Porsea, POL | Guna mendukung pasokan bahan baku kayu, pihak manajemen PT. Toba Pulp Lestari Tbk menjalin kerja sama dengan masyarakat di wilayah konsesi.
Kerja sama dengan masyarakat merupakan komitmen saling menguntungkan antara petani dengan perusahaan. Juga dengan masyarakat penyedia lahan, pihak perusahaan mengelola dengan mitra perusahaan.
Seperti dikemukakan Edy Santo Panjaitan warga sosor ladang yang bermukim dengan warga masyarakat peserta PKR menceritakan kepada media ini di Sosor Ladang Parmaksian, Kamis (10/11/2022) menjelaskan bahwa program Perkebunan Rakyat ( PKR) kurang menguntungkan bagi masyarakat, karena lewat Program PKR panen satu kali 4 (empat) tahun dengan hasil produksi kayu sekitar 100 ton/ ha dengan harga sekitar Rp75.000/ton.
Kalau dihitung hasil kayu sekali panen dalam waktu 4 (empat) tahun ditaksir Rp. 7.500.000.- jadi kalau dihitung hasil lahan 1 ha/tahun sekitar Rp1.875.000, sebutnya.
Sedangkan pemerhati pertanian Desmon Manurung mengatakan, dari pada ikut program PKR, masyarakat justru lebih baik masyarakat mengelola lahannya sendiri, seperti menanam jagung ataupun menanam ubi kayu.
Desmon membuat kalkulasi biaya menanam jagung yang hasilnya jauh lebih menguntungkan petani dan bisa panen 2 (dua) kali setiap tahun dengan keuntungan sekitar Rp 20 juta per tahun.
Desmon menambahkan, mulai biaya pengolahan, biaya pengadaan bibit, biaya tenaga kerja, biaya pupuk dan pestisida sampai biaya panen ditaksir berbiaya Rp. 13.152.000 untuk 1 (satu) ha satu kali panen.
Jadi hasil produksi jagung kering 1 ( satu) ha sekitar 7.000 kg dengan asumsi harga jagung kering sekitar Rp3.100 atau sekitar Rp21.700.000. Hasil satu kali panen sekitar Rp 21.700.000 dikurang Rp. 13.152.000 hasilnya sekitar Rp. 8.548.000, satu kali panen. Sedangkan jagung bisa panen dua kali dalam satu tahun, jadi petani bisa mendapat keuntungan sekitar dua puluh juta setiap tahun.
Sedangkan lewat program PKR hanya mendapat sekitar dua juta rupiah per ha per tahun sebutnya.
Indra Sianipar, Humas PT. Toba Pulp Lestari tbk, ketika dikonfirmasi baru-baru ini belum bisa menjawab media ini. Melalui pesan whatsapp, Indra mengatakan belum ada waktu karena banyaknya kegiatan di sektor. “Belum ada kordinasi dengan pimpinan, mudah-mudahan minggu depan ada waktu”, sebut Indra. (POL/TB. 3)
