Wujudkan Semangat Berbagi di Hari Raya Iduladha, TelkomGroup Salurkan 910 Hewan Kurban untuk Masyarakat

Bandung, POL | Dalam rangka memperingati Hari Raya Iduladha 1447 H, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Mengusung tema “Semangat Qurban Bisa sebagai Jalan Transformasi Ketaqwaan Sosial”, TelkomGroup bersama anak usahanya, termasuk Telkomsel, menyalurkan sebanyak 910 hewan kurban yang terdiri dari 232 ekor sapi dan 678 ekor kambing/domba kepada masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

Secara keseluruhan, hewan kurban dengan total bobot mencapai 114.739 kilogram tersebut akan didistribusikan kepada 62.469 penerima manfaat yang terdiri dari masyarakat dhuafa, warga di sekitar wilayah operasional perusahaan, hingga kelompok masyarakat rentan dan terdampak bencana.

Distribusi hewan kurban dilakukan secara kolaboratif oleh TelkomGroup melalui Telkom, Telkomsel, gabungan anak perusahaan, serta partisipasi karyawan. Dari total distribusi tersebut, Telkom menyalurkan 185 hewan kurban, Telkomsel sebanyak 459 hewan kurban, gabungan anak perusahaan sebanyak 148 hewan kurban, serta kontribusi karyawan sebanyak 118 hewan kurban.

Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, hadir langsung dalam kegiatan simbolis penyerahan bantuan hewan kurban di Vertical Garden Telkom Hub pada Jumat 22 Mei 2025 didampingi Direktur Human Capital Management Telkom Willy Saelan, Direktur Utama Telkomsel Nugroho, Direktur Human Capital Management Telkomsel Indrawan Ditapradana, perwakilan Majelis Ta’lim TelkomGroup (MTTG), LAZISMU, LAZISNU, serta perwakilan penerima manfaat, termasuk komunitas warga pemulung Bantar Gebang, Bekasi.

Dalam kesempatan tersebut, Dian menyampaikan bahwa momentum Iduladha menjadi pengingat pentingnya semangat kepedulian dan gotong royong untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Hari Raya Iduladha merupakan momentum yang tepat bagi kita untuk meningkatkan kepedulian dan menumbuhkan semangat keikhlasan melalui sinergi seluruh elemen TelkomGroup. Melalui penyaluran hewan kurban ini, kami ingin memastikan bahwa kebahagiaan Iduladha dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat, terutama kelompok rentan dan saudara-saudara kita yang terdampak bencana alam,” ujar Dian Siswarini.

Direktur Human Capital Management Telkom, Willy Saelan, menambahkan, “Semangat berbagi dalam momentum Iduladha ini juga menjadi refleksi nilai budaya perusahaan yang menempatkan kepedulian sosial sebagai bagian penting dari karakter insan TelkomGroup. Melalui kolaborasi seluruh karyawan, anak perusahaan, dan berbagai pihak, kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat luas sekaligus memperkuat nilai kebersamaan antara perusahaan dan masyarakat,”.

Pelaksanaan program kurban di lingkungan TelkomGroup turut melibatkan MTTG Pusat, MTTG Regional, hingga MTTG Witel di berbagai daerah. Sementara itu, proses penyembelihan dan distribusi hewan kurban dilakukan sesuai dengan anjuran pemerintah dan menyesuaikan kondisi masing-masing wilayah.

Kehadiran program kurban TelkomGroup pun disambut positif oleh masyarakat penerima manfaat. Salah satunya perwakilan komunitas warga pemulung Bantar Gebang, Sawunggaling, yang menyampaikan apresiasinya atas daging kurban yang diberikan.

“Alhamdulillah, kami berterima kasih kepada TelkomGroup atas bantuan daging kurban yang diberikan. Bantuan ini sangat berarti bagi kami dan semoga manfaatnya dapat dirasakan oleh semakin banyak masyarakat,” ungkap Sawunggaling.

Program kurban ini merupakan bagian dari implementasi program TJSL TelkomGroup yang berfokus pada penciptaan dampak sosial berkelanjutan melalui penguatan nilai kepedulian, gotong royong, dan kebermanfaatan bagi masyarakat. Melalui kegiatan ini, TelkomGroup tidak hanya menjalankan tanggung jawab perusahaan, tetapi juga memperkuat komitmen perusahaan untuk terus hadir dan tumbuh bersama masyarakat.

