Hianati Paradigma Baru, TPL Didemo

Pengunjuk rasa membakar ban di depan pintu timbangan. (IST)

Toba, POL | PT.Toba Pulp Lestari yang sebelumnya bernama PT.Inti Indorayon Utama yang berlokasi di Sosor Ladang Parmaksian Kabupaten Toba kembali didemo masyarakat.

Perusahaan pemangsa kayu yang sebelumnya pernah tutup selama 4 tahun karena merusak lingkungan beroperasi kembali setelah berganti nama dengan PT.TPL dengan program Paradigma baru.

Seiring berjalan waktu, setelah perusahaan penghasil Pulp itu diterima masyarakat, kini TPL kembali melukai hati masyarakat dengan penghianatan terhadap paradigma baru, sebut Edysanto Panjaitan selaku penanggung jawab aksi.

Menurut Edysanto Panjaitan aksi ini berlangsung selama 4 hari sampai pihak managemen mau duduk bersama untuk membahas poin poin paradigma baru Tpl.

Apabila dalam 4 hari sesuai ijin unjukrasa tidak ada niat pihak menagemen duduk bersama, maka unjuk rasa akan dilanjutkan kembali sebutnya.

James Trafo Sitorus selaku kordinator lapangan, kepada media ini mengatakan unjuk rasa akan terus dilakukan sampai pihak managemen pembuat keputusan keluar dari persembunyiannya.

“Kalau setingkat humas tidak punya kompeten untuk membuat keputusan jadi kami tidak akan berbicara dengan pihak humas,” sebut James.

Robenton Hutapea, selaku bagian humas TPL yang hadir pada aksi unjuk rasa tersebut mengatakan, pihak managemen tidak akan menemui pengunjuk rasa, pembahasan paradigma baru TPL sudah sering dilakukan. Bukan itu saja yang harus dibahas, biarkan saja mereka unjuk rasa, sebutnya

Demson, ST, selaku pemerhati masyarakat mengatakan, Paradigma Baru TPL sangat merugikan pemerintah dan masyarakat , untuk biaya operasional TPL seluruhnya didanai oleh masyarakat/mitra, baru setelah 3 bulan tapi membayar kepada mitra, TPL hanya modal pabriknya saja ” sebut Demson.

Kemudian karena masyarakat mensuplay bahan/logistik ke pabrik, sehingga angkutan mobilisasi logistik menggunakan BBM subsidi, sebelumnya sewaktu paradigma lama (indorayon) seluruh angkutan menggunakan solar industri sebab di milk ada tangki BBM dan juga di sektor.

Dari pantauan media ini di lapangan, pengunjuk rasa membakar ban di depan pintu masuk timbangan, tampak sejumlah anggota kepolisian berjaga-jaga di lokasi, pintu masuk dan keluar dari timbangan ditutup dan dijaga sejumlah sekuriti.

Sepanjang jalan tidak terlihat truk-truk pengangkutan bahan baku kayu menuju pabrik, begitu juga tidak ada truk keluar dari pabrik. (Sogar)

Berikan Komentar:
Exit mobile version