Pagaran, POL | Meskipun lokasi sekolah berada di kampung,tapi wawasan dan mutu sekolah janganlah “Kampungan”.
Demikian motto yang diungkapkan Kepala SMKN 1 Pagaran Drs Josafat Pasaribu kepada Ketua Yayasan Parade Guru Taput Martua Situmorang bersama Korwil Harian Perjuangan Baru Tapanuli Raya Bindu Hutagalung saat melakukan kunjungan kerja ke SMKN 1 Pagaran baru baru ini.
Menurut Josafat, motto tersebut terpatri di hati sanubari dan dilakoni nya sejak ia dilantik menjadi Kepala SMKN 1 Pagaran Kabupaten Tapanuli Utata pada tahun 2015 yang lalu,.
SMKN 1 Pagaran yang terletak di Desa Dolok Saribu Kecamatan Pagaran berjarak 32 kilo meter dari kota Tarutung sebagai ibu kota Kabupaten Tapanuli Utara.
Josafat yang didampingi Operator Sekolah Palti Midian Lumbantoruan menjelaskan, SMKN 1 Pagaran terdiri dari 3 jurusan yakni Agribinis Tanaman Pangan dan Hortikultura, Agribisnis Ternak Unggas dan Teknik Komputer dan Jaringan terdiri dari 18 rombongan belajar dan mengasuh peserta didik sebanyak 446 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 150 orang kelas 12 seluruhnya lulus pada pengumuman, Sabtu tanggal 2 Mei 2020. Sedangkan jumlah guru PNS sebanyak 13 orang dan non PNS (honor) 23 orang, Pegawai PNS 1 orang dan non PNS 4 orang.
SMKN 1 Pagaran memiliki kebun percontohan diatas lahan sekitar 1 hektar yang di hibahkan salah seorang putra terbaik Desa setempat yang telah berhasil di perantauan bernama Laosma Purba.
Diatas lahan itulah SMKN 1 Pagaran membuat tanaman berupa cabai, tomat, terong. Dibagian ujung lahan dibuat kandang ayam petelur .Saat ini sebanyak 150 ekor ayam setiap hari memproduksi telur, dan akan ditingkatkan menjadi 500 ekor.
Saat berada di kebun cabe ,tomat dan terong yang siap panen,Josafat mengutarakan sekolah yang dipimpin nya menjual produksi pertanian dan peternakan. Jadi dari sejak proses awal, seluruh siswa semuanya dilibatkan.
Para siswa dibekali pelajaran, baik secara teori dan ptaktek sesuai dengan jurusan masing masing bagaiamana cara bertani dan beternak yang baik guna dilakoni setelah siswa tamat. Tentunya siswa dibekali dengan pengetahuan yang bermutu agar kelak siswa menjadi “siap pakai”,ujar Josafat.
Dalam membenahi SMKN 1 Pagaran,Josafat sejak bertugas disana membuat target.Tahun pertama dan kedua, Josafat melakukan tahap pembenahan,dan selanjutnya mengejar mutu. Dan tahun ketiga pada 2018, SMKN 1 Pagaran meraih juara 3 Lomba Ketrampilan Siswa (LKS) tingkat nasional. “Baik kepada guru dan siswa, saya sering katakan meskipun sekolah kita ini letak nya di kampung, asalkan jangan jadi kampungan” ujar Josafat memotivasi.
Pertama Dikunjung Gubsu
Dari 10 SMK Negeri yang ada di Kabupaten Tapanuli Utara (SMKN 1 Pagaran, SMKN 1 Sipoholon, SMKN 1 Siborongborong, SMKN 1 Pangaribuan, SMKN 1 Garoga, SMKN 1 Siatas Barita, SMKN 2 Siatas Barita, SMKN Losida, SMKN 1 Pahae Julu dan SMKN 1 Muara) ,namun sudah 3 tahun berturut turut SMKN 1 Pagaran selaku Admin untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara on line.
Josafat mantan Kepala SMKN 2 Siatas Barita ini pada tahun 2019 menyurati Gubsu Edy Rahmayadi untuk berkunjung ke SMKN 1 Pagaran. Ternyata, tepat nya tanggal 12 Juni 2019, Edy Rahmayadi beserta isteri, Kadis Diknas Sumut dan rombongan melakukan kunjungan kerja. Diantara 10 SMKN yang ada di Tapanuli Utara, yang pertama dikunjungi Gubsu Edy Rahmayadi adalah SMKN 1 Pagaran.
Ada 3 materi kegiatan saat kedatangan Gubsu, yakni Pentas Seni, panen perdana tanaman kentang dan semangka dan penyerahan secara hibah dari pemilik tanah Laosma Purba kepada pihak sekolah.
Ketika kunjungan kerja Gubsu Edy Rahmayadi, jenis tanaman yang dipanen adalah kentang dan semangka. “Luar biasa buah kentang dan semangka hasil panen perdana tersebut tergolong besar membuat Gubsu, isteri dan rombongan terkesima. Tentunya dalam mengelola tanaman pun butuh pengetahuan dan teknik yang bermutu”,ujar Josafat Pasaribu. (POL/BIN)







