• Redaksi
  • Hubungi Kami
Rabu, 4 Februari 2026
perjuanganonline.com
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
perjuanganonline.com
No Result
View All Result
Home Kota

Datangi Unika St Thomas, Akhyar: Penularan Covid-19 Sangat Mengkhawatirkan

Editor: Editor
Rabu, 24 Juni 2020
Kanal: Kota

Editor:Editor

Rabu, 24 Juni 2020
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram

Medan, POL |  Jumlah warga yang positif terinfeksi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) terus meningkat. Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 hingga Selasa (23/6) petang, jumlah warga yang terpapar virus mencapai 802 orang. Padahal sehari sebelumnya, jumlah warga yang positif sebanyak 736 orang. Artinya, terjadi peningkatan sebanyak 66 orang dalam satu hari. Hal ini menunjukkan potensi penularan yang terjadi sangat mengkhawatirkan dan tentunya harus segera dihentikan.

Demikian disampaikan Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi ketika mengunjungi Universitas Khatolik Santo Thomas (Unika St Thomas) Jalan Setia Budi, Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang, Rabu (24/6). Kedatangan ini dilakukan dalam rangka minta masukan akademi guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19, termasuk persiapan memasuki adaptasi baru di tengah pandemi Covid-19 di Kota Medan.

“Maret hingga Mei, grafik peningkatan jumlah warga yang positif Covid-19 masih liniear, tetapi mulai Juni ini, grafik peningkatannya sudah eksponensial. Saat ini jumlah warga yang positif Covid-19 sebanyak 802 orang, sedangkan yang menjalani perawatan di rumah sakit sebanyak 551 orang. Untuk kemarin, warga yang positif Covid-19 terbanyak di Kecamatan Medan Area dan Medan Amplas, masing-masing 52 orang,” kata Akhyar.

Diungkapkan Akhyar, sebagian besar warga yang meninggal masih dalam perawatan dan berstatus pasien dalam pengawasan (PDP). Setelah yang bersangkutan meninggal, barulah diketahui positif terinfeksi Covid-19 setelah hasil tes swab dilakukan. Di samping itu, jelasnya, penularan yang terjadi juga melalui warga yang berstatus orang tanpa gejala (OTG).

Dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19, jelas Akhyar, Pemko Medan sudah menerbitkan Perwal No.11/2020 tentang Karantina Kesehatan Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19 di Kota Medan. Kini imbuhnya lagi, Pemko Medan tengah mempersiapkan Perwal tentang Pedomanan Adaptasi Kebiasaan Baru Pada Kondisi Pandemi Covid-19.

Selain itu tambah Akhyar lagi, Pemko Medan juga kini tengah agresif melakukan screening melalui rapid test untuk mendeteksi apakah warga reaktif. “Apabila hasilnya reaktif, kemudian yang bersangkutan akan dites swab guna memastikan apakah positif terinfeksi Covid-19 atau tidak,” ungkapnya

Meski telah melakukan sejumlah upaya, Akhyar melanjutkan, Pemko Medan tentunya sangat membutuhkan bantuan dan dukungan semua pihak, termasuk jajaran perguruan tinggi   agar pandemi Covid-19 segera berakhir. Itu sebabnya Akhyar telah mendatangi sejumlah perguruan tinggi, termasuk Unika St Thomas guna minta masukan untuk mengatasi pandemi Covid-19.

“Untuk itu lah kedatangan kami pagi ini, mohon batuan pihak rektorat Unika St Thomas guna mengatasi bersama pandemi Covid-19 di Kota Medan. Tidak hanya dari sisi kesehatan, tapi juga sisi sosial  maupun ekonomi. Kami berharap pihak Unika St Thomas dapat memberikan masukan, terkait metode, pola maupun formula apa yang tepat untuk mengatasi Covid-19, sekaligus mengahadapi fase adaptasi kebiasaan baru pada pandemi Covid-19.

Pandemi Covid-19 yang menerpa Kota Medan sejak Maret 2020, ungkap Akhyar, tidak hanya mengganggu sektor kesehatan saja, tapi juga sangat berdampak dengan bidang ekonomi. Dikatakannya, Covid-19 telah menghabiskan sisi produksi para pengusaha serta melemahkan daya beli masyarakat. “Jadi kami sangat berharap dapat dibantu mengatasi pademi Covid-19. Di samping itu kami sampai saat ini belum memiliki pola pendidikan yang tepat untuk diterapkan di tengah pandemi Covid-19 saat ini,” harapnya.(POL/W)

Berikan Komentar:
Print Friendly, PDF & Email
Tags: AkhyarDatangi UnikaMengkhawatirkanPenularan Covid-19
Berita sebelumnya

Bupati Andi Suhaimi Salurkan BST APBD di Kecamatan Bilah Hilir

Berita selanjutnya

Tegakkan Perwal No 11/2020, Pemko Medan Gencar Laksanakan Razia Masker 

TERBARU

Tim I Jatanras Polres Simalungun Ringkus Pencuri Sepeda Motor

Rabu, 4 Februari 2026

Polres Simalungun Melakukan Diskusi dengan Forum Organisasi Masyarakat Sipil serta Petani

Selasa, 3 Februari 2026

Hadiri Wirid Yasin Akbar, Wabup Labuhanbatu Ajak Masyarakat Sucikan Diri Jelang Ramadhan

Selasa, 3 Februari 2026
  • Hubungi Kami
  • Redaksi
  • Sitemap
  • Pedoman Cyber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd