TelkomGroup Luncurkan Pengembangan Sovereign Digital Technology di DTIIF 2026

Jakarta, POL | Chief Technology Officer Danantara Sigit Puji Santosa didampingi Managing Director Strategic Technology Initiatives Danantara Irwan Rey, Direktur IT Digital Telkom Kharim I. G. Siregar, serta Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji meluncurkan pengembangan Sovereign Digital Technology TelkomGroup pada rangkaian Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 di Jakarta, Senin (26/10/2026).
TelkomGroup mengembangkan empat kapabilitas Sovereign Digital Technology, yakni AI Ready Data Center, AI ModelHub, National IoT Platform, dan PaDiSera, sebagai bagian dari peran perusahaan dalam mendorong kemandirian ekosistem teknologi digital nasional melalui penguatan infrastruktur, pengembangan AI di berbagai sektor, serta perluasan akses pasar bagi pelaku UMKM.
“Selamat atas peluncuran Sovereign Digital Technology TelkomGroup. Kami berharap inisiatif ini dapat terus dikembangkan melalui kolaborasi yang berkelanjutan antara Danantara, TelkomGroup, BUMN, dan para pemangku kepentingan, sehingga mampu melahirkan inovasi yang relevan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta perekonomian Indonesia,” ujar Sigit Puji Santosa, Chief Technology Officer Danantara.
Peluncuran ini menjadi bagian dari rangkaian DTIIF 2026 yang diselenggarakan pada 26–28 Oktober 2026 dengan tema “Investing in Tomorrow: Advancing Technology, Innovation, and Sustainable Growth”. Forum yang mempertemukan pemerintah, BUMN, investor, pelaku industri, dan inovator ini menjadi ruang kolaborasi untuk mendorong pengembangan teknologi, inovasi, serta investasi strategis yang mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Pada sesi kunjungan ke booth TelkomGroup, Direktur IT Digital Telkom Kharim I. G. Siregar dan Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji memperkenalkan empat kapabilitas Sovereign Digital Technology yang membentuk ekosistem teknologi digital nasional terintegrasi.
AI Ready Data Center yang dikembangkan oleh operating company (OpCo) NeutraDC menjadi fondasi komputasi untuk mendukung pengembangan dan pengoperasian beragam model AI di Indonesia dan Asia Tenggara, dengan aspirasi ekspansi kapasitas hingga 1 gigawatt. Sementara itu, AI Model Hub menyediakan akses terpadu ke berbagai model AI untuk mendukung pemanfaatan teknologi secara aman, dengan tetap memperhatikan kendali atas data strategis nasional.
Pada kesempatan terpisah, Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno menyampaikan bahwa penguatan kapabilitas tersebut merupakan bagian dari peran TelkomGroup dalam membangun ekosistem digital nasional yang berdaya saing dan mandiri secara teknologi.
“Kemandirian digital perlu dibangun melalui penguasaan fondasi teknologi secara menyeluruh, mulai dari infrastruktur dan komputasi, pengembangan AI, hingga penerapan solusi digital yang menjawab kebutuhan sektor strategis. Penguasaan teknologi juga perlu diiringi kemampuan membangun ekosistem yang terintegrasi agar teknologi tidak hanya menjadi enabler transformasi, tetapi juga menciptakan nilai tambah dan meningkatkan daya saing nasional,” ujar Nanang.
Pada kapabilitas berikutnya, National IoT Platform dari Telkomsel mengintegrasikan konektivitas perangkat Internet of Things (IoT) dan analitik berbasis AI untuk mendukung efisiensi operasional di berbagai sektor. Dengan sekitar tiga juta perangkat IoT yang telah diterapkan di Indonesia, platform ini dapat dimanfaatkan untuk beragam kebutuhan, termasuk pemantauan, keamanan, dan peningkatan produktivitas.
Sementara itu, PaDiSera merupakan marketplace nasional besutan Danantara yang didukung melalui pemanfaatan fondasi teknologi PaDi UMKM. Sejak diluncurkan pada 2020, PaDi UMKM telah memfasilitasi lebih dari 190.000 UMKM untuk memasok kebutuhan BUMN. Pengalaman Telkom dalam membangun platform perdagangan digital menjadi modal untuk mendukung operasional PaDiSera sekaligus memperluas akses pasar bagi UMKM untuk menjangkau pasar ritel.
“TelkomGroup dan Danantara ingin memastikan manfaat transformasi digital dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk melalui perluasan akses teknologi dan peluang pasar bagi UMKM untuk tumbuh dan berkembang di era ekonomi digital,” tutup Nanang.
Partisipasi TelkomGroup dalam DTIIF 2026 menegaskan peran perusahaan dalam mendukung agenda transformasi digital nasional melalui penguatan infrastruktur, inovasi, dan kolaborasi strategis. Dengan menghubungkan kapabilitas teknologi dan kebutuhan berbagai sektor, TelkomGroup terus mendorong pemanfaatan teknologi digital yang berdaulat, berdaya saing, dan memberikan nilai tambah bagi Indonesia.
Sementara itu, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk melalui Telkom Solution mendukung Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dalam memperkuat ekosistem pengadaan digital nasional melalui pembaruan Sistem Pengadaan Secara Elektronik Versi 5 (SPSE V5). Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas proses pengadaan barang dan/atau jasa pemerintah, sekaligus memperluas peluang pelaku usaha dalam negeri.
Kepala LKPP Sarah Sadiqa menegaskan bahwa, transformasi pengadaan perlu diarahkan dari sekadar pemenuhan prosedur menuju strategi belanja yang berorientasi pada kebutuhan, kualitas, dan keberlanjutan layanan.
“Kita tidak sekadar menggabungkan paket atau mengejar harga terendah, melainkan membangun strategi belanja yang lebih cerdas (smart procurement) di mana dengan mendorong keputusan pengadaan berbasis kebutuhan, informasi pasar, dan hasil yang hendak dicapai,” ujar Sarah saat Kick Off Konsolidasi Strategi Pengadaan untuk Meningkatkan Pembangunan Nasional.
“Selain melaksanakan program peluncuran Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE V5), kita juga dibantu oleh Telkom yang mendukung kami, pengembangan sistem yang selama ini dilakukan bersama-sama LKPP dan Telkom,” jelas Sarah.
Untuk mendukung upaya tersebut, LKPP berkolaborasi dengan Telkom dalam pembaruan sistem elektronik yang menunjang proses pengadaan barang/jasa pemerintah agar lebih akuntabel. Sarah turut menyampaikan apresiasi atas dukungan Telkom dalam inisiatif ini.
Direktur Enterprise & Business Service Telkom Veranita Yosephine menyampaikan bahwa kolaborasi menjadi elemen penting dalam mempercepat transformasi digital sektor publik.
“Transformasi digital memerlukan kolaborasi, teknologi yang tepat, dan kemitraan yang kuat. Melalui inisiatif seperti SPSE V5, Telkom berkomitmen untuk mendukung LKPP dalam memperkuat ekosistem pengadaan digital Indonesia serta memajukan layanan publik yang lebih terintegrasi, efisien, dan transparan. Bersama-sama, kita terus mengakselerasi transformasi digital Indonesia,” ungkap Veranita.
SPSE V5 menghadirkan empat penguatan utama untuk mewujudkan proses yang lebih terintegrasi, yakni integrasi Akun INAPROC dengan
Manajemen Akun INAPROC, penerapan New APENDO untuk mendukung proses autentikasi dokumen penawaran, mekanisme pembayaran di luar sistem (payment outside system), serta transformasi Sistem Informasi Kinerja Penyedia (SiKaP) menjadi Manajemen Penyedia INAPROC.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat mengoptimalkan anggaran belanja pemerintah tahun 2026 yang mencapai lebih dari Rp900 triliun agar memberikan manfaat maksimal bagi pembangunan nasional. Pengadaan yang direncanakan berdasarkan kebutuhan dan informasi pasar juga menjadi salah satu upaya untuk mendukung pelaksanaan program prioritas pemerintah, khususnya di sektor infrastruktur dan digital.
Dengan integrasi data dan keterbukaan informasi mengenai kebutuhan belanja pemerintah, pelaku usaha dalam negeri, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), diharapkan memperoleh gambaran kebutuhan pasar pengadaan yang lebih jelas. Informasi tersebut dapat membantu pelaku usaha mempersiapkan kapasitas produksi dan memperbesar kesempatan untuk mengikuti proses pengadaan pemerintah.
Melalui kolaborasi bersama LKPP, Telkom Solution terus berupaya menghadirkan solusi teknologi yang relevan dengan kebutuhan sektor publik. Upaya ini menjadi bagian dari kontribusi Telkom dalam mendorong tata kelola pengadaan yang transparan, efisien, dan akuntabel, sekaligus membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi pelaku usaha nasional dalam pembangunan Indonesia.
Telkom Raih SDG Pioneer Award
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) meraih SDG Pioneer Award dalam ajang Reuters Events Global Sustainability Awards 2026 yang diselenggarakan di London, Inggris, Rabu (21/10). Penghargaan ini diberikan atas inisiatif keberlanjutan Telkom bertajuk “Pioneering Indonesia’s Path to Net Zero through Green & Blue Carbon Action”, yang mencerminkan komitmen perusahaan dalam mendukung upaya penurunan emisi dan pencapaian target net zero emission melalui pendekatan berbasis alam.
Reuters Events Global Sustainability Awards merupakan ajang internasional yang mengapresiasi perusahaan dan organisasi atas inisiatif keberlanjutan yang menghadirkan dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat. Penghargaan SDG Pioneer diberikan dalam kategori strategi dan kepemimpinan, sejalan dengan pentingnya peran dunia usaha dalam mengintegrasikan prinsip pembangunan berkelanjutan ke dalam strategi dan pelaksanaan bisnis.
Direktur Human Capital Management Telkom Willy Saelan yang menerima penghargaan secara langsung di London menyampaikan bahwa pencapaian ini menjadi dorongan bagi perusahaan untuk terus memperkuat implementasi prinsip keberlanjutan secara konsisten.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi Telkom untuk terus memperkuat inisiatif keberlanjutan yang memberikan dampak yang nyata bagi lingkungan dan masyarakat. Kami meyakini bahwa transformasi bisnis perlu berjalan selaras dengan tanggung jawab terhadap lingkungan dan sosial, sehingga kontribusi Telkom tidak hanya tercermin dalam kinerja perusahaan, tetapi juga dalam upaya mendukung pencapaian target net zero emission dan pembangunan Indonesia yang berkelanjutan,” ujar Willy.
Penghargaan ini mengakui upaya Telkom melalui inisiatif green carbon dan blue carbon dalam mendukung penyerapan karbon dan pelestarian ekosistem. Upaya tersebut sejalan dengan komitmen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Telkom melalui payung program “Bersama Jadi BISA”, yang mendorong kontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui aksi iklim, pelestarian lingkungan, serta peningkatan akses air bersih dan sanitasi layak demi menghadirkan dampak berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan.
Capaian ini menjadi pengakuan atas pendekatan keberlanjutan Telkom yang mengintegrasikan perlindungan dan pemulihan ekosistem melalui inisiatif green carbon dan blue carbon untuk mendukung penyerapan karbon serta transisi menuju ekonomi rendah karbon. Dalam kategori SDG Pioneer, Telkom bersaing dengan perusahaan-perusahaan di tingkat global yang menghadirkan inisiatif SDGs unggulan.
Keberhasilan ini menegaskan relevansi pendekatan Telkom yang selaras dengan agenda nasional dan strategi bisnis perusahaan, didukung kapabilitas internal melalui pengembangan in-house SDGs Dashboard serta dua karyawan yang telah memperoleh sertifikasi SDGs Certified Leader dari Kementerian PPN/Bappenas.
Selain meraih SDG Pioneer Award, Telkom juga masuk sebagai finalis dalam kategori Social Impact Award melalui inisiatif “Water Provision and Sanitation: from Access to Lasting Shared Value, Powered by Collaborative Innovation.” Inisiatif ini mengangkat pendekatan kolaboratif dalam memperluas akses terhadap air bersih dan sanitasi, dengan mendorong penciptaan nilai bersama yang berkelanjutan bagi masyarakat dan para pemangku kepentingan.
Kedua inisiatif tersebut merepresentasikan pendekatan keberlanjutan Telkom yang mencakup aspek lingkungan dan sosial. Di tengah tantangan perubahan iklim serta kebutuhan untuk memperluas akses terhadap layanan dasar, kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi faktor penting dalam memperkuat dampak program keberlanjutan.
