Medan, POL | Ustadz Rafdinal S.Sos M.AP Wakil ketua Muhammadiyah Kota Medan mengatakan ada hikmah luar biasa di balik acara peringatan Maulid Nabi yang lahir pada tanggal 12 Rabiul Awal tahun gajah (570 M).
“Kita harus berusaha meniru cara pandang dan berbuat serta bertingkah laku seperti Nabi Muhammad S hallallahu alaihi wassallam, baik yang terkait akidah, ibadah, akhlak, hingga muamalah,” kata Rafdinal S.Sos M.AP pada peringatan Maulid nabi di Masjid Quba Jalan halat G.Quba Medan, Jum’at (20/10/2023)
Pada kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar STM Lingkungan XII Kelurahan Kota Matsum IV Kecamatan Medan Area itu Rafdinal mengingatkan, umat muslim harus yakin dan percaya bahwa hanya dengan mengikuti segala perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya hidup kita baru akan bisa diberkahi dan diridhoi Allah Subhanahu wa Ta’ala”.
Hadir dalam kegiatan Maulid ini kepala lingkungan XII Drs. Kurniawan Nst, Penasehat STM Defrinal dan para tokoh masyarakat.Sebelum acara Utama diantukan alunan merdu kalam Allah yang dibacakan oleh Qori Ferdi.
Ketua STM Lukman dalam sambutan mengatakan tujuan dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW adalah untuk” mengenal dan meneladani Nabi Muhammad SAW sebagai suri tauladan bagi umat Islam”.
“Sebagai umat Islam, kita wajib mengimani dan mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW yang merupakan pembawa risalah Allah SWT,” kata Lukman.
Sementara itu Kepala Lingkungan XII dalam sambutannya mengatakan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW adalah salah satu bentuk penghormatan dan pengagungan umat Islam kepada Nabi Muhammad SAW sebagai rahmat bagi seluruh alam..
Peringatan ini memiliki tujuan-tujuan utama yang sangat mulia, yaitu menyatakan cinta dan syukur kepada Allah SWT dan Rasul-Nya, mengenal dan meneladani Nabi Muhammad SAW sebagai suri tauladan bagi umat Islam, dan meningkatkan ukhuwah islamiyah di antara umat Islam.
“Semoga dengan merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW, warga lingkungan XII dapat semakin mencintai dan mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW serta semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ujar Nawan.
Pada acara Maulid itu, Ustadz Rafdinal menngingatkan 4 sifat baik yang ada pada diri Nabi yaitu sidik, amanah, fathonah, dan tablig. Sidik artinya orang yang jujur, amanah adalah dapat dipercaya, fathonah berarti orang yang pandai atau cerdas, dan tablig artinya orang yang menyampaikan.”
Sifat Sidik artinya jujur dan berkata benar. Hal demikian terdapat dalil Al-Qur’an artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu (Q.S. Al-Hujurat: 6).
“Ayat tersebut mengingatkan kita bahwasanya sekarang di dunia yang serba cepat akan serbuan informasi hendaknya pilah-pilih informasi yang benar serta dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Jangan terburu-buru membagikan informasi yang diterima. Sebab bisa jadi informasi yang kita sebarkan sebelum mengecek terlebih dahulu ialah informasi yang bersifat kebohongan.”
Sifat Amanah berarti dapat dipercaya. Sebagaimana dalam sebuah hadis Nabi bersabda: “Tidaklah sempurna iman seseorang yang tidak menjaga amanah” (H.R. Ahmad). Mengambil contoh sederhana saja, kita sebagai seeorang yang diamanahi memiliki gelar mahasiswa seharusnya menggunakan kesempatan yang ada dengan sebaik mungkin. Tidak lantas hanyut dalam euforia dunia perkuliahan yang salah.
Sifat fathonah berarti pandai atau cerdas. Pandai dalam hal duniawi memanglah sangat dianjurkan karena kita hidup memerlukan harta. Namun, perlu diketahui muslim yang cerdas tidak cukup dengan memiliki banyak harta saja. Makanya, Nabi mengatakan dalam sebuah hadis: “Orang yang paling banyak dalam mengingat kematian dan paling siap menghadapinya. Merekalah yang paling cerdas. Mereka pergi dengan membawa kemuliaan di dunia dan kehormatan di akhirat (H.R. At-Tirmidzi).
“Semoga kita termasuk umat Nabi yang cerdas, yang banyak mempersiapkan amal saleh untuk bekal kehidupan setelah kematian,” kata ustadz.
Kemudian sifat keempat tabligh artinya menyampaikan yang dimaksudkan memberikan pemahaman kepada orang-orang mengenai kebaikan. Sebab hal ini sesuai dengan perintah Nabi dalam H.R. Ahmad yang artinya: “Barang siapa yang menunjukkan kepada suatu kebaikan, maka ia akan mendapatkan ganjaran pahala sebagaimana orang yang melakukan kebaikan itu.”
“Maka dari itulah, mari kita berlomba-lomba mengajak orang sebanyak-banyaknya melakukan kebaikan yang tentunya sesuai dengan syariat yang ditetapkan Allah Swt,” Ujar Rafdinal Sos yang juga calon Anggota DPD RI asal Sumut No.18. (POL/LUKMAN)







