Samosir, POL | Polemik soal rencana Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) akan menghapus Event Festival Danau Toba (FDT) yang menuai pro kontra di masyarakat, salah satu kepala daerah di kawasan Danau Toba, Bupati Samosir, Rapidin Simbolon merespon.
Rapidin Simbolon menyampaikan ketidaksetujuan dengan rencana Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi tersebut. “Jangan dihapus, Samosir siapa untuk melaksanakannya,” sebutnya menjawab wartawan, Senin (13/1/2020) di Pangururan.
Ia menjelaskan, sebagai daerah yang berada di tengah Danau Toba, salah satu event Pemerintah Kabupaten Samosir yang membumi yakni Samosir Musik Internasional.
Event itu merupakan salah satu magnet bagi wisatawan. “Buktinya pada pelaksanaan SMI 23 dan 24 Agustus 2019, pengunjungnya membludak,” katanya.
Ia membandingkan, kalau Festival Danau Toba dikemas dengan mumpuni pasti akan menghasilkan bagi perkembangan kepariwisataan di kawasan Danau Toba.
“Contohnya event Samosir Musik Internasional yang dikelola oleh Event Organizer professional serta mumpuni, dan melibatkan para pemangku kepentingan, diminati wisatawan,” tukas Rapidin.
Ia menambahkan, moment kunjungan wisata ke Danau Toba sudah mulai bangkit. “Kesempatan ini jangan sampai redup, mari kita bahu membahu untuk kemajuan pariwisata kawasan Danau Toba,” ujarnya.
Menurut Bupati Samosir itu, yang diperlukan untuk pengelolaan FDT adalah keseriusan seluruh pemerintah daerah di kawasan Danau Toba, untuk menyokong Pemprovsu.(POL/SBS).