Melalui program kurban ini, TelkomGroup berharap dapat terus memberikan dampak sosial yang nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat peran perusahaan sebagai entitas bisnis yang berkomitmen terhadap keberlanjutan, nilai kemanusiaan, dan pembangunan sosial yang inklusif.

Resmikan Community Gateway Wamena

Sementara itu, Telkom bersama operating company PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat) meresmikan Community Gateway di Stasiun Bumi Sedang Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, pada Jumat lalu.

Inisiatif ini merupakan langkah strategis TelkomGroup dalam memperkuat dan memperluas pemerataan infrastruktur digital di wilayah dengan kondisi geografis yang menantang di Indonesia bagian timur, sekaligus memperkuat konektivitas nasional melalui pemanfaatan teknologi satelit.

Infrastruktur tersebut diresmikan secara langsung oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Angga Raka Prabowo didampingi oleh Direktur Utama Telkom Dian Siswarini dan Plt. CEO Telkomsat Rizal Ahmad Fauzi, yang disaksikan oleh Direktur Wholesale and International Service Budi Satria Dharma Purba, serta secara virtual dari Wamena oleh Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua Dr. Velix Wanggai, S.I.P., M.P.A., Wakil Gubernur Provinsi Papua Pegunungan Dr. Dr. Ones Pahabol, S.E., MM, Direktur Network Telkom Nanang Hendarno, dan Direktur Pengembangan Telkomsat Anggoro Kurnianto Widiawan.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Angga Raka Prabowo menyampaikan bahwa, pembangunan Community Gateway di Wamena merupakan bagian dari program kerja prioritas nasional dalam upaya membangun infrastruktur digital yang inklusif hingga wilayah paling timur Indonesia.

“Konektivitas adalah prasyarat utama kemajuan. Di sinilah Community Gateway Wamena berperan penting, mengubah tantangan geografis menjadi peluang strategis, mengubah wilayah untuk siap tumbuh dan siap mengambil bagian dalam ekonomi digital nasional. Kita tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga menguatkan fondasi masa depan Indonesia yang benar-benar terhubung, dari Sabang sampai Merauke. Tugas berikutnya adalah memastikan infrastruktur ini benar-benar hidup dan dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat, terutama di wilayah Papua Pegunungan,” pungkas Wamen Komdigi RI Angga Raka Prabowo.

Community Gateway Wamena merupakan infrastruktur gateway satelit yang berfungsi sebagai titik distribusi utama konektivitas di wilayah Papua Pegunungan. Kehadiran infrastruktur ini menjadi solusi atas keterbatasan jaringan terestrial, dengan meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan, sekaligus menjadi fondasi bagi pengembangan ekonomi digital dan layanan publik di wilayah tersebut.

Community Gateway Wamena ini adalah fasilitas kedua yang dibangun oleh TelkomGroup melalui Telkomsat sebagai operating company yang bergerak dalam penyedia teknologi dan layanan satelit berstandar internasional, setelah sebelumnya dibangun di Merauke dengan fungsi yang berbeda.

Community Gateway Merauke dibangun sebagai backup link untuk memastikan layanan tetap berjalan saat terjadi gangguan jaringan terestrial, sedangkan Community Gateway Wamena dibangun sebagai main link atau tulang punggung utama konektivitas di wilayah Papua Pegunungan.

Dengan demikian, pendekatan yang dilakukan tidak lagi sekadar mitigasi risiko, tetapi telah memasuki tahap penguatan kapasitas inti dan peningkatan kualitas layanan.

Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menyampaikan bahwa, wilayah Wamena dan sekitarnya memiliki peran strategis sebagai pusat aktivitas ekonomi dan sosial di Papua Pegunungan. “Bahwa konektivitas adalah hak seluruh rakyat Indonesia, tanpa terkecuali. Dari pusat hingga ke wilayah pegunungan Papua, kami ingin memastikan bahwa tidak ada satu pun anak bangsa yang tertinggal dari arus transformasi digital. Namun di sisi lain, wilayah ini juga menghadapi tantangan besar dalam hal konektivitas, baik karena keterbatasan jaringan terestrial maupun kondisi geografis yang tidak mudah. Menjawab tantangan tersebut, TelkomGroup menghadirkan Community Gateway Wamena sebagai solusi strategis,” ungkap Dian.

Dengan teknologi satelit, inisiatif ini tidak hanya meningkatkan kapasitas dan kualitas konektivitas, tetapi juga memperkuat ketahanan jaringan nasional melalui jalur komunikasi yang lebih andal dan adaptif. Sejalan dengan mandat TelkomGroup sebagai agent of development, penguatan konektivitas ini diharapkan membuka akses digital yang lebih inklusif, mendorong aktivitas ekonomi, serta mempercepat pertumbuhan di wilayah timur Indonesia secara berkelanjutan.

Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua Dr. Velix Wanggai, S.I.P., M.P.A, menyampaikan bahwa kehadiran Community Gateway Wamena menjadi sebuah tonggak pembangunan yang besar di wilayah pegunungan Papua. Kehadiran Telkom dan Telkomsat melalui solusi konektivitas satelit dinilai menjadi langkah nyata untuk menyentuh masyarakat di wilayah pegunungan Papua dalam menciptakan kemajuan dan masa depan yang cemerlang.

Saat ini, kapasitas transport jaringan di Wamena berada di kisaran 7 Gbps dengan tingkat utilisasi yang sudah tinggi. Melalui Community Gateway Wamena ini, kapasitas dapat ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai potensi maksimal 40 Gbps. Hal ini bukan hanya peningkatan kapasitas, tetapi juga lompatan dalam kualitas konektivitas dengan performa yang lebih stabil, latensi yang lebih terkendali, serta kemampuan mendukung kebutuhan trafik yang terus tumbuh.

Lebih jauh lagi, Community Gateway Wamena didesain sebagai open access platform, artinya infrastruktur ini tidak hanya dapat dimanfaatkan oleh TelkomGroup, tetapi juga dapat digunakan oleh berbagai pihak operator, ISP lokal, maupun institusi lainnya, sehingga tercipta ekosistem konektivitas yang inklusif dan berkelanjutan.

Melalui inisiatif ini, TelkomGroup menegaskan perannya sebagai penyedia konektivitas nasional berbasis sovereign infrastructure yang tidak hanya berfokus pada kapasitas, tetapi juga pada kontrol, keandalan, dan ketahanan jaringan nasional.

“Kami percaya bahwa kehadiran Community Gateway Wamena sebagai main link akan memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kualitas layanan komunikasi di wilayah Papua Pegunungan sehingga dapat membuka akses ekonomi digital bagi masyarakat, mendukung layanan publik, pendidikan, dan kesehatan, serta memperkuat fondasi transformasi digital Indonesia secara menyeluruh,” tutup Dian.

Pada Jumat (22/) lalu, salah satu operating company PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) meraih penghargaan “Most Strategic Enterprise in Regulatory Compliance” kategori Technology, Media and Telecommunication PROSPER B dalam ajang Indonesia Regulatory Compliance Awards (IRCA) 2026 yang diselenggarakan oleh hukumonline.com di Jakarta.

IRCA 2026 merupakan ajang penghargaan yang diberikan kepada perusahaan maupun pimpinan perusahaan yang dinilai berhasil menerapkan kepatuhan regulasi dan tata kelola perusahaan secara berkelanjutan di Indonesia. Pada ajang tersebut, Telkom Akses dinyatakan berhasil mengimplementasikan strategi kepatuhan regulasi secara inovatif, adaptif, dan terintegrasi dengan tata kelola perusahaan serta proses bisnis.

Penilaian penghargaan mencakup berbagai aspek, mulai dari implementasi Good Corporate Governance (GCG), penguatan budaya kepatuhan, mitigasi risiko, dan pengendalian internal, hingga konsistensi perusahaan dalam menjalankan tata kelola yang profesional, transparan, dan akuntabel di tengah dinamika industri telekomunikasi dan digital.

Pada momen penganugerahan, VP Corporate Legal & Secretary Telkom Akses Rizky Kurniawan, menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas komitmen seluruh insan Telkom Akses dalam menjaga tata kelola perusahaan yang baik dan senantiasa menjunjung prinsip integritas yang tinggi.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi Telkom Akses untuk terus memperkuat budaya kepatuhan dan tata kelola perusahaan yang profesional, transparan, serta adaptif terhadap dinamika industri digital. Kami percaya bahwa kepatuhan bukan hanya kewajiban, tetapi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan bisnis dan membangun kepercayaan stakeholder,” ujar Rizky.

Sebagai bagian dari ekosistem TelkomGroup, pencapaian yang diraih Telkom Akses turut mencerminkan implementasi strategi transformasi TLKM 30, khususnya pada pilar pertama Operational and Service Excellence. Melalui penguatan tata kelola dan kepatuhan yang terintegrasi dengan proses bisnis, Telkom Akses terus mendorong budaya kerja unggul, proses yang efisien, serta peningkatan kualitas layanan demi menciptakan pengalaman pelanggan yang lebih baik.

IRCA 2026 diikuti oleh berbagai perusahaan swasta maupun BUMN di Indonesia. Partisipasi dan capaian Telkom Akses dalam ajang ini menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung implementasi tata kelola perusahaan yang baik di lingkungan TelkomGroup sekaligus menghadirkan proses bisnis yang sehat, berintegritas, dan berorientasi pada keberlanjutan sejalan dengan transformasi industri telekomunikasi dan digital nasional.

Begitu juga pada ajang LinkedIn Talent Awards 2025 melalui dua penghargaan yang diraih di bidang employer branding dan learning. PT Telkom berhasil meraih penghargaan Best Employer Brand on LinkedIn untuk kedua kalinya secara berturut-turut, sementara Telkomsel meraih penghargaan pada kategori Learning Champion dalam seremoni penghargaan yang digelar di The St. Regis Jakarta.

Pencapaian ini semakin memperkuat posisi TelkomGroup sebagai perusahaan digital telco yang tidak hanya berfokus pada pengembangan bisnis dan teknologi, tetapi juga konsisten membangun ekosistem talenta yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada pembelajaran berkelanjutan.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas komitmen TelkomGroup dalam menghadirkan pengalaman kerja yang relevan bagi talenta digital Indonesia di tengah dinamika industri yang terus berkembang.

Pada kategori Best Employer Brand, Telkom terpilih di antara sejumlah finalis dari perusahaan-perusahaan terkemuka nasional lintas industri seperti GoTo, Permata Bank, SMBC Indonesia, Nojorono Kudus, dan Kalbe.

Penghargaan ini menjadi pengakuan atas konsistensi Telkom dalam membangun reputasi sebagai perusahaan pilihan bagi talenta digital Indonesia melalui pendekatan employer branding yang autentik dan relevan dengan kebutuhan generasi talenta masa kini.

Direktur Human Capital Management Telkom Indonesia, Willy Saelan, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut mencerminkan upaya Telkom dalam membangun pengalaman kerja yang relevan dan autentik bagi talenta digital.
“Bagi Telkom, employer branding bukan sekadar membangun visibilitas perusahaan, tetapi bagaimana kami menghadirkan lingkungan yang membuat talenta dapat terus learn, grow, and contribute. Kami ingin budaya kerja TelkomGroup dapat dirasakan secara nyata melalui pengalaman, kolaborasi, dan cerita autentik dari para karyawan,” ujar Willy.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas pencapaian Telkomsel sebagai Learning Champion pada ajang yang sama. “Kami turut bangga atas pencapaian Telkomsel sebagai Learning Champion. Penghargaan ini menunjukkan bahwa komitmen membangun budaya belajar dan pengembangan talenta terus tumbuh kuat di seluruh ekosistem TelkomGroup,” tambah Willy.

Sebagai bagian dari strategi pengembangan talenta, TelkomGroup secara aktif menghadirkan berbagai inisiatif pembelajaran dan akselerasi kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan. Salah satunya melalui Digistar Program yang dirancang untuk menyiapkan talenta digital Indonesia melalui ekosistem pembelajaran, pengembangan kompetensi, serta pengalaman kolaboratif dengan dunia industri.

Selain itu, TelkomGroup juga terus memperkuat budaya pembelajaran berkelanjutan melalui integrasi platform digital learning, pengembangan kapabilitas berbasis kebutuhan bisnis, serta berbagai program akselerasi talenta yang mendukung kesiapan organisasi menghadapi transformasi digital.

Pencapaian ini menjadi motivasi bagi TelkomGroup untuk terus menghadirkan lingkungan kerja yang mampu mendorong inovasi, kolaborasi, dan pertumbuhan talenta secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya menciptakan nilai tambah bagi perusahaan dan Indonesia. (Har/Telk)

Berikan Komentar:
Exit mobile version