Jakarta, POL | Juru Bicara Badan Pemenangan Prabowo-Sandiaga Andre Rosiade menuding kubu Jokowi sengaja menggoreng dugaan sandiwara penolakan cawapres Sandiaga Uno di Sumatera Utara.
“Jadi kan ada relawan kita mau cabut itu terus Yuga (tim media Sandiaga) larang, kalau ada massa ya biarkan saja itu kan bagian demokrasi, orang itu jadi bilang rekayasa. Itu dicabut biar jangan sampai dikira kita nggak bisa menerima pendapat,” jelas Andre ketika dikonfirmasi, Jumat (14/12).
Menurutnya timses Jokowi sengaja menggoreng isu itu menjadi sandiwara karena ingin menjatuhkan citra Sandiaga.
“Ini digoreng-lah, nggak gitu,” imbuhnya.
Sedangkan, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Abdul Kadir Karding membantah pernyataan Andre. Karding mengungkit video saat kejadian tersebut dari sudut pandang massa. Dia menilai jelas ada pihak Sandiaga yang mengkondisikan supaya poster tersebut tidak diturunkan.
“Jadi sama sekali enggak ada goreng menggoreng bahwa itu fakta masyarakat harus tahu bahwa ada model-model sandiwara yang kalau sandiwara itu di atasnya pencitraan yang dilakukan oleh calon pemimpinnya yang akan mereka pilih,” kata Karding kepada wartawan, Jumat (14/12).
Ketua DPP PKB itu menyebut sudah sepantasnya masyarakat diberikan hal yang benar. Tidak membohongi dengan sandiwara demikian.
“Masyarakat mesti tahu itu. Dari awal saja mulai bohong dan bersandiwara apalagi kalau jadi pemimpin beneran,” imbuhnya.
Penolakan Sandiaga di Sumatera Utara dinilai sebagai sebuah sandiwara. Hal itu menyusul viralnya video tim media Sandiaga mencegah pendukungnya menurunkan poster penolakan oleh penjual di pasar yang didatangi. Sehingga, muncul tagar SandiwaraUno di Twitter.(BS/P03)







