• Redaksi
  • Hubungi Kami
Jumat, 6 Februari 2026
perjuanganonline.com
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
perjuanganonline.com
No Result
View All Result
Home Nasional

Kemenko Polhukam Akui Konflik Lahan Mendominasi Selama 2020

Editor: Editor
Kamis, 7 Januari 2021
Kanal: Nasional

Editor:Editor

Kamis, 7 Januari 2021
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram

Jakarta, POL | Deputi Bidang Koordinasi Hukum dan Hak Asasi Manusia Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam), Sugeng Purnomo mengaku selama kurun waktu 2020 masih menerima banyak laporan konflik agraria dari masyarakat.

Sugeng menerangkan sebanyak 60 persen laporan dan aduan yang diterima berkaitan dengan konflik lahan, baik konflik yang terjadi antarmasyarakat, masyarakat dengan pemodal, atau bahkan masyarakat dengan institusi.

“Kira-kira kalau dipersentasekan itu sekitar 60 persen terkait dengan masalah pertanahan,” kata Sugeng yang mewakili Menko Polhukam Mahfud MD dalam webinar catatan akhir tahun (Catahu) Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), Rabu (6/1).

ugeng mengatakan laporan yang dia terima itu membuktikan meski suasana pandemi covid-19 terjadi sepanjang 2020 kemarin, tetapi tak menutup konflik lahan justru terus terjadi di beberapa wilayah Indonesia.

“Ini sebagai gambaran bahwa memang konflik agraria ini terus terjadi,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Sugeng mengaku setiap mendapat laporan untuk menyelesaikan konflik agraria di masyarakat pihaknya langsung melakukan pemeriksaan berkas di Kementerian ATR-BPN. Ia mengaku tim Kemenko Polhukam tak pernah mendapatkan kesulitan untuk mengakses dokumen pertanahan di kementerian yang dipimpin Sofyan Djalil itu.

“Yang jelas, pada saat ada masalah yang dibawa ke Kemenko Polhukam dan saat masuk ke BPN, kami tidak kesulitan dapat data, saya enggak tahu kalau pihak lain,” kata Sugeng.

Terkait penyelesaian konflik agraria, Sugeng sendiri mengaku tak pernah ingin mengambil opsi ke Pengadilan. Sebisa mungkin dia akan mengarahkan penyelesaian damai untuk  kedua belah pihak.

Mengingat kata Sugeng, konflik yang diselesaikan di pengadilan kerap kali memunculkan konflik lain. Misal ekseskusi yang mendatangkan aparat penegak hukum hingga memunculkan konflik fisik.

“Memang sebisa mungkin konflik ini kalau bisa diselesaikan tidak menggunakan sarana pengadilan. Karena saat bicara pengadilan, kita bicara kalah menang, yang kalah sakit hati, yang menang ingin puas dan buru-buru eksekusi,” kata dia. (POL/CNN)

Berikan Komentar:
Print Friendly, PDF & Email
Tags: 2020Kemenko PolhukamKonflik LahanMendominasi
Berita sebelumnya

Bupati Asahan Belasungkawa Atas Berpulangnya Kades Rawang Lama

Berita selanjutnya

Polrestabes Medan Amankan Sabu, Uang, Mobil dan 2 Orang di Jalan AR Hakim

TERBARU

Kapolsek Bangun Hadiri Rapat Harungguan di Kantor Camat Gunung Malela

Jumat, 6 Februari 2026
Ruas jalan dari Desa Dolok Nagodang menuju Desa Amborgang yang baru saja siap sudah ditumbuhi rumput. (IST)

Rendahnya Kualitas Proyek Menurunkan Citra Pemerintah di Mata Masyarakat

Jumat, 6 Februari 2026

Sejalan dengan Program Presiden Prabowo, Pemko Medan Intensifkan Aksi Bersih-Bersih Lingkungan

Jumat, 6 Februari 2026
  • Hubungi Kami
  • Redaksi
  • Sitemap
  • Pedoman Cyber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd