Sergai, POL | Bupati Serdang Bedagai Ir.H.Soekirman bersama Kepala Dinas Pertanian Sergai dan para penyuluh pertanian serta perwakilan kelompok tani melakukan panen raya di Desa Batu 13, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Sergai, Selasa (14/4/2020).
Bupati Sergai mengikuti video konferensi dengan Menteri Pertanian Dr.Syahrul Yasin Limpo, SH, MH, yang diikuti oleh 12 Bupati lainnya.
Video konferensi ini bertujuan untuk melaporkan kondisi terkini dibidang pertanian, terutama panen raya yang sedang berlangsung di 332 titik di Indonesia.
Bupati Sergai Dalam konferensi tersebut menyampaikan, Desa Batu 13 Kecamatan Dolok Masihul telah melaksanakan panen di lahan seluas kurang lebih 155 hektar dengan menggunakan mesin combine harvester.
Menurutnya, petani jadi salah satu garda penting dalam kondisi bencana seperti sekarang, Bupati Sergai juga melaporkan, jika Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) untuk pupuk subsidi sampai saat ini sudah terealisasi sebanyak 80%.
“Kami meminta agar OPD yang tergabung di dalam Tim Gugus Tugas terkhusus Dinas Pertanian agar mendapat dukungan maksimal dalam menjalankan fungsinya, sehingga bisa lebih fokus dalam menangani permasalahan pandemi Covid-19 tanpa gangguan dari pihak-pihak yang menciptakan situasi kontra produktif,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu Bupati Sergai juga menginformasikan, Serdang Bedagai masih nihil kasus positif Covid-19. Sedangkan Orang Dalam Pengawasan (ODP) ada sebanyak 177 orang, namun begitu, Pemkab Sergai tetap akan secara aktif menghimbau kepada masyarakat, terkhusus juga kepada para petani, untuk menerapkan protokol kesehatan yang dianjurkan secara maksimal.
Menteri Pertanian Dr.Syahrul Yasin dalam sambutannya dijelaskan, kebutuhan pokok masyarakat dari hasil tani harus benar-benar terjamin stoknya di masa darurat kesehatan seperti sekarang ini, panen raya yang dilaksanakan di beberapa daerah pada hari ini semoga bisa menjadi momentum untuk memaksimalkan kebutuhan tersebut.
Lebih lanjut menyebutkan, pemerintah juga akan mengantisipasi agar harga gabah ditingkat petani tidak jatuh di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan Komando Strategi Penggilingan Padi (Kostraling) melalui pendekatan Kredit Usaha Rakyat (KUR), kami juga akan pastikan ketersedian sarana dan prasarana yang dibutuhkan petani mulai dari pupuk, obat-obatan dan bibit tersedia,” tutup Menteri Pertanian.(POL/PANE)