Komitmen Telkom terhadap praktik bisnis berkelanjutan juga diwujudkan melalui keanggotaan aktif dalam United Nations Global Compact (UNGC) sejak 16 Juli 2026. Melalui UNGC, Telkom berupaya menerapkan Sepuluh Prinsip PBB dalam bidang hak asasi manusia, ketenagakerjaan, lingkungan, dan antikorupsi ke dalam strategi, budaya, serta operasional perusahaan.
Bagi Telkom, keberlanjutan merupakan bagian dari upaya menciptakan nilai jangka panjang bagi perusahaan dan para pemangku kepentingan. Integrasi aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola dalam strategi perusahaan diharapkan dapat memperkuat ketahanan bisnis sekaligus mendukung pertumbuhan yang bertanggung jawab.
Ke depan, Telkom akan terus memperkuat berbagai inisiatif keberlanjutan melalui kolaborasi, inovasi, dan penerapan prinsip tata kelola yang baik. Melalui langkah tersebut, Telkom berkomitmen untuk berkontribusi terhadap agenda pembangunan berkelanjutan serta mendorong terciptanya masa depan yang lebih inklusif dan ramah lingkungan.
Sekolah Rakyat
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) menghadirkan rangkaian kegiatan Connect.in-Spirasi: Yogyakarta Chapter 2026 di Sekolah Rakyat Terpadu Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 22–23 Oktober 2026. Berkolaborasi dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia, kegiatan ini melibatkan 59 guru dan 537 siswa Sekolah Rakyat melalui penguatan kompetensi tenaga pendidik, pembelajaran interaktif, sesi inspirasi, serta dukungan sarana pendidikan untuk mendorong akses belajar yang lebih inklusif dan relevan dengan perkembangan teknologi.
Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno, menyampaikan bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam membuka kesempatan bagi setiap anak untuk mengembangkan potensi dan meraih masa depan yang lebih baik. Pemanfaatan teknologi digital perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas guru dan pendampingan siswa agar manfaat transformasi digital dapat dirasakan secara lebih merata.
“Setiap anak berhak mendapatkan kesempatan untuk belajar, tumbuh, dan meraih cita-citanya. Telkom berkomitmen untuk mendukung pendidikan bukan dari sekadar menghadirkan teknologi, tetapi juga ikut membuka jalan agar para guru dapat mengajar dengan lebih nyaman dan anak-anak memiliki kesempatan yang lebih luas untuk mengenali potensi dirinya. Kami berharap apa yang dilakukan melalui Connect.in-Spirasi dan upaya kami dalam menghadirkan ekosistem pendidikan digital dapat menjadi bagian dari perjalanan adik-adik di Sekolah Rakyat untuk berani bermimpi, terus belajar, dan mempersiapkan diri membangun masa depan Indonesia,” ujar Nanang.
Kegiatan ini turut dihadiri Staf Ahli Menteri Sosial Bidang Teknologi Kesejahteraan Sosial Kementerian Sosial RI, Dr. Robben Rico, A.Md., L.L.A.J., S.H., S.T., M.Si., Senior Director Legal PT Danantara Asset Management, Dr. Inosentius Samsul, S.H., M.Hum., Penghageng Nityabudaya Kraton Yogyakarta Gusti Kanjeng Ratu Bendara, Direktur Legal & Compliance Telkom Andy Kelana, serta Kepala Sekolah Rakyat Terpadu Kulon Progo Agus Ristanto, serta jajaran guru dan pengajar.
Rangkaian kegiatan diawali pada Kamis lalu melalui Training of Trainers (ToT) yang diikuti 59 guru Sekolah Rakyat. Para peserta mendapatkan pengenalan dan demonstrasi pemanfaatan platform pembelajaran digital PIJAR serta materi penggunaan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) untuk mendukung proses belajar-mengajar.
Pelatihan ini diharapkan membantu guru memanfaatkan teknologi dalam menyusun pengalaman belajar yang lebih inovatif, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan siswa.
Pada Jumat (23/10), program Telkom Mengajar menjangkau 537 siswa Sekolah Rakyat.
Karyawan TelkomGroup berpartisipasi sebagai sukarelawan pendidikan dan berbagi pengetahuan melalui kegiatan belajar-mengajar yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan. Siswa SD–SMP mendapatkan materi STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics), sementara siswa SMA mengikuti sesi Digital Awareness. Melalui pembelajaran yang interaktif, siswa diajak mengenal sains dan teknologi, memahami penggunaan ruang digital secara bijak, serta mengembangkan rasa ingin tahu dan kreativitas.
Selain kegiatan pembelajaran, TelkomGroup menghadirkan Telkom Peduli melalui sesi inspirasi yang melibatkan sejumlah tokoh dari berbagai bidang, antara lain Kementerian Sosial RI, BP Danantara, Jamdatun RI, serta praktisi dan pimpinan perusahaan. Sesi ini memberikan kesempatan bagi siswa untuk mendengar pengalaman dan memperoleh perspektif baru mengenai masa depan, sekaligus memperluas wawasan dan menumbuhkan keyakinan dalam meraih cita-cita.
Dukungan terhadap lingkungan belajar juga diwujudkan melalui penyaluran bantuan pendidikan, meliputi buku bacaan untuk perpustakaan, paket alat sekolah bagi siswa, perangkat penunjang pembelajaran bagi guru berupa hard disk dan flash disk, voucher Telkomsel untuk mendukung kebutuhan digital, paket pembelajaran STEM, serta dukungan ekosistem digital pendidikan melalui PIJAR dan konektivitas internet Indibiz.
TelkomGroup turut menyalurkan goodie bag ramah lingkungan yang berasal dari pengolahan kembali material melalui program TESA Dropbox. Material yang digunakan dikumpulkan dari lebih dari 21 titik kantor Telkom di berbagai wilayah Indonesia, kemudian diolah melalui proses upcycling. Inisiatif ini memperkenalkan praktik pemanfaatan kembali material sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.
Staf Ahli Menteri Sosial Bidang Teknologi Kesejahteraan Sosial, Kementerian Sosial RI, Dr. Robben Rico, A.Md. LLAJ., S.H., S.T., M.Si., mengapresiasi kolaborasi Telkom dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan di Sekolah Rakyat. Sinergi antara pemerintah dan BUMN memiliki peran strategis dalam memperluas akses pendidikan berkualitas, sekaligus membuka ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi dan keterampilannya.
Kolaborasi ini juga sejalan dengan semangat Asta Cita, khususnya dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia, pendidikan, sains, teknologi, dan transformasi digital. Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran diharapkan dapat menghadirkan pengalaman belajar yang lebih menarik sekaligus membantu mempersiapkan siswa menghadapi perkembangan zaman.
Melalui program Training of Trainers bagi guru, Telkom Mengajar, dan Telkom Peduli, Telkom berupaya mengambil bagian dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berdaya. Upaya ini selaras dengan peran Telkom dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui penguatan kompetensi, pemanfaatan teknologi digital, dan kolaborasi lintas sektor.
Sejalan dengan semangat Bersama Jadi BISA Digital untuk Pendidikan yang Inklusif dan Berdaya, Telkom berharap kegiatan ini dapat memberi manfaat nyata bagi guru dan siswa Sekolah Rakyat, mulai dari memperkaya metode pembelajaran hingga memperluas wawasan dan kepercayaan diri siswa dalam mengembangkan potensi mereka.
Sementara itu, melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Telkom menghadirkan BISA PandAI Numerasi untuk memperkuat pembelajaran matematika dan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) di 100 sekolah dasar wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Program ini menjangkau Kabupaten Lebak, Banten; Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat; dan Kota Tual, Maluku, melalui penguatan kompetensi guru, penyediaan perangkat pembelajaran, serta pendampingan metode belajar yang interaktif dan aplikatif.
Berdasarkan Rapor Pendidikan Indonesia 2025, proporsi siswa SD/MI yang mencapai kompetensi minimum numerasi meningkat dari 39,04% pada 2022 menjadi 52,48% pada 2024.
Meski menunjukkan kemajuan, capaian ini menegaskan pentingnya penguatan numerasi secara berkelanjutan sebagai fondasi kemampuan berpikir logis dan pemecahan masalah siswa.
