Stabat, POL | Dinas Kearsipan dan PerpustakaanKabupaten Langkat meluncurkan ATOK LATIB (Asistensi Terpadu Optimalisasi Kearsipan LangkatAman dan Tertib), sebuah terobosan inovatif yang bertujuan untuk merevolusi pengelolaan arsip di seluruh perangkat daerah.
Program ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan arsip, menjadi langkah strategis menuju tata kelola pemerintahan yang lebih baik.
Penjabat Bupati Langkat, H. M. Faisal Hasrimy, menyampaikan, “Saya mengapresiasi dedikasi dan kerja keras Dinas Kearsipan dan Perpustakaan dalam mengoptimalkan kualitas pengelolaan kearsipan perangkat daerah melalui ATOK LATIB.”
Pernyataan ini menegaskan pentingnya peran Dinas Kearsipan dalam menciptakan sistem pengelolaan yang lebih terstruktur dan efektif.
Lebih lanjut, Bupati Faisal menekankan komitmen jangka panjang untuk melanjutkan Aksi Perubahan ini agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh perangkat daerah. ”
Aksi Perubahan ini bukan sekadar proyek, tetapi langkah berani menuju masa depan yang lebih teratur dan berdaya guna,” ujarnya.
Kegiatan ATOK LATIB berlangsung dari 02 hingga 10 September 2024, di mana tim asistensi memberikan pendampingan intensif kepada pengelola arsip.
Program ini telah melibatkan lima perangkat daerah, termasuk Dinas Komunikasi dan Informatika, Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah, Badan Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah, Inspektorat,serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah.
Tim ATOK LATIB terbagi menjadi empat kelompok, masing-masing bertanggung jawab untuk mendampingi perangkat daerah dalam penataan arsip sesuai dengan kaidah kearsipan yang benar. Pendampingan dimulai dari penataan arsip aktif hingga arsip inaktif, mencakup seluruh proses dari penyeleksian hingga pembuatan daftar arsip.
ATOK LATIB hadir sebagai solusi komprehensif untukmengatasi berbagai tantangan dalam pengelolaan arsip, termasuk waktu, biaya, tenaga, dan akurasi data.
“Program ini merupakan inovasi pertama di Kabupaten Langkat yang bertujuan untuk mengoptimalkanpengelolaan arsip di seluruh perangkat daerah,” ujar Romarlan Harahap, SH, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Langkat.
Keunggulan ATOK LATIB terletak pada pendekatan on-site yang langsung dilakukan di perangkat daerah. Tim asistensi yang terlatih akan memberikan pendampinganintensif dalam penataan arsip, memastikan setiap instansi dapat mengelola arsipnya dengan aman dan tertib.
Program ini tidak hanya bermanfaat bagi pengelola arsip, tetapi juga seluruh ASN di Kabupaten Langkat serta masyarakat yang membutuhkan akses informasi.
“Dengan ATOK LATIB, kami berharap dapatmeningkatkan transparansi dan akuntabilitas pemerintahan melalui pengelolaan arsip yang lebih baik,” tambah Romarlan.
ATOK LATIB juga dirancang dengan mempertimbangkan aspek keberlanjutan dan replikasi. Program ini dapat dikembangkan hingga ke level pemusnahan dan penyerahan arsip dan berpotensiuntuk direplikasi oleh kabupaten/kota lain di Indonesia.
Masyarakat Kabupaten Langkat diharapkan dapat merasakan manfaat langsung dari implementasi ATOK LATIB, terutama dalam hal kemudahan akses informasi dan peningkatan kualitas layanan publik.
Selain itu juga akan memberikan dukungan yang nyata bagi pelaksanaan reformasi birokrasi utamanya untuk kemanfaatan penilaian kinerja dan pertanggungjawaban kinerja.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai ATOK LATIB, masyarakat dapat menghubungi Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Langkat atau mengunjungi situs resmi Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Langkat. (ALD)







