• Redaksi
  • Hubungi Kami
Senin, 29 Juni 2026
perjuanganonline.com
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
perjuanganonline.com
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Mata Uang Kawasan Asia Kompak Melemah

Editor: Suganda
Selasa, 23 Oktober 2018
Kanal: Ekonomi

Editor:Suganda

Selasa, 23 Oktober 2018
investasi mata uang asing

investasi mata uang asing

Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram

Jakarta, perjuanganonline | Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp15.200 per dolar AS pada perdagangan pasar spot pagi ini, Selasa (23/10). Posisi ini melemah 13 poin atau 0,09 persen dari kemarin sore, Senin (22/10) di Rp15.187 per dolar AS.

Di kawasan Asia, mayoritas mata uang melemah dari dolar AS. Won Korea Selatan minus 0,5 persen peso Filipina minus 0,18 persen, baht Thailand minus 0,09 persen, ringgit Malaysia minus 0,05 persen, dan dolar Singapura minus 0,04 persen. Namun, dolar Hong Kong menguat 0,01 persen dan yen Jepang 0,03 persen.

Begitu pula dengan mata uang utama negara maju. Rubel Rusia minus 0,15 persen, dolar Australia minus 0,11 persen, euro Eropa minus 0,03 persen, franc Swiss minus 0,03 persen, dan poundsterling Inggris minus 0,01 persen. Hanya dolar Kanada yang menguat 0,04 persen dari mata uang Negeri Paman Sam.

Analis Monex Investindo Dini Nurhadi Yasyi memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp15.100-15.240 per dolar AS pada hari ini dengan kecenderungan bergerak stabil. Menurutnya, sentimen yang mempengaruhi rupiah hari ini akan berasal dari pernyataan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI).

Namun, karena pasar sudah berekspektasi bank sentral nasional akan mempertahankan tingkat bunga acuan, maka pengaruhnya terhadap mata uang Garuda diperkirakan tidak banyak.

“Karena memang fundamental ekonomi saat ini bukan alasan BI untuk menaikkan bunga. Inflasi juga masih stabil. Jadi tidak urgent (mendesak) untuk menaikkan bunga acuan dan pasar sudah tahu itu,” katanya, Selasa (23/10).(P03/CNN)

Berikan Komentar:
Print Friendly, PDF & Email
Tags: DolarRupiah
Berita sebelumnya

Salah Putar Lagu Kebangsaan Korsel, PSSI Minta Maaf

Berita selanjutnya

Prabowo Tak Bisa Istirahat Melihat Rakyat Masih Miskin

TERBARU

GEMES 2026 Telan Rp2,5 Miliar, Publik Soroti Minim Inovasi dan Aroma Dugaan Korupsi

Minggu, 28 Juni 2026

Bukan Sekadar Kompetisi, Ajang Duta GenRe Medan Siapkan Remaja Jadi Pelopor Penggerak Masyarakat

Sabtu, 27 Juni 2026

Tinjau Rumah Adat Sisingamangaraja Yang Terbakar, Rico Waas Pastikan Segera Dilakukan Perbaikan

Sabtu, 27 Juni 2026
perjuanganonline.com

  • Hubungi Kami
  • Redaksi
  • Sitemap
  • Pedoman Cyber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd