• Redaksi
  • Hubungi Kami
Senin, 9 Februari 2026
perjuanganonline.com
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
perjuanganonline.com
No Result
View All Result
Home Berita

Puluhan Pengurus Wilayah DPD PKS Kabupaten/Kota Nyatakan Mundur

Editor: Paulina
Rabu, 17 Oktober 2018
Kanal: Berita, Politik

Editor:Paulina

Rabu, 17 Oktober 2018
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram

Medan, perjuanganonline | Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS resmi mencopot 8 dari 9 Pimpinan Wilayah PKS Sumut, pencopotan ini langsung disampaikan oleh Ketua DPP PKS Wilda Sumbagut, H.Tiffatul Sembiring, siang tadi (17/10/2018) di Hotel Madani Medan. Pencopotan ini juga dilanjutkan dengan pelantikan pimpinan PKS Sumut yang baru.

Dalam pernyataannya, Tiffatul Sembiring menyampaikan, bahwa pergantian ini merupakan dinamika yang wajar dalam mengkalkulasi komposisi yang tepat untuk menghadapi kompetisi pemilu legislatif 2019 mendatang.

Sementara itu, salah seorang kader PKS menilai pencopotan ini sangat tidak wajar, melabrak mekanisme organisasi dan patut diduga sebagai upaya pembersihan kader PKS yang dinilai berafiliasi dengan Anis Matta seperti yang sudah dilakukan DPP PKS dibeberapa wilayah, diantaranya Sulawesi, Bali dan Sumatera Selatan.

Ketua Umum DPW PKS Sumut yang telah dicopot, H.M. Hafez ketika dikonfirmasi terkait alasan pencopotan dirinya dan pimpinan lainnya mengaku tidak mengetahui alasan pencopotan tersebut,

“Saya tidak tahu alasan pencopotan tersebut, namun saya dan kepengurusan PKS selama ini sudah berusaha maksimal dalam menjalankan keputusan partai, kami sudah menyelesaikan semua tahapan pemilu legislatif seperti verifikasi partai, pemberkasan caleg dan tahapan pemilu lainnya, kita juga sudah berikhtiar maksimal memenangkan Eramas bersama mitra koalisi pada Pilgubsu 2018 lalu,” ujar Hafez.

Sementara itu, salah seorang pengurus PKS yang enggan disebutkan namanya, membenarkan kejanggalan dan ketidakwajaran pencopotan tersebut.

“Jika alasan DPP ingin menyegarkan dan menyiapkan tim yang tepat untuk pemilu 2019, maka alasan ini dibuat-buat. Karena Kepemimpinan Pak Hafez selama 2 periode di PKS Sumut sukses memenangkan Pilgubsu, berhasil bersama mitra koalisi mengantarkan pasangan Ganteng dan Eramas pada pilgubsu 2013 dan 2018. Maka yang paling faham untuk memenangkan PKS di pemilu adalah komposisi hari ini, Pak Hafez, Pak Abdurahim Siregar, Pak Heriansyah, Ust. Yusuf Fahmi dan pimpinan yang lain”, ujar pengurus itu.

Kejanggalan dan dinamika internal PKS ini sudah terlihat dalam setahun terakhir, yang cukup krusial ketika penetapan Bakal calon legislatif lalu.

“Usulan lembaga rekrutmen caleg yang bertangungjawab, menyiapkan komposisi caleg secara sepihak di batalkan DPP tanpa keterangan yang jelas. Sebagian besar usulan caleg dari Sumut dirubah DPP, namun perubahan tidak membuat pengurus DPW PKS bergejolak, pengurus tetap menjalankan fungsi dan tugasnya dalam menyiapkan pemberkasan caleg, sosialisasi dan kegiatan partai serta hal-hal terkait pemilu,” ungkap salah seorang pengurus tersebut.

Efek pencopotan tersebut membuat kader dan pengurus PKS bergejolak, puluhan pengurus wilayah dan pimpinan daerah sudah menyatakan mundur dan ratusan kader inti PKS dari berbagai kabupaten /kota siap keluar dari PKS sebagai bentuk protes terhadap kebijakan yang semena-mana.

Sementara itu, pengamat politik Sumut yang juga dosen Fisip USU, Yurial Arief Lubis mengatakan, bahwa pergantian ini terlalu beresiko bagi PKS, perombakan pimpinan PKS di detik-detik pemilu pasti berdampak pada kinerja mesin partai menjelang pemilu legislatif dan pemilu presiden mendatang.

“PKS itu partai kader yang solid, namun kebijakan pencopotan pimpinan PKS di detik-detik jelang pemilu pasti berdampak pada mesin partai, dan kesiapan jelang pemilu legislatif dan presiden 2019, ini terlalu beresiko bagi PKS, selain mesin partai, pimpinan PKS yang baru harus memulai dari awal untuk komunikasi dengan berbagai elit partai dan tokoh lainnya, dan ini belum tentu berjalan lancar”, katanya. (lin)

Berikan Komentar:
Print Friendly, PDF & Email
Tags: Beritapolitik
Berita sebelumnya

Poldasu Bongkar Judi Beromset Rp 200 Juta Per Bulan

Berita selanjutnya

Pembangunan Drainase Desa Perkebunan Bandar Pulau Dinilai Amburadul

TERBARU

Terkait Bantuan Huntap Bencana, DPRD Sumut Surati Bupati Tapteng Soal Oknum Plt Camat Barus Sebut Ada ASN Catut Nama Dewan

Sabtu, 7 Februari 2026

Ketua DPRD Medan Ucapkan Selamat HPN 2026, Pers Sehat Fondasi Bangsa Kuat

Sabtu, 7 Februari 2026

Anggota DPD RI Muhammad Nuh Bersilaturahmi ke Pesantren Al Manar Jambi

Sabtu, 7 Februari 2026
  • Hubungi Kami
  • Redaksi
  • Sitemap
  • Pedoman Cyber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd