Rantauprapat, POL | Aliansi Mahasiswa Peduli Pendidikan (AMPI) Labuhanbatu melakukan aksi demo di Kantor DPRD dan Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu Kamis (23/01/2025).
Dalam aksi demo tersebut diduga Dinas Pendidikan telah melakukan manipulasi data guru atau tenaga pendidik yang tidak pernah sama sekali mengajar akan tetapi masih tetap terdaftar di data pokok pendidikan (Dapodik).
“Diduga pihak Dinas Pendidikan melakukan rekayasa data guru di Dapodik yang menjadikan orang orang yang tidak memenuhi syarat menjadi memenuhi syarat untuk mendaftar sebagai calon PPPK Guru ” ucap Koordinator Aksi Zein Nasution.
Ditegaskannya dugaan rekayasa itu seperti terjadi di SD Negeri 21 Kecamatan Bilah Barat Atas Nama S.R. yang kedudukannya sudah tidak lagi aktif mengajar dan tidak lagi guru dikarenakan sudah pindah ke Kalimantan selama 2 tahun, namun Lulus menjadi PPPK tenaga pendidik.
Kemudian di SD Negeri 05 Urung Kompas Kecamatan Rantau Selatan terdapat salah seorang atas nama M. A.H Nasution yang diduga tidak pernah sama sekali mengajar, namun saat seleksi PPPK dibuka tahun 2024 nama tersebut ikut mendaftar dan lulus menjadi tenaga guru PPPK.
“Anehnya beberapa guru yang telah lama mengajar sebagai tenaga honor di sekolah tersebut dianggap tidak memenuhi syarat sehingga tidak lulus menjadi tenaga guru PPPK ” terang Zain
Salah seorang pengajar yang tidak ingin disebut namanya mengatakan tidak mungkin lulus menjadi tenaga honor PPPK apabila tidak komunikasi dengan RH anak mainnya pimpinan dinas tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan Labuhanbatu Asrol Aziz Lubis berjanji akan memanggil kedua honor tersebut dan akan melakukan tindakan tegas.
“Ini nanti akan saya panggil keduanya, jika benar tidak pernah mengajar nanti kita batalkan kelulusannya” tegas Kepala Dinas tersebut. (Ars)







