Simalungun, perjuanganonline | Tujuh perwakilan keturunan Raja Simalungun akhirnya bersatu dalam acara Festival Keraton Masyarakat Adat Asia Tenggara ke-V di Sumenep, Jawa Timur. Festival yang dilaksanakan tanggal 27-31 Oktober 2018 ini dibuka Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.
Seluruh peserta menampilkan tarian khas daerah masing-masing, termasuk dari Kerajaan Simalungun. Tor-tor Turah yang dimainkan sekitar 60 orang penari, dipertunjukkan kepada Presiden dan peserta yang menghadiri festival ini.
Acara pembukaan diisi dengan kirab keraton, untuk menunjukkan seluruh peserta lengkap dengan pakaian adat khas masing-masing.
Tujuh kerajaan Simalungun yang hadir yakni; Kerajaan Siantar marga Damanik, Kerajaan Panei marga Purba Dasuha, Kerajaan Dolog
Silau marga Purba Tambak, Kerajaan Tanah Jawa marga Sinaga, Kerajaan Purba marga Purba Pakpak, Kerajaan Silimakuta marga Purba dan Kerajaan Raya Saragih Garingging. Kerajaan Raya langsung diwakili Tuan Artalim Saragih Garingging dan Raja Panei diwakili T Jaulan Purba Dasuha.
Pada Festival Keraton tahun sebelumnya di Cirebon, Kerajaan Simalungun masih diwakili tiga kerajaan, yakni Kerajaan Siantar, Dolok Silau dan Raya.
Hadir tokoh-tokoh Simalungun seperti, AKBP Elisben Purba, Jordiaman Purba, dan Julvanal Sinaga. Hadir juga Bupati Simalungun JR Saragih dan Ketua DPRD Simalungun Johalim Purba.
Festival Keraton Masyarakat Adat Asean (FKMAA) diselenggarakan Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) dan Kemenko Kemaritiman.
Menjadi anggota FSKN memiliki tiga tahapan. Partisipan, peninjau dan peserta. Posisi 7 kerajaan Simalungun masih sebatas partisipan, walau sudah menjadi peserta pada tahun 2007 di Cirebon.
Keikutsertaan Simalungun, berawal dari Focus Group Discusion, diskusi Membangun Budaya Berbasis Bahari. Membicarakan hak-hak khusus Masyarakat Adat. Dan salah satu nara sumbernya adalah Jordiman Purba.
Di FGD itulah Pak Nono Sampono, Wakil Ketua DPD RI mengundang supaya 7 kerjaan Simalungun ikut serta sebagai peserta di FKMA Asean ke V Sumenep.(P03/MS)







