• Redaksi
  • Hubungi Kami
Sabtu, 7 Februari 2026
perjuanganonline.com
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
perjuanganonline.com
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Bentuk Tim Khusus, KPPU Usut Penyebab Harga Beras Mahal

Editor: Suganda
Kamis, 29 Februari 2024
Kanal: Ekonomi

Editor:Suganda

Kamis, 29 Februari 2024
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram

Jakarta, POL | Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mulai melakukan pengusutan untuk mencari tahu penyebab mahalnya harga beras. Bahkan KPPU sampai membentuk tim khusus.

KPPU mengatakan telah membentuk tim khusus untuk mengusut masalah tingginya harga beras di pasar. Tim khusus ini bertugas mencari informasi hingga bukti dalam penindakan secara hukum jika terjadi pelanggaran.

“Kami sudah kemarin sudah di rapat komisi sudah memutuskan membentuk tim khusus,” kata Anggota KPPU Hilman Pujana, Rabu (28/2/2024).

Tim khusus itu, menurut Hilman, akan melakukan kajian untuk mengetahui penyebab harga beras mahal. Pengkajian itu juga melibatkan aparati penegak hukum.

“Jadi memang kita concern untuk beras ini dilakukan tim khusus antara tim kajian dan tim penegakan hukum. Jadi apapun hasil baik dari FGD, pengumpulan data nanti, akan bisa ditindaklanjuti, syaratnya kalau di kita kan kalau misalnya kita ketemu karena ada alat bukti, baru kita bisa naikkan ke proses penegakan hukum,” tuturnya.

KPPU sendiri belum bisa mengindikasikan soal kesengajaan pasokan beras oleh pelaku usaha. Untuk mengetahui itu perlu mencari informasi lebih lanjut.

“Misal untuk menahan pasokan kalau misal sengaja, para pelaku usaha menahan pasokan tentu barang di pasar akan hilang. Ini yang akan kita terus lakukan monitoring sampai ketemu barang buktinya,” jelasnya.

Meski begitu, Hilman juga mengatakan pihaknya belum bisa memberikan kesimpulan akan dugaan kartel terkait mahalnya harga beras.

Secara umum, pengertian kartel adalah pembentukan suatu kerjasama atau asosiasi antar pihak produsen demi menetapkan harga pada tingkat yang lebih tinggi agar bisa memberikan batasan pada suplai produk dan persaingan bisnis.

“Kalau kita bicara indikasi kartel kan belum tentu, belum bisa kita simpulkan saat ini. Jadi kita proses pengumpulan data informasi ini jadi dasar kita, kita tak bisa simpulkan ‘oh ini ada indikasi’ di awal,” pungkasnya. (DTF)

Berikan Komentar:
Print Friendly, PDF & Email
Berita sebelumnya

Hadiri Isra Mi’raj di Padang Tualang, Faisal Hasrimy Ajak Masyarakat Awasi Kinerja Camat dan Kades

Berita selanjutnya

Bangunan Milik BUMDes Desa Denai Lama Deli Serdang Terbakar

TERBARU

Kapolsek Bangun Hadiri Rapat Harungguan di Kantor Camat Gunung Malela

Jumat, 6 Februari 2026
Ruas jalan dari Desa Dolok Nagodang menuju Desa Amborgang yang baru saja siap sudah ditumbuhi rumput. (IST)

Rendahnya Kualitas Proyek Menurunkan Citra Pemerintah di Mata Masyarakat

Jumat, 6 Februari 2026

Sejalan dengan Program Presiden Prabowo, Pemko Medan Intensifkan Aksi Bersih-Bersih Lingkungan

Jumat, 6 Februari 2026
  • Hubungi Kami
  • Redaksi
  • Sitemap
  • Pedoman Cyber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd