Simalungun, POL | Persatuan itu mahal! Gara-gara nenek moyang kita dahulu kala dipecah belah oleh penjajah, maka wilayah Nusantara diduduki kaum imperialis hingga 350 tahun lamanya.
Oleh karena itu, setiap momen perayaan HUT Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, makna persatuan dan kesatuan selalu digaungkan dan dikedepankan agar kemerdekaan yang telah diproklamirkan mampu dipertahankan dan diisi dengan pembangunan guna kesejahteraan rakyat.
Namun, sepertinya hal itu tidak berlaku di level pimpinan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun. Lihat saja iklan yang terpampang di salah satu media cetak yang beredar di sana. Pemkab Simalungun mengiklankan ucapan HUT RI ke 75 di sebuah koran (media cetak), Selasa (18/8/2020).
Di koran tersebut yang mengucapkan hanya 2 orang, yaitu Bupati Simalungun, JR Saragih dan Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Simalungun, Mixnon Andreas Simamora.
Ironis dan yang menjadi pertanyaan, Wakil Bupati Simalungun, Amran Sinaga malah tidak ada sama sekali. Kemana ya?
Iklan yang akhirnya viral di media sosial itu, jelas mengundang pertanyaan warga.
Seperti salah seorang warga, marga Sinaga, mempertanyakan di mana gerangan Wakil Bupati Simalungun. “Dimana Pak Wakil Bupati? Kok tidak ada dia? Harusnya Pak Bupati bersanding dengan Wakil Bupati,” katanya.
Dia juga mempertanyakan, apakah Amran Sinaga sudah dipecat jadi Wakil Bupati Simalungun atau mengundurkan diri? Karena dirinya mengaku, sampai saat ini, belum ada kabar mengenai hal itu.
Warga lain pun mengendus adanya aroma perpecahan di tingkat elite Pemkab Simalungun. “Sepertinya mereka sudah ‘pecah kongsi’ (pekong). Bisa jadi ini gara-gara Pilkada yang sebentar lagi akan digelar,” sebut A Purba, warga Tiga Dolok kepada perjuanganonline.com.
Ia pun berasumsi wajar jika negara ini sekian ratus tahun dijajah Belanda, karena susah bersatu. “Bila demikian adanya (pecah kongsi), maka wajarlah kita dijajah Belanda hingga ratusan tahun. Lihatlah, di tingkat elite saja mereka seperti tak bersatu, apalagi kita-kita di bawah ini yang gampang disuap karena susah nyari makan,” tambahnya lagi.
Terkait iklan HUT RI yang jadi polemik itu, Sekdakab Simalungun Mixnon Andreas Simamora menepis adanya ‘perpecahan’ di Pemkab Simalungun melalui WhatsApp.
“Yang order tidak tepat seharusnya bukan sekda tapi wabup,” tulisnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Simalungun, Steven Samrin Girsang mengatakan, kalau yang tepat menjawab itu adalah Ketua DPRD Simalungun.(heta/gan)







