• Redaksi
  • Hubungi Kami
Minggu, 29 Maret 2026
perjuanganonline.com
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
perjuanganonline.com
No Result
View All Result
Home Nasional

Capt Muas Efendi, Warga Medan Korban Jatuhnya Lion Air JT-610

Editor: Suganda
Senin, 29 Oktober 2018
Kanal: Nasional

Editor:Suganda

Senin, 29 Oktober 2018
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram

Medan, perjuanganonline | Seorang warga Medan menjadi satu dari ratusan korban pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh di Perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10/2018).

Dalam pesawat yang dijadwalkan terbang dari bandara internasional Soekarno Hatta menuju Pangkal Pinang, Bangka Belitung itu ada nama Capt Muas Efendi yang merupakan warga Jalan Marelan Pasar IV Barat, Komplek Griya Bestari Permai, Blok A2, Kota Medan.

Capt Muas selama ini dikenal sebagai Kepala Kantor Kesyahbandaran Otorita Pelabuhan Tanjung Pandan.

Sontak tragedi ini membuat keluarga besar korban sangat syok dan histeris.

Para kerabat dan tetangga pun langsung berdatangan ke rumah Capt Muas yang dalam manifest penumpang ada di urutan 042.

Tampak istri Capt Muas, Mardiana Harahap tak kuasa menahan kesedihan, dia menangis dan sesekali pingsan.

Saat informasi beredar jatuhnya pesawat tersebut dan ada nama Capt Muas, keluarga berusaha menghubugi semua pihak untuk memastikan kebenarnya.

Menantu Muas Arie Novichandra menjelaskan pertama kali mendapat informasi dari sang istri saat ramai pemberitaan di televisi.

“Kami tanya ke ibu, ternyata bapak ke Jakarta dulu sebelum ke Bangka. Kami tanya orang kantor, ternyata tiket bapak memang pesawat itu,” ujar Arie.

Rencananya, keluarga segera berangkat ke lokasi jatuhnya pesawat sambil berharap ada secercah harapan tentang penemuan Capt Muas. “Kami berhadap bapak selamat,” kata Arie.

Sementara itu, Corporate Communications Strategic Lion Air, Danang Mandala Prihantoro mengatakan, pesawat dengan regitrasi PK-LQP jenis Boieng 737 MAX 8 buatan 2018 dan baru dioperasikan sejak 15 Agustus 2018. “Pesawat dinyatakan laik operasi,” aku Danang dalam keterangan pers yang diterima.

Disebutkan dia, pesawat tersebut mengangkut 178 penumpang dewasa dan satu anak-anak serta dua bayi. Selain itu, ada tiga pramugari sedang pelatihan dan satu teknisi.

“Pesawat dikomandoi Captain Bhavye Suneja dengan copilot Harvino bersama enam awak kabin atas nama Shintia Melina, Citra Noivita Anggelia, Alviani Hidayatul Solikha, Damayanti Simarmata, Mery Yulianda, dan Deny Maulana. Kapten pilot sudah memiliki pengalaman lebih dari 6.000 jam terbang dan copilot lebih dari 5.000 jam terbang,” katanya.

Ia mengaku, Lion air sangat prihatin dengan kejadian ini dan akan berkerja sama kepada instansi terkait serta semua pihak sehubungan dengan kejadian ini. “Terkait dengan kejadian ini kami membuka crisis center di nomor telepon 021-80820000 dan untuk infomasi penumpang di nomor telpon 021-80820002. Kami juga akan terus memberikan informasi terbaru sesuai perkembangan lebih lanjut,” imbuhnya.(g03/PJS)

Berikan Komentar:
Print Friendly, PDF & Email
Tags: JT-610Lion AirMuas Efendi
Berita sebelumnya

Dilumat Barca, Madrid ‘Hanya 6 Poin’ dari Jurang Degradasi

Berita selanjutnya

Warga Tapteng Turut jadi Korban Lion Air JT-610 yang Jatuh

TERBARU

Bupati dr Asri Ludin Tambunan diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, dr Hanip Fahri MM MKed (KJ) SpKJ saat membuka Manasik Haji Integrasi Tahun 1447 H/2026 M yang diselenggarakan Kantor Kementerian Haji dan Umrah. (DS)

562 Calon Jemaah Deli Serdang Ikuti Manasik Haji Terintegrasi

Sabtu, 28 Maret 2026

UMKM Jadi Prioritas, Rico Waas Dorong Pelaku Usaha Medan Naik Kelas dengan Penguatan Digitalisasi

Sabtu, 28 Maret 2026
Bupati dr H Asri Ludin Tambunan saat memperkenalkan kawasan Simpang Kayu Besar, Kecamatan Tanjung Morawa, sebagai spot kuliner baru di Deli Serdang, Sabtu (28/3/2026). (DS)

Spot Kuliner Baru Simpang Kayu Besar, Pedagang Kini Lebih Tertata dan Nyaman

Sabtu, 28 Maret 2026
perjuanganonline.com

  • Hubungi Kami
  • Redaksi
  • Sitemap
  • Pedoman Cyber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd