Langkat, POL | Meskipun di Kabupaten Langkat pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) maupun kepala Desanya sudah banyak dipenjarakan, karena korupsi dana desa (DD) yang digelontorkan oleh Pemerintah pusat untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakatnya, namun mereka sepertinya tidak jera.
Seperti tudingan masyarakat Desa Paya Tampak Kecamatan Pangkalan Susu Kabupaten Langkat, Ketua Bumdes Paya Tampak Iwan dalam mengelola Bumdes terkesan tidak transparan, diduga hanya untuk “memperkaya diri pribadinya” dan tidak untuk mensejahterakan masyarakan, kata warga Desa Paya Tampak yang enggan ditulis namanya.menyampaikan pada wartawan, Kamis kemari (3/6/2021) di Stabat.
Menurut warga tadi, Pembangunan PAYTAM CAFÉ di Desa Paya Tampak yang menggunakan dana Bumdes anggaran tahun 2019 yang bersumber dari DD yang dikelola oleh Iwan selaku Ketua Bumdes tidak terlihat plank Bumdes di lokasi Café tersebut. Terkesan Café tersebut sudah menjadi milik pribadinya.
Padahal jelas itu dibangun dari DD tahun 2019, sehingga masyarakat berhak mengetahui. Tapi mengenai hal itu terkesan ketua Bumdes Iwan tidak transparan. Parahnya lagi ketika masyarakat mengajukan pinjaman Bumdes, ketua Bumdes mengatakan uang sudah habis.
Masyarakat Desa Paya Tampak minta kepada penegak hukum Kejaksaan Negeri Langkat maupun Polres Langkat turun ke lapangan menyelidiki kasus dugaan penyalahgunaan Bumdes yang bersumber dari DD tahun anggaran 2019, yang diperuntukkan membangun PAYTAM CAFÉ.
Jika kasus ini terbukti, masyarakat minta ketua Bumdes Iwan diseret dan dijebloskan ke penjara.
Ketua Bumdes Paya Tampak Iwan saat ditemui wartawan guna konfirmasi hanya menjawab dengan singkat. “Kalau itu nanti kita sama-sama tanyakan kepada Kepala Desa,” kata Iwan menjawab pertanyaan wartawan sambil berlalu meninggalkan tempat pertemuan. (POL/by)