BISA PandAI Numerasi merupakan bagian dari program TJSL TelkomGroup dalam payung Bersama Jadi BISA. Inisiatif ini mengintegrasikan pelatihan dan pendampingan guru, perangkat pembelajaran numerasi dan STEM, serta praktik belajar yang mendorong siswa memahami konsep matematika melalui pengalaman langsung. Pendekatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan minat siswa terhadap matematika dan sains sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan pemecahan masalah sejak dini.
Program ini diluncurkan melalui kegiatan kick-off secara hybrid yang terpusat di Plasa Telkom Rangkasbitung, Banten, dan diikuti secara daring oleh para pendidik di Kota Tual serta Kabupaten Lombok Utara. Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Human Capital Management Telkom, Willy Saelan, serta Prof. Maila Dinia Husni Rahiem, M.A., Ph.D., selaku Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Peningkatan STEM dan Kompetensi Guru.
Willy Saelan menyampaikan bahwa penguatan numerasi dan STEM merupakan bagian penting dalam menyiapkan generasi muda yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masa depan. “Sebagai perusahaan digital, Telkom Indonesia berkomitmen menghadirkan solusi yang memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Melalui BISA PandAI Numerasi, kami tidak hanya mendukung penyediaan perangkat pembelajaran, tetapi juga memperkuat kapasitas guru dan mendorong pembelajaran yang interaktif dan aplikatif. Kami meyakini penguatan numerasi sejak dini merupakan fondasi penting bagi anak-anak Indonesia untuk berpikir kritis, memecahkan masalah, dan mengembangkan potensi mereka dalam menghadapi masa depan digital,” ujar Willy.
Prof. Maila Dinia Husni Rahiem mengapresiasi inisiatif TelkomGroup yang mengintegrasikan pelatihan numerasi dan STEM dengan pendampingan serta praktik langsung di kelas. Menurutnya, penguatan kompetensi guru perlu diikuti perubahan praktik pembelajaran dan evaluasi perkembangan kemampuan siswa agar program memberikan dampak nyata. “Saya mengapresiasi Program BISA PandAI yang memadukan pelatihan numerasi dan STEM dengan pendampingan serta praktik langsung di kelas. Kami berharap keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari jumlah guru yang mengikuti pelatihan, tetapi juga dari perubahan praktik pembelajaran dan perkembangan kemampuan murid. Semoga inisiatif ini menjadi praktik baik yang dapat diterapkan di lebih banyak sekolah,” ujar Maila.
BISA PandAI Numerasi dirancang berlangsung selama kurang lebih tiga bulan. Program diawali dengan pengenalan inisiatif dan penguatan kapasitas guru selama 17 hari melalui Training of Trainers (ToT), dilanjutkan penerapan metode pembelajaran di kelas selama dua bulan. Pada minggu ke-12, STEM Challenge Day menjadi wadah bagi guru dan siswa untuk menampilkan hasil pembelajaran serta proyek berbasis STEM. Program kemudian dilanjutkan melalui Teacher Champion, yang mendorong guru berbagi praktik baik dan memperluas penerapan metode pembelajaran inovatif.
Untuk mendukung proses tersebut, TelkomGroup menyediakan STEM lab kit bagi sekolah peserta agar siswa dapat mengeksplorasi konsep melalui kegiatan praktis dan proyek yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Bagi TelkomGroup, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah sekolah yang terlibat dan perangkat pembelajaran yang disalurkan, tetapi juga dari pemanfaatan sarana, peningkatan kompetensi guru, serta perkembangan kemampuan numerasi siswa.
Karena itu, pendampingan implementasi dan evaluasi dampak menjadi bagian penting untuk memastikan manfaat program berkelanjutan.
Melalui BISA PandAI Numerasi, TelkomGroup memperkuat kontribusinya dalam pemerataan akses terhadap pendidikan berkualitas, sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4: Pendidikan Berkualitas.
Berlandaskan semangat Bersama Jadi BISA, TelkomGroup berkomitmen menghadirkan inisiatif pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta membuka lebih banyak kesempatan bagi generasi muda Indonesia untuk belajar, berinovasi, dan berkembang. {Har)
Berikan Komentar:
Exit mobile version