Labuhanbatu POL l Sudah 56 orang tenaga kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rantauprapat, Labuhanbatu, di-test Swab PCR. Test swab dilakukan sejak kemarin, karena adanya dokter, perekam medis dan perawat rumah sakit milik Pemkab Labuhanbatu itu terkonfirmasi positif SARS CoV-2.
“Hari ini 44 tenaga kesehatan yang kontak dengan dokter, perekam medis dan perawat yang terkonfirmasi positif Covid-19 di-test swab,” kata Humas RSUD Rantauprapat, Dony Simamora, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Kamis (10/9/2020).
Spesimen lendir orang-orang yang kontak dengan korban pandemi Covid-19 itu diambil untuk diperiksa di laboratorium, Medan. Pemeriksaan PCR swab menggunakan sampel lendir yang diambil dari dalam hidung maupun tenggorokan.
Dua area tersebut dipilih karena menjadi tempat virus menggandakan diri. Pemeriksaan ini dinilai lebih akurat, sebab virus corona akan menempel di bagian dalam hidung atau tenggorokan saat masuk ke dalam tubuh.
Dony berharap teman sejawatnya dan dokter dr CA SpPD KGH segera sembuh dari virus tersebut. Ia juga berharap tidak ada lagi yang positif, teman-temannya yang di-swab test.
“Sesuai data hasil tracking (pelacakan) dan tracing (penelusuran), siapa saja yang kontak dengan mereka (dokter, perawat dan perekam medis), di-swab test untuk memutus mata rantai penularan,” sebutnya.
Pihaknya juga berharap dukungan masyarakat dengan mematuhi protokol kesehatan, dorongan semangat dan doa untuk kesembuhan nakes RSUD Rantauprapat yang sedang berjuang untuk sembuh dari virus corona.
Direktur RSUD Rantauprapat, dr HM Safril RM Harahap, saat dikonfirmasi wartawan terkait tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19, menyebut pelayanan di rumah sakit itu tetap seperti biasa.
Safril Harahap menghimbau, kepada masyarakat yang berobat dan keluarga pasien yang datang membesuk, untuk mematuhi protokol kesehatan, menggunakan masker dan menjaga jarak untuk menghindari penularan, tertular atau menularkan. (POL/LB1)
