penciptaan lingkungan sekolah yang baik guna membangun anak-anak berkarakter pancawaluya.
Sementara itu, salah satu peserta, Kepala SMA Negeri 1 Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Lina mengaku bersyukur bisa ikut serta dalam kegiatan tersebut. “Alhamdulillah, pada kesempatan ini kami diajak untuk menyamakan persepsi. Sehingga, kami mendapatkan arahan untuk bisa mencurahkan pembangunan pendidikan di Jawa Barat,” ungkapnya.
Ia berharap, seluruh tenaga kependidikan di Jawa Barat mampu men-support kesuksesan, cita-cita, dan visi Jawa Barat untuk membangun masyarakat yang bisa menjadi pemimpin yang lebih baik di masa depan.
Berkolaborasi dengan Self Learning Institute, kegiatan ini juga dihadiri seluruh pejabat struktural Disdik Jabar dan menghadirkan pemateri Kepala Prodi Magister Pendidikan Karakter UPI, Dr. Asep Dahliana serta Ahli Transformasi dan Design Thinking dari The Local Enabler, Dr. Dwi Purnomo.
Sementara itu, berbagai macam ikhtiar dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat (Jabar) dalam mewujudkan ekosistem pendidikan yang kuat yakni dimulai dari kekuatan ekosistem yang ada di tingkat satuan pendidikan. Jika seluruh satuan pendidikan mempunyai ekositem yang kuat.
“Upaya ini harus kita lakukan dengan berbagai cara. Kepala satuan pendidikan mempunyai tanggung jawab untuk memperkuat ekosistem pendidikannya melalui tata kelola layanan pembelajaran dan upaya pemberdayaan tenaga pendidik dan kependidikannya. Membuat struktur kurikulum yang kuat, kontekstual, layanan pembelajaran yang bisa diterima dengan baik oleh siswa serta menciptakan budaya sekolah yang baik,” tutur Kadisdik.
Gubernur Jaba Dedi Mulyana ingin mewujudkan pendidikan di Jawa Barat yang istimewa, salah satunya melalui upaya pemenuhan layanan dasar. Yakni, peningkatan aksesibilitas pendidikan mulai dari SD, SMP, SMA/SMK/SLB melalui pembukaan kesempatan bersekolah.
Upaya peningkatan aksesibilitas ini, tambahnya, terus dilakukan melalui pembangunan sarana prasarana, pemberian beasiswa, dan pembangunan unit-unit sekolah baru, ruang kelas baru, dan sebagainya.
“Untuk mewujudkan Jabar Istimewa, pada aspek lain adalah melalui upaya peningkatan mutu pendidikan. Salah satunya, meningkatkan kompetensi dan kualifikasi guru serta terus memberikan stimulasi terhadap upaya layanan pembelajaran yang baik,” ungkapnya.
Menurut Gubernur, anak-anak di Jawa Barat mempunyai kompetensi pendidikan karakter Gapura Pancawaluya yang cageur, bageur, bener, pinter tur singer. “Dimana, kompetensi ini selaras dengan kompetensi global yang kita sebut Inner Development Goals (IDGs). Yakni, melalui kompetensi being, thinking, relating, collaborating, and acting yang sama-sama sebagai upaya mewujudkan kualitas manusia yang unggul, istimewa, dan paripurna,” ujarnya.
Pada semester 2 tahun 2025 ini, akan terus memberikan stimulasi, menumbuhkan budaya-budaya generatif untuk tumbuh kembang anak. “Sehingga, anak-anak Jawa Barat bisa tumbuh menjadi generasi yang sehat badannya, sehat mentalnya, generasi yang deudeuhan, welasan, dan asihan, generasi yang mampu menempatkan dirinya pada kehidupan sosial,” ungkapnya.
Mereka, lanjutnya, tahu mana yang benar dan salah. Mampu menempatkan diri, berwawasan luas, memiliki struktur berpikir yang baik, mempunyai kemampuan memecahkan masalah serta mampu melakukan inovasi, reaktif, tanggap, dan mampu melakukan apa yang menjadi tanggung jawab sosialnya sebagai insan yang hidup di tengah-tengah masyarakat.
Anugerah Gapura Pancawaluya
Sebagai bentuk apresiasi kepada satuan pendidikan yang berhasil mengimplementasikan pendidikan karakter Pancawaluya, ungkap Kadisdik, pada semester ini Gubernur akan memberikan apresiasi “Anugerah Gapura Pancawaluya Tahun 2025” untuk jenjang pendidikan dasar, menengah, dan khusus.
“Anugerah Gapura Pancawaluya ini merupakan stimulasi, bentuk apresiasi bahwa terjadi pembangunan yang baik dan terjadi upaya penumbuhan kesadaran dari semua insan pendidikan. Semua pengambil keputusan di semua satuan pendidikan bersama-sama melakukan transformasi menuju perubahan,” terangnya.
Ada 9 hal yang akan dilihat dalam ruang lingkup apresiasi ini, yaitu:
1. Kebersihan lingkungan
2. Peningkatan mutu dan kompetensi guru
3. Pendidikan ekologi
4. Kreativitas dan inovasi siswa
5. Perilaku hidup bersih dan sehat dengan membawa bekal makanan dari rumah
6. Optimalisasi penggunaan kendaraan umum/berjalan kaki
7. Pengembangan ekstrakurikuler
8. Perilaku siswa di luar sekolah
9. Peningkatan pendidikan keagamaan
“Anugerah tersebut adalah sebuah komitmen kita untuk sama-sama bergerak dan sama-sama memiliki vibrasi bagi perubahan generasi di Jawa Barat menuju generasi Pancawaluya,” ucapnya. (Har/disk)







