• Redaksi
  • Hubungi Kami
Kamis, 5 Maret 2026
perjuanganonline.com
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
perjuanganonline.com
No Result
View All Result
Home Daerah

Bocah Sitahuis Lahir Tanpa Anus Dilarikan ke Rumah Sakit

Editor: Suganda
Senin, 1 April 2019
Kanal: Daerah

Editor:Suganda

Senin, 1 April 2019
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram

Tapteng, POL | Kondisi bocah perempuan Kecamatan Sitahuis, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara yang baru lahir sekitar 2 (dua) minggu, lahir tanpa anus, melemah.

Hal itu disampaikan Agus Marbun salah seorang kerabat keluarga dari bocah malang itu, Minggu (31/3/2019) malam.

“Benar, saat ini anak tersebut sedang menjalani perawatan medis di ruang IGD rumah sakit Metta Medika Sibolga. Malam tadi dibawa dari Sitahuis,” ujar Agus Marbun.

Bocah ini merupakan anak keempat dari pasangan Rudiasi Hutagalung dan Dameria Simbolon.

Sebelumnya diberitakan, Dameria Simbolon mengatakan, anak perempuannya tersebut lahir pada Senin (18/3/2019). Begitu mengetahui anaknya lahir tanpa anus, dia pun membawanya berobat ke rumah sakit Imelda Medan.

“Sudah satu minggu tiga hari anak saya ditangani dokter di rumah sakit Imelda Medan. Karena dokter bilang sudah membaik, maka kami bawa pulang. Baru tadi pagi (Minggu,red) kami sampai di rumah naik travel,” ungkap Dameria saat dihubungi, Minggu (31/3/2019) malam.

Dia menerangkan, saat ditangani di rumah sakit tersebut, anaknya dioperasi untuk membuat saluran pembuangan air besar yang dibuat dari perutnya.

Sesuai dengan anjuran dokter, anaknya akan kembali dibawa ke Rumah Sakit Imelda Medan, pada 10 April 2019.

“Namun sekarang saya lihat bekas jahitan operasi di perut anak saya lepas. Kuhubungi dokter yang di Medan itu, katanya gak bisa dijahit, tapi di perban,” ujarnya.

Berasal dari keluarga kurang mampu, tidak membuat keluarga ini mengeluh soal biaya perobatan, karena memiliki kartu BPJS kesehatan.

“Soal biaya perobatan anak saya semua ditanggung BPJS. Hanya kami mencari biaya ongkos berangkat dan pulang. Itu aja,” tutur istri dari Rudiasi Hutagalung yang sehari-hari bekerja di kebun karet di Sitahuis.(ST)

Berikan Komentar:
Print Friendly, PDF & Email
Tags: Lahir Tanpa AnusSitahuis
Berita sebelumnya

Februari 2019, Jumlah Wisman di Indonesia Naik 6,12 Persen

Berita selanjutnya

Polrestabes Medan Ringkus Dua Supir Penjual Senpi Revolver

TERBARU

Menekan Angka Stunting, Pemkab Labuhanbatu Salurkan Bantuan Program GENTING Tahap III 2026

Kamis, 5 Maret 2026

Pertama di Indonesia, Rico Waas Luncurkan Medan Rabu Walk-In Interview

Rabu, 4 Maret 2026

Rico Waas Tekankan Sinergi Tripartit untuk Perkuat Iklim Investasi dan Lapangan Kerja

Rabu, 4 Maret 2026
perjuanganonline.com

  • Hubungi Kami
  • Redaksi
  • Sitemap
  • Pedoman Cyber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd