• Redaksi
  • Hubungi Kami
Senin, 16 Februari 2026
perjuanganonline.com
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
perjuanganonline.com
No Result
View All Result
Home Kota

Ulama Berperan Kawal Perjalanan Bangsa

Editor: Suganda
Selasa, 30 April 2019
Kanal: Kota

Editor:Suganda

Selasa, 30 April 2019
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram

Medan, POL |  Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi  kembali mengingatkan pentingnya peran ulama dalam mengawal perjalanan bangsa ini ke depan. Karena itu, seorang pemimpin yang disebut dengan umaro, harus menjadikannya sebagai rujukan dan tempat bertanya.

Hal itu disampaikan Gubernur  pada acara Tabligh Akbar bertema Hijrah Menuju Ridho Ilahi di Masjid Al-Musannif Jalan Cemara Medan, Minggu (28/4). Dirinya pun menyebutkan bahwa untuk jadi pemimpin atau umaro serta mengemban peran sebagai ulama, ada syarat yang harus dipenuhi dan cukup berat. Sebab, menurutnya kedua golongan ini sangat penting bagi kehidupan sosial.

“Saya harus hadir kemari. Saya sekaligus perkenalan, nanti seandainya insya Allah anda masuk surga, tolong cari saya kalau saya belum kelihatan,” ujar Gubernur, dalam sambutannya di hadapan seribuan jamaah tabligh yang memadati kawasan masjid.

Sulitnya menjadi pemimpin atau umaro, kata Gubernur, tercermin dari tugas dan tanggung jawab yang besar. Begitu juga dengan ulama, bagaimana masyarakat menjadikan para pemuka agama tempat untuk bertanya,  meminta nasehat atau tempat referensi. Sehingga Gubernur merasa tidak bisa berjalan baik menjalankan tugas, jika tidak ada ulama.

“Bayangkan kalau saya sekarang, tidak ada tempat bertanya.  Bisa hancur yang saya pimpin ini. Karena sejatinya manusia pasti punya salah,” sebutnya.

Apalagi, kata Gubernur, kemerdekaan Indonesia bukan hanya peran tentara, melainkan juga ada para ulama. Karena itu baginya, ulama harus berada di kasta yang dihormati. Bagaimana rasa hormat tersebut ditunjukkan masyarakat dengan mendengarkan nasehat dan ilmu yang bermanfaat.

“Jangan sampai ulama mengejar umaro. Sudah terbalik itu, bisa porak poranda bangsa ini. Untuk itu saya yang datang ke sini, apa yang bisa saya lakukan. Karena bukan ulama yang datang, kami yang mendatangi ulama,” tambah Gubernur.

Sementara Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah yang hadir beberapa saat kemudian, menyampaikan syukur atas terlaksananya acara Tabligh Akbar yang dihadiri ribuan orang dari berbagai daerah di Sumut. (POL/W)

Berikan Komentar:
Print Friendly, PDF & Email
Tags: perjalanan bangsa
Berita sebelumnya

Kasus Bowo Sidik, KPK Geledah Ruangan Menteri Enggartiasto

Berita selanjutnya

Dekranasda Samosir Tawarkan Kerajinan Lokal

TERBARU

Sapa Warga di Bantaran Sungai Babura, Rico Waas Tegaskan Komitmen Respons Cepat dan Tepat Sasaran

Minggu, 15 Februari 2026

Wakil Bupati H. Jamri Hadiri Wisuda Sarjana UNISLA Labuhanbatu Angkatan XIX Tahun 2026

Minggu, 15 Februari 2026

Gandeng Para Pakar, Rico Waas Matangkan Re-design Medan Zoo

Minggu, 15 Februari 2026
  • Hubungi Kami
  • Redaksi
  • Sitemap
  • Pedoman Cyber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd