Medan, POL | Bangunan Gedung Jabal Noor Asrama Haji Medan, berlantai enam kelihatan sangat kokoh berdiri di Jalan Jenferal AH Nasution. Bangunan yang biayanya bersumber dari Kementerian Agama RI ini dibangun di tahun 2017, tapi belum bisa digunakan untuk menunjang fasilitas di Asrama Haji Medan, karena kondisinya di dalam sangat memprihatinkan
Hancurnya bangunan gedung Jabal Noor ini, baru diketahui sejumlah wartawan, pada saat terjadinya hujan lebat pada penerimaan calon haji tahun 2019 ini.Menurut pantauan, hujan lebat yang mengguyur Asrama haji sangat merepotkan para calon haji , terutama yang berusia lanjut, ketika hendak melaksanakan sholat Ashar. Sebab sangat sulit untuk berudhuk
Tidak diketahui apakah bangunan ini sudah diserahterimakan kepada pengelola Asrama Haji, yakni kepada Unit Pelaksana Tektis. ( UPT). Sebab Kepala UPT Asrama Haji Medan, Ramlan Sudarto ketika dikonfirmasi tentang bangunan Jabal Noor itu, tidak bisa memberikan penjelasan secara rinci. Sebab katanya bangunan itu dibangun semasa kepala UPT d jabat Drs H Suterisno, Sedangkan H Suterisno sudah meninggal dunia
Menurut pantauan sejumlah wartawan yang samapi ke lantai 2, ketika hujan turun, masuknya air hujan ke lokasi bangunan Jabal Noor itu difuga dari lantai enam, karena semumlah plafon f-gedung hancur, seperti terlihat pada gambar. Sejak awal pembangunan ini sebenarnya sudah banyak orang yang mencurigai, karena diduga tidak sesuai dengan bestek
Perjuangan Baru di tahun 2018 juga pernah meneruskan kecurigaan sejumlah LSM kepada Drs H Suterisno. Tapi yang bersangkutan bersikukuh. mengatakan bangunan tersebut sesuai dengan bestek dan bangunan ini merupakan bangunan yang dibiayai oleh Kementerian Agama RI. Dan katanya baginya ini merupakan amanah yang harus dijaga, karena berkaitan dengan Akhirat. Karena itu masyarakat katanya tidak perlu meragukan bangunan itu akan menyalahi bestek
Keyakinannya gedung itu sesuai dengan bestek, karena pihaknya bekerjasama dengan Kejaksaan Tinggi Sumut, dalam mengawasi bangunan tersebut. (POL/ZA)







