Samosir, POL | Komisi II DPRD Samosir yang membidangi perindustrian mengaku sering mendapat berbagai keluhan dari masyarakat terkait kelangkaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) ukuran 3 kilogram di pasaran. Apalagi di musim hari-hari perayaan besar seperti Natal, tahun baru dan lain sebagainya.
Menanggapi hal ini, Komisi II DPRD Samosir pun bergerak cepat mengatasi permasalahan tersebut dengan mengusulkan penambahan kuota ke PT Pertamina untuk Kabupaten Samosir.
“Hari ini kita (komisi II) berkonsultasi ke PT Pertamina melalui Marketing Operation Region (MOR) I Medan. Kita usulkan penambahan kuota LPG 3 Kg dan mereka setuju,” kata Wakil Ketua Komisi II DPRD Samosir, Polma Hasehaton Gurning kepada wartawan, Jumat, 18 September 2020.
Dijelaskan, usulan penambahan kuota ini disampaikan Komisi II DPRD Samosir kepada PT Pertamina MOR Medan saat mereka berkonsultasi ke kantor perusahaan tersebut. Kunjungan ini dipimpin Ketua DPRD Samosir, Saut Martua Tamba ST bersama anggota komisi II juga mengikutsertakan Kadis Naker Koperindag Samosir, Vikbon Simbolon.
Menurut Polma Hasehaton Gurning, mulai bulan Oktober mendatang, direncanakan akan ada penambahan kuota untuk 2 agen penyalur di Kabupaten Samosir sebanyak 1.800 tabung gas berbentuk melon itu.
“Penambahan tabung LPG sangat diperlukan karena jumlah sekarang ini sepertinya masih kurang dan sering terjadi kelangkaan. Terlebih jika terjadi keterlambatan distribusi ke pangkalan LPG, akan berdampak kepada masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, Ketua Fraksi Nasdem ini juga mengingat Kadis Naker Koperindag Samosir perlu memperketat pengawasan dalam pemberlakuan Harga Eceran Tertinggi (HET) di masyarakat.
Menurut Polma, jika ada oknum tertentu menjual LPG dengan harga yang tinggi apalagi bila penyalurannya tidak tepat sasaran, hal ini tentunya akan merugikan masyarakat.
Sementara itu, Kadis Naker Koperindag Samosir, Vikbon Simbolon mengatakan bahwa kuota gas elpiji dalam sebulan yang masuk ke Kabupaten Samosir sebanyak 75.000 tabung.
Diharapkan, dengan adanya penambahan kuota LPG 3 Kg sebanyak 1.800 ke Kabupaten Samosir, bisa mengatasi permasalahan kelangkaan yang sering terjadi.(POL/SBS).







