Toba, POL | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menindaklanjuti laporan dugaan korupsi pengadaan bibit Jagung Tahun 2021 pada Dinas Pertanian Toba.
Pada tahun 2021 Dinas pertanian Toba mengalokasikan anggaran sekitar Rp.6.042.330.000, untuk pengadaan bibit jagung P32 untuk dibagikan ke sejumlah kelompok tani di Toba.
Dianggap janggal dan tidak biasa anggaran sebesar tersebut tidak dilakukan proses tender sehingga pegiat anti korupsi melaporkan Bupati Toba ke Polda Sumatera Utara.
Adapun Dugaan Korupsi dan Penyalahgunaan Wewenang (Abuse Of Power), jo UU RI Nomor 20 Tahun 2021 tentang Tindak Pidana Korupsi yang dilakukan oleh Bupati Toba sehingga berpotensi merugikan keuangan Negara sekitar Rp.2.432.330.000, kata Ketua Lembaga Bantuan Hukum Laskar Merah Putih (LBH LMP) Kabupaten Toba Ir.Sahat Butarbutar.
Tadinya kasus ini sudah kami laporkan ke Polda Sumatera Utara, namun oleh Polda Sumatera Utara mengatakan kasus ini tidak lengkap, hingga kami mencari dan mendapatkan bukti baru sebut Sahat.
Adapun Kronologis Dugaan Tindak Pidana yang kami laporkan adalah Bupati Toba dan stafnya diduga keras telah melakukan Tindak Pidana Korupsi hingga merugikan keuangan Negara hampir Rp.2.5 Millyar pada pengadaan bibit Jagung Dinas Pertanian Toba pada Tahun 2021 sebut Sahat.
Namun oleh Polda Sumatera Utara menyatakan, kerugian Negara hanya Rp.8 juta, hingga Kapoldasu menghentikan perkara itu dengan mengeluarkan SP3. Dan oleh karena itu kami tidak merasa puas atas keputusan tersebut hingga kami melaporkannya ke KPK RI dan Kejagung RI sebut Sahat .
Tidak berselang lama setelah laporan dimasukkan ke Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) RI pada tanggal 27- 9- 2023 , siang ini , Sabtu 28 – 10 – 2023 , saya mendapat surat dari KPK RI untuk hadir dimintai keterangan /Di Periksa sebagai Saksi pada hari Kamis tanggal 2 – 11 – 2023 tempat Kantor KPK RI Jakarta.
Ini buktinya laporan kami telah lengkap dengan bukti bukti dan diproses, untuk itu membuat kami memiliki semangat yang tinggi untuk pemberantasan Korupsi di Kabupaten Toba khususnya dan Indonesia umumnya. Mohon do’a dari teman teman, agar semangat yang kami miliki tidak goyang, hingga proses hukum terhadap laporan kami ini berjalan dengan baik.
“Ini merupakan satu pintu untuk melaporkan dugaan korupsi yang lain di Kabupaten Toba, masih ada 6 ( enam) kasus besar yang saya pegang datanya,” sebut Sahat Butarbutar. (POL/Tb 3)
