• Redaksi
  • Hubungi Kami
Kamis, 14 Mei 2026
perjuanganonline.com
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
perjuanganonline.com
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Dinamika Global, Rupiah Terperosok ke Rp 14.309 per USD

Editor: Suganda
Senin, 6 Mei 2019
Kanal: Ekonomi

Editor:Suganda

Senin, 6 Mei 2019
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram

Jakarta, POL | Nilai tukar Rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta pada awal Ramadan melemah seiring koreksi mata uang Asia, Senin (6/5). Rupiah dibuka di level Rp 14.126 per USD, atau menguat dibanding penutupan perdagangan minggu lalu di Rp 14.265 per USD.

Melansir Bloomberg, Rupiah melemah tajam usai pembukaan ke level Rp 14.309, namun sempat stagnan dan kembali melemah tipis ke level Rp 14.331 per USD

Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia (BI), Nanang Hendarsah mengatakan, pelemahan Rupiah disebabkan oleh adanya dinamika global. Di mana The Fed atau bank sentral Amerika Serikat (AS) telah mengumumkan tidak akan menurunkan suku bunga acuannya di tahun ini.

“Memang dinamika global terus bergerak setelah Federal Open Market Committee (FOMC) diturunkan, Dolar memang menguat karena statement FOMC memberi sinyal bahwa The Fed tidak akan menaikkan atau turunkan suku bunga,” kata dia di Gedung BI, Jakarta, Senin (6/5).

Sementara itu, selama ini pasar memproyeksikan The Fed akan memangkas suku bunga acuannya di akhir tahun ini. “Pasar berekspektasi The Fed akan menurunkan suku bunga kebijakannya di akhir tahun ini, jadi ada perbedaan ekspektasi antara pasar dan chairman The Fed (Jerome Powell),” ujarnya.

Selain itu, adanya pernyataan dari presiden AS Donald Trump terkait perang dagang dengan China turut mempengaruhi pergerakan nilai tukar mata uang negara-negara di dunia.

“Ada ketidakpastian yang dipicu Presiden AS mengenai kesepakatan perdagangan AS- China di mana yang bersangkutan mengancam tarif pengenaan tarif dari 10 persen jadi 20 persen, ini jadi agak surprise bagi market tadinya ekspektasi Dolar melemah, dengan adanya statement seperti itu jadi terbalik,” ungkapnya.

Kendati demikian, Nanang menegaskan dampak yang timbul akibat dari adanya sebuah pernyataan bersifat tidak akan lama.

“Dinamika-dinamika seperti ini yang disebabkan oleh statement biasanya jangka pendek karena statement itu bisa berubah dalam waktu singkat berbalik arah. Jadi jangan dilihat sebagai sebuah faktor yang akan berpengaruh jangka panjang,” tutupnya.(Bloomberg)

Berikan Komentar:
Print Friendly, PDF & Email
Tags: Dinamika Globaldolar ASRupiah
Berita sebelumnya

Sitindaon: Demokrat tak Pernah Nyatakan Prabowo Menang 62%

Berita selanjutnya

Horeeee! THR PNS Cair 24 Mei 2019

TERBARU

Rico Waas Tegaskan Perang Melawan Judi Online di Acara “Gass Pol Tolak Judol” Komdigi

Kamis, 14 Mei 2026

Terima Dubes Australia, Rico Waas Buka Peluang Investasi dan Kerja Sama Pendidikan

Rabu, 13 Mei 2026

Gerak Cepat Rico Waas atasi Polemik Tunggakan SPP, Orang Tua Siswa: Sudah Clear, Biaya Ditanggung Pemko Medan

Rabu, 13 Mei 2026
perjuanganonline.com

  • Hubungi Kami
  • Redaksi
  • Sitemap
  • Pedoman Cyber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd