• Redaksi
  • Hubungi Kami
Jumat, 8 Mei 2026
perjuanganonline.com
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
perjuanganonline.com
No Result
View All Result
Home Kota

Tak Didukung PDIP, Akhyar Nasution Sudah Berseragam Demokrat

Editor: editor
Sabtu, 25 Juli 2020
Kanal: Kota, Politik

Editor:editor

Sabtu, 25 Juli 2020
Akhyar Nasution yang menjabat Plt Wali Kota Medan memakai jaket Partai Demokrat, Kamis (23/7/2020).

Akhyar Nasution yang menjabat Plt Wali Kota Medan memakai jaket Partai Demokrat, Kamis (23/7/2020).

Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram

Medan, POL | Tak didukung PDIP maju dalam pencalonan wali kota pada Pilkada Medan 2020, Akhyar Nasution loncat ke Partai Demokrat. Terhitung Kamis 23 Juli 2020, Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Medan, Akhyar Nasution tersebut resmi menjadi kader Demokrat, partai yang memastikan mengusungnya sebagai calon wali kota berkoalisi dengan PKS.

Hal ini disampaikan Wakil Sekretaris Jendral DPP Partai Demokrat, Jansen Sitindaon, ketika dikonfirmasi, Jumat (24/7/2020).

Jansen mengaku sempat bertemu dengan Akhyar di DPP Partai Demokrat pada Rabu, 22 Juli 2020.

“Harusnya sih begitu (jadi kader) karena diusung Partai Demokrat. Pertemuan hari Rabu di DPP, saya sempat bertemu di DPP, sejak Rabu dia di Jakarta Kalau itu, besoknya (Kamis) mungkin dipakaikan jaket,” ujarnya.

Sebagai politikus senior, kata dia, Akhyar Nasution pasti tahu konsekuensi terkait keputusannya meninggalkan PDIP dan bergabung ke Partai Demokrat.

“Bang Akhyar kan politikus senior, segala konsekuensi pasti beliau paham, basic kan aktivis GMNI, cipayung, paham betul, kan politisi senior soal resiko dan dinamika kan beliau paham,” tegasnya.

Keputusan Akhyar Nasution bergabung dengan Partai Demokrat, diakuinya karena kedua belah pihak telah berada di titik yang sama.

“Bergabung ke Demokrat, karena ada titik temu pastinya, kedua pihak itu memang punya kemauan yang sama, jadi itu keinginan bersama,” jelasnya.

Ia menyebut, dengan majunya Akhyar Nasution di Pilkada serentak 2020, maka demokrasi di Kota Medan akan tetap tumbuh.

“Biar tumbuh demokrasi di Medan, bukan soal pesaing, ini tanggung jawab sistem pemilu yang kita pilih. Sistem Pemilu kita kan demokrasi. Artinya, pihak berkepentingan parpol itu harus menawarkan pilihan kepada publik, dengan beberapa kandidat yang akan menyampaikan visi misi arah pembangunan ke Kota Medan, publik jadi punya pilihan,” tuturnya.(MB)

 

 

 

Berikan Komentar:
Print Friendly, PDF & Email
Tags: Akhyar NasutionJansen SitindaonLoncat PartaiPartai DemokratPDI PerjuanganPDIPPilkada MedanWali Kota Medan
Berita sebelumnya

Djarot: Eks Gubernur dari PKS Sumber Virus Korupsi di Sumut

Berita selanjutnya

Polrestabes Medan Sita 15,4 Kg Sabu, 20 Ribu Ekstasi, 0.70 gram Ganja

TERBARU

Terima Move Radio, Rico Waas Dorong Siaran Kreatif

Kamis, 7 Mei 2026

Rico Waas Berharap DPP AdNI Berikan Pemahaman dan Edukasi Literasi Hukum bagi Warga Medan

Kamis, 7 Mei 2026

Polres Labuhanbatu Gerebek Sarang Narkoba di Panai Hilir, Amankan Pelaku dan Barang Bukti Sabu

Rabu, 6 Mei 2026
perjuanganonline.com

  • Hubungi Kami
  • Redaksi
  • Sitemap
  • Pedoman Cyber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd