Medan, POL | PGRI Sumut berharap Walikota Medan mendatang adalah sosok yang peduli dengan pendidikan dan juga para pengajar.
Demikian diungkapakan Ketua PGRI Sumut Abdul Rahman Siregar baru-baru ini melalui salah satu media sosial WhatsApp (WA).
Rahman mengatakan, guru merupakan ujung tombak yang berperan besar untuk memajukan dunia pendidikan. Karenanya, Kota Medan saat ini membutuhkan sosok pemimpin yang benar-benar peduli terhadap pendidikan.
“Dalam hal ini bukan hanya orang yang peduli dengan sistem pembelajaran saja tapi juga peduli dengan para pengajar yang disebut guru,” kata Abdul Rahman Siregar.
.
Lanjut Rahman, disinyalir kalaupun para pemimpin dan ahli pendidikan mempunyai segudang sistem memperbaiki dan memajukan pendidikan kalau sang guru yang berhadapan langsung dengan siswa tidak kita perhatikan kesejahteraannya, apa masih bisa sistem belajar mengajar tersebut berjalan sesuai rencana?
Untuk itu PGRI merasa terpanggil mencari sosok ataupun figur pemimpin yang peduli terhadap pendidikan dan para guru. Seperti yang kita ketahui saat ini, cara Pembayaran Kesejah teraan Guru Honor di kota Medan terkesan sesuka hati saja.
Contoh pada tahun 2019 Kesejahteraan Guru Honor baru dibayarkan bulan Desember 2019 menjelang natal dan tahun baru, sedangkan untuk tahun 2020 kesejahteraan guru honor sudah 8 bulan belum juga dibayarkan Pemerintah Kota Medan.
“Apalagi bulan Agustus adalah bulan Kemerdekaan Indonesia yang sudah berusia 75 tahun. Bisa kita bayangkan gaji mereka belum dibayarkan, padahal gaji tersebut sangat dibutuhkan saat ini apalagi dalam keadaan Pandemi,” katanya.
.
PGRI mengajak Pemko dan Pemkab untuk belajar dari kebijakan Gubernur Sumatera Utara Lertnan Jenderal TNI Edi Rahmayadi yang membuat Regulasi tentang Pembayaran Guru Honor SMA dan SMK dari 6 bulan sekali menjadi setiap bulannya .
Hal ini telah di mulai sejak beliau memimpin Provinsi Sumatera .PGRI Sumatera utara sekali lagi meminta kepada Walikota dan Bupati untuk dapat mencontoh Provinsi Sumatera dengan baik agar kemajuan Pendidikan di Sumatera Utara untuk Sumut bermartabat dapat terwujud bukan isapan jempol semata.
“PGRI Sumut telah memiliki sosok seperti yang kita uraikan diatas yaitu kepada seorang anak muda yang mengalir dalam dirinya darah para pendidik yaitu yang di warisi oleh kakek beliau pernah menjabat sebagai kepala Dinas pendidikan di Sumatera Utara,” katanya.
Dengan tegas ketua PGRI Sumut Abdul Rahman Siregar mengatakan sosok tersebut adalah Bobby Afif Nasution .Bobby merupakan calon Walikota Medan yang mendapat dukungan dari banyak Partai antara lain PDI P, Gerindra , Golkarnana Nasdem dan P, katanyab AN .
Apalagi, kata dia, Bobby adalah cucunya seorang Guru dan Bobby Nasution pernah bersekolah di SD Muhammaddiyah 02 Pontianak sewaktu orang tua nya bertugas di sana dan salah seorang guru nya SD Muhammaddiyah tersebut yang bernama bapak Hatta Abdul Haji merupakan Pengurus PGRI di Kalimantan Barat.PGRI yakin dalam tubuh Boby mengalir darah Guru dan sosok yang peduli pendidikan.
PGRI Sumut ajak anggota PGRI dimanapun berada khususnya kota Medan , dalam Pilkada nanti. Para Guru perlu cerdas dan cermat dalam memilih pemimpin yaitu pemimpin yang mengalir dalam dirinya darah pendidik karena di yakini beliau pasti mempunyai rasa kepedulian terhadap pendidikan yang tinggi dan juga kepada para Guru. Rahman tegaskan Boby Afif Nasution merupakan keluarga besar Guru. (POL/LMEN)
•
•







