Medan, POL | Jumlah pasien positif Covid-19 di wilayah Sumatera Utara kembali mengalami lonjakan sebanyak 69, Kamis (25/6/2020). Sedangkan sehari sebelumnya terjadi lonjakan 55 kasus positif baru.
Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumatera Utara, Mayor Kes dr Whiko Irwan mengatakan dengan tambahan 69 kasus baru, total per hari ini tercatat seluruh kasus positif hasil PCR di Sumut sebanyak 1356 orang.
Ia menambahkan Kota Medan masih jadi penyumbang kasus positif covid baru tertinggi dalam kurun waktu 24 jam terakhir. Disusul Deliserdang.
Berdasarkan rekapitulasi yang diumumkan, tercatat ada tambahan sebanyak 45 pasien positif baru dari Kota Medan. “Penambahan covid positif hari Kamis 25 Juni berasal dari Kota Medan sebanyak 45 orang, Deliserdang 5, Tapanuli Tengah 1, serta pasien alamat domisili yang belum diketahui sebanyak 18 orang,” ujarnya Kamis malam.
Selain peningkatan pasien positif, tercatat jg peningkatan pasiem sembuh. Whiko mengatakan ada tambahan 18 pasien sembuh per hari Kamis.
“Pasien Covid sembuh dari Medan 4 orang, Binjai 2, Deliserdang 2, Simalungun 3, Madina 1, dan Sergai 6 orang. Sedangkan sebaran pasien Meninggal akibat Covid dari Medan tambah 2 orang dan Luar Sumut 1 orang,” sebutnya.
Dr Whiko sebelumnya menjelaskan, drastisnya peningkatan jumlah pasien positif salah satunya merupakan hasil dari masifnya pemeriksaan swab PCR Test ( Polymerase Chain Reaction) yang dilakukan di Sumut.
Dia berharap ke depan semakin banyak lagi pasien yang berhasil sembuh dari covid. “Di samping itu peningkatan jumlah penderita covid positif juga masih menunjukkan penularan di lingkungan kita,” katanya.
Data Nasional
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menyatakan bahwa Indonesia masih menghadapi penularan virus corona hingga saat ini. Penularan itu bahkan menyebabkan kasus Covid-19 di Indonesia kini melewati angka 50.000 pasien, sejak pencatatan virus corona di Tanah Air.
Berdasarkan data pemerintah yang masuk hingga Kamis (25/6/2020) pukul 12.00 WIB, saat ini tercatat ada 50.187 kasus Covid-19 di Indonesia, terhitung sejak kasus pertama diumumkan pada 2 Maret 2020. Jumlah tersebut disebabkan adanya penambahan 1.178 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir.
Informasi terbaru tentang Covid-19 ini disampaikan Achmad Yurianto dalam konferensi pers dari Graha BNPB di Jakarta pada Kamis sore.”Dari pemeriksaan hari ini, kasus positif 1.178, sehingga totalnya adalah 50.187,” ujar Yurianto.
Jumlah 1.178 kasus baru itu didapatkan dari pemeriksaan terhadap 19.510 spesimen dalam sehari. Pemeriksaan itu menambah total jumlah spesimen yang diperiksa menjadi 708.962 spesimen dari 427.158 orang. Ini berarti satu orang bisa diambil sampel spesimennya lebih dari satu kali.
Berdasarkan sebarannya, diketahui ada lima provinsi yang mencatat angka penularan tinggi. Jawa Timur mencatat jumlah terbanyak dengan 247 kasus baru.
Berikutnya, ada DKI Jakarta dengan 196 kasus baru, Sulawesi Selatan dengan 103 kasus baru, Maluku Utara dengan 80 kasus baru, dan Jawa Tengah dengan 78 kasus baru.
Data Pasien Sembuh dan Meninggal
Dalam periode yang sama, diketahui ada penambahan 791 pasien Covid-19 yang sembuh. Mereka dinyatakan sembuh setelah pemeriksaan dengan metode PCR memperlihatkan hasil negatif virus corona.
Dengan demikian, hingga saat ini diketahui ada 20.449 pasien Covid-19 di Indonesia yang sembuh. Selain itu, masih ada kabar duka yang disampaikan Yurianto dengan adanya penambahan pasien Covid-19 yang meninggal dunia.
Dalam periode 24-25 Juni 2020, diketahui ada 47 pasien Covid-19 yang tutup usia dari semua lokasi perawatan di Indonesia. “Sehingga, jumlah totalnya menjadi 2.620,” ujar Achmad Yurianto.
Data PDP dan ODP
Yurianto menyatakan bahwa saat ini sudah semua provinsi atau 34 provinsi di Indonesia yang mencatat ada pasien Covid-19. Secara khusus, ada 446 kabupaten/kota dari 34 provinsi yang mencatatkan adanya pasien Covid-19.
Selain itu, diketahui ada 37. 294 orang yang saat ini berstatus orang dalam pemantauan atau ODP. Sementara itu, ada 13.323 orang yang berstatus pasien dalam pengawasan atau PDP. (POL/Trb)







