Labura, POL | Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik PT Garahadura Leidong Prima di Desa Sukarame Baru Kecamatan Kualuh Hulu Kabupsten Labuhanbatu Utara mengalami penurunan produksi akibat dugaan kerusakan salah satu alat utama pengolahan Kelapa Sawit menjadi Crude Palm Oil (CPO) atau Minyak Sawit Mentah.
Dari informasi terbatasnya produksi PKS milik PT Grahadura Leidong Prima saat ini didapat akibat kerusakan salah satu alat Utama Pengolahan Kelapa Sawit pada Rabu (5/8/2026) sekira pukul 09.30 WIB.
“Kami dengar ada suara ledakan keras dari pabrik kelapa sawit saat itu bang,” ujar salah seorang masyarakat.
Selanjutnya dari keterangan masyarakat lainnya mengaku akibat ledakan salah satu alat pengolahan kelapa sawit tersebut ada korban luka bakar yang awalnya desas-desus sebanyak 8 orang jumlah korban.
Ketika media ini menghubungi humas PT Grahadura Leidong Prima bermarga Pane melalui chat di WA pada Kamis (6/8) untuk dimintai keterangan mengaku bahwa informasi peristiwa adanyat kecelakaan kerja pada Rabu (5/8) di PKS milik PT GLP yang memakan korban sebanyak 8 orang kemungkinan “HOAX” .
“Berhubung saya masih di Medan maka belum dapat saya pastikan ada korban karena saya tidak melihat korban,” tulis Pane.
Sedangkan Arifin Saragih sebagai Human Resource Development (HRD) PT Grahadura Leidong Prima kepada media ini melalui chat menyampaikan juga ” nggak benar itu infonya”.
Sementara salah satu korban luka terbakar akibat ledakan diduga dari tabung stabilizer yang menampung panas 2.8-3.0 bar mengaku sebagai asisten di PKS PT Grahadura Leidong Prima berinisial ML.
Saat ditemui media ini di salah satu ruang perawatan Rumah Sakit Sri Pamela Mambangmuda didampingi isteri dan anaknya terlihat terkulai lemas dengan kondisi kedua kaki dari telapak kaki hingga lutut dibalut perban putih serta seluruh tangan sebelah kiri juga dibalut perban putih akibat luka bakar.
ML menyampaikan korban luka bakar berjumlah 3 orang salah satunya Manager berinisial SW dan yang satunya karyawan MS. (MH)







