Padanglawas, POL l Kondisi Jalinsum (Jalan Lintas Sumatera) yang membelah Kabupaten Padanglawas, Provinsi Sumatera Utara atau Sumut, hingga sekarang ini makin parah kerusakannya. Bahkan efek dari makin parahnya kerusakan jalan tersebut, Sumatera Utara dengan visi bermartabat, bagi warga Sumut di Palas tidak bermartabat lagi.
Wartawan POL yang kebetulan berada di Kabupaten Palas dari Senin (13/07/2020) hingga Selasa (14/07/2020) sempat menelusuri badan jalinsum dari batas Provinsi Riau di wilayah Sumut ujung (Desa Sungai Korang, Kecamatan Hutaraja Tinggi) hingga batas Kabupaten Padanglawas Utara (Paluta) desa Sihaborgoan Dalan, Kecamatan Barumun Tengah menyaksikan langsung kondisi kerusakan jalinsum yang makin parah tersebut.
Beberapa titik badan jalan yang rusak parah terdiri dari ruas gorong-gorong lama anak sungai Sisalean, Desa Pagaran Dolok/S. Jae, Kecamatan Hutaraja Tinggi, gorong-gorong anak sungai Siapi-api, Desa Parmainan, gorong-gorong anak sungai Gayambang, Desa Parmainan, kecamatan yang sama, jembatan Aek Sialang Rindang, Desa Lubuk Bunut juga Kecamatan Hutaraja Tinggi, hampir sepanjang Kecamatan Lubuk Barumun, sejumlah titik di Kecamatan Aeknabara Barumun dan juga beberapa titik di Kecamatan Barumun Tengah.
Warga penduduk desa sepanjang punggiran jalinsum Palas yang dijumpai POL mengatakan, kondisi dan kerusakan jalan provinsi tersebut tidak saja menyulitkan pengguna jalan jarak jauh seperti antar kota antar provinsi, tetapi lebih menyulitkan warga Sumut yang katanya Provinsi Sumut Bermartabat di Kabupaten Palas.
“Kami sangat terkesan dengan visi Pemprov dengan sebutan ‘Sumut Bermartabat’ itu. Tetapi faktanya sekarang, justru sebaliknya yang kami rasakan, soalnya dari dulu kami tidak pernah ikut menjadi warga ‘Sumut Bermartabat’ itu. Katanya ‘Palas Bercahaya’, faktanya sekarang ini justru kami berada di ‘Palas Berbahaya’ dengan kondisi jalan provinsinya yang kupak-kapik. Seolah kami tidak menikmati adanya manfaat pemerintah Sumut bahkan juga tidak merasakan adanya manfaat pemerintah Palas,” kata warga mengaku bernama Sholehuddin prihatin.
Menanggapi kondisi jalan provinsi yang kupak-kapik dan kaitannya dengan perekonomian warga mayoritas hidup dari pertanian dan perkebunan tersebut, Ketua Rumah Tani Indonesia (RTI) Provinsi Sumatera Utara, Maulana Syafi’i kepada POL di Sibuhuan, Selasa (14/07/2020) petang mengaku prihatin dengan kondisi jalinsum itu.
“Perekonomian masyarakat pertanian sangat tergantung dengan infrastruktur jalan sebagai sarana vital mewujudkan ekonomi yang mensejahterakan masyarakat. Tanpa ditopang infrastruktur yang layak, mustahil ada wujud nyata membaiknya perekonomian masyarakat. Sedangkan tanpa ekonomi masyarakat yang membaik, suatu bangsa mustahil mewujudkan perekonomiannya yang mensejahterakan,” kata Maulana.
Dikatakannya, perekonomian Palas akan lamban bergerak ke arah membaik akibat kondisi jalan provinsi yang sehari-harinya digunakan beraktifitas ekonomi masyarakat petani dibiarkan hancur-hancuran tanpa perbaikan nyata dari pemerintah, yang selalu menuntut peningkatan peran dan partisipasi masyarakat terutama di bidang pertanian.
Menurut Maulana, perbaikan total jalinsum yang melintasi Kabupaten Padanglawas sudah sangat mendesak dilakukan, tentunya juga harus didukung anggaran yang signifikan, bahkan dengan jumlah yang semaksimal mungkin.
“Sebagai aktifis RTI, saya merasa kasihan melihat truk roda enam pengangkut komoditi hasil pertanian dan perkebunan masyarakat yang setiap waktu sangat kesulitan saat melintasi badan jalinsum yang berlobang, belum lagi petani yang berkendara roda dua menggunakan jalinsum rusak parah mengurus lahan pertaniannya, bahkan membawa pupuk selalu kesulitan saat melintasi jalan berlobang, ” demikian Maulana sambil menambahkan, perbaikan dari pemerintah dituntut masyarakat secepatnya. (POL/balyan kn).







