• Redaksi
  • Hubungi Kami
Kamis, 5 Maret 2026
perjuanganonline.com
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
perjuanganonline.com
No Result
View All Result
Home Kota

Pemko Medan-Pemprov Sumut Bangun Kawasan Heritage di Kota Medan

Editor: Editor
Sabtu, 15 Februari 2020
Kanal: Kota

Editor:Editor

Sabtu, 15 Februari 2020
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram

Medan, POL | Guna membangun kawasan heritage di Kota Medan, yang memiliki nilai sejarah serta menjadi magnet bagi wisatawan tidak hanya nasional maupun internasional, Pemko Medan mulai berbenah dan menata kawasan heritage yang ada di Kota Medan. Salah satu usaha yang  dilakukan adalah untuk menarik wisatawan tersebut adalah dengan membenahi bangunan peninggalan bersejarah yang ada.

Hal ini disampaikan Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi ketika menghadiri Rapat Pemaparan Terkait Bangunan Warenhuis di Jalan Hindu serta Heritage yang ada di Kota Medan, Kamis (13/2/2020) di Kantor Gubernur Sumut Jalan Pangeran Dipenogoro No 30.

Rapat yang dipimpin Gubernur Sumut Edy Rahmayadi ini dihadiri sejumlah OPD di Lingkungan Pemprov Sumut dan Pemko Medan. Rapat tersebut juga diisi dengan ekspose dari Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Perkim, dan Penataan Ruang Kota Medan Benny Iskandar terkait langkah-langkah yang akan dilakukan untuk menata heritage tersebut.

Dikatakan Akhyar, bangunan milik Pemko Medan yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani VII-Hindu, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat tersebut akan ditata ulang menjadi kawasan pedestrian nantinya. Tidak hanya di kawasan tersebut, heritage lainnya yang dimiliki Pemko Medan juga akan direvitalisasi ulang diantaranya Lapangan Merdeka serta pendopo yang berada didalamnya. Hal ini dilakukan untuk mengembalikan fungsi semula dari Lapangan Merdeka sehingga masyarakat dapat berolahraga dengan nyaman di kawasan tersebut.

“Warenhuis menjadi sorotan, setelah Pemko Medan melakukan bersih-bersih gedung supermarket pertama di Kota Medan itu. Hal itu dilakukan sebab adanya potensi yang sangat besar di kota lama sebagai heritage sebagai zona cagar budaya,” ungkap Akhyar.

Terkait dengan itu, Akhyar pendopo Lapangan Merdeka akan dibangun menjadi 2 laintai, nantinya dilantai kedua akan dibangun museum digital yang akan memberikan informasi kepada masyarakat luas ataupun kepada para turis terkait sejarah Kota Medan. Disamping itu untuk melerai kemacetan, akan dibangun lokasi parkir tertentu agar agar masyarakat tidak lagi parkir disembarang tempat yang menyebabkan kemacetan.

“Pemko Medan juga akan membangun lokasi parkir sehingga masyarakat tidak lagi parkir disembarang tempat, hal tersebut tentunya akan berpengaruh kepada kemacetan yang selama ini terjadi di Kota Medan,” jelas Akhyar.

Selanjutnya Akhyar juga memaparkan, di daerah Kesawan nantinya akan dibuat menjadi kawasan seperi di Jalan Malioboro yang berada di Kota Yogyakarta. Masyarakat dapat menikmati suasana pada malam hari sambil menikmati kuliner khas Kota Medan. Kawasan heritage tersebut akan dimanfaatkan sebaik mungkin untuk menata Kota Medan kedepannya. “Kota Medan juga nantinya memiliki wisata malam layaknya Kota Yogyakarta tepatnya di Jalan Malioboro. Masyarakat juga akan dapat mencicipi kuliner sambil menikmati suasana Kota Medan dimalam hari,” papar Akhyar.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Sumut mengaku senang dan mendukung perencanaan tersebut. Sebab Kota Medan merupakan wajah dari Provinsi Sumut, maka dari itu Kota Medan harus indah, bersih, nyaman dan asri. Gubsu juga berharap agar rencana ini dapat segera diwujudkan secepat mungkin.

“Saya ingin Lapangan Merdeka benar-benar merdeka dan jangan lupa untuk menonjolkan ornamen-ornamen Melayu di setiap kawasan heritage sebab Kota Medan merupakan Tanah Deli. Selian itu juga nantinya para pedagang yang menjual buku akan dipindahkan ke Gudang milik Kereta Api yang berada didekat kawasan Lapangan Merdeka tersebut tepatnya di dekat Titi Gantung, ditempat itu nantinya juga akan dibuat fasilitas ruangan membaca buku gratis untuk anak-anak yang kurang mampu,” pungkas Edy.(POL/W)

Berikan Komentar:
Print Friendly, PDF & Email
Tags: Kawasan Heritage
Berita sebelumnya

PKK Desa Percontohan Harus Konsultasi dengan TP PKK Kabupaten

Berita selanjutnya

Lestarikan Budaya PMKK, Rumah Adat Banjar Hanya Ada di Langkat

TERBARU

Menekan Angka Stunting, Pemkab Labuhanbatu Salurkan Bantuan Program GENTING Tahap III 2026

Kamis, 5 Maret 2026

Pertama di Indonesia, Rico Waas Luncurkan Medan Rabu Walk-In Interview

Rabu, 4 Maret 2026

Rico Waas Tekankan Sinergi Tripartit untuk Perkuat Iklim Investasi dan Lapangan Kerja

Rabu, 4 Maret 2026
perjuanganonline.com

  • Hubungi Kami
  • Redaksi
  • Sitemap
  • Pedoman Cyber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd