Telkom Catat Pendapatan Konsolidasi Pada Laporan Keuangan Tahun Buku 2025 Sebesar Rp 146,7 Triliun

Bandung, POL | PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menutup kinerja perseroan tahun buku2025 dengan hasil yang mencerminkan keberlanjutan penciptaan nilai bagi pemegang saham, seiring dengan percepatan eksekusi agenda transformasi perusahaan. Telkom mencatat net income sebesar Rp17,8 triliun dengan net income margin 12,1%, sedangkan untuk normalized net income tercatat sebesar Rp22,7 triliun dengan normalized net income margin 15,4%.

Pencapaian ini diperoleh dari pendapatan konsolidasi perseroan yang tercatat sebesar Rp146,7 triliun. EBITDA (Laba sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi, dan Amortisasi) konsolidasi perseroan tahun 2025 tercatat Rp72,2 triliun dengan margin EBITDA sebesar 49,2%. Sementara normalized EBITDA tercatat sebesar Rp73,2 triliun dengan normalized EBITDA margin sebesar 49,9%.

Sejalan dengan arah transformasi dan penguatan fundamental, perseroan mencatat Total Shareholder Return(TSR) sebesar 35,7% sepanjang 2025, yang terdiri dari capital gain sebesar 28,4% dan dividend yield 7,3%. Hal ini mencerminkan respons positif pasar terhadap eksekusi strategi transformasi Telkom, yang turut didukung oleh kebijakan pengembalian nilai kepada pemegang saham secara konsisten melalui payout ratio sebesar 89% untuk pembayaran tahun buku 2024 serta pelaksanaan program share buyback dengan nilai maksimal Rp3 triliun yang masih berlangsung hingga Mei 2026.

Di tengah tekanan kondisi makroekonomi dan tantangan yang dihadapi sektor telekomunikasi dalam beberapa tahun terakhir, Telkom terus beradaptasi dan bertransformasi baik dari sisi strategi perusahaan, model bisnis, maupun produk dan layanan.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini, menegaskan bahwa eksekusi strategi transformasi telah menjadi fokus utama perseroan sejak 2025. “Lewat strategi TLKM 30, Telkom memantapkan arah transformasi yang lebih terstruktur untuk mengakselerasi terwujudnya visi sebagai penggerak ekosistem digital nasional yang berdaya saing global, sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.”

Melalui strategi transformasi jangka menengah TLKM 30, Telkom fokus pada eksekusi empat pilar besar, pilar pertama yakni Operational & Service Excellence, sebagai upaya memperkuat prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Hal ini juga mendorong peningkatan disiplin organisasi yang berkelanjutan, termasuk budaya kerja unggul, proses yang efisien, serta peningkatan kualitas layanan untuk mendukung pengalaman pelanggan yang lebih baik.

Pada pilar transformasi kedua, perseroan melakukan Streamlining sebagai strategi penataan portofolio non-core business agar perseroan dapat kembali mendorong kontribusi yang lebih optimal dan efisiensi operasional, serta meningkatkan keunggulan kompetitif pada core business di sektor telekomunikasi dan digital.

Implementasi strategi tersebut tercermin melalui proses divestasi AdMedika dan anak usahanya TelkoMedika yang telah mencapai tahap Conditional Sale and Purchase Agreement (CSPA) menuju divestasi penuh pada akhir paruh pertama 2026. Divestasi penuh atas AdMedika dan TelkoMedika juga akan berkontribusi terhadap peningkata narus dividen (dividend stream). Beberapa entitas dengan bisnis serupa atau tidak sesuai dengan core business di ekosistem TelkomGroup juga sedang dirampingkan.

Selanjutnya, pada pilar transformasi ketiga perseroan berfokus pada upaya peningkatan nilai tambah (Unlock Value), salah satunya melalui penguatan fondasi bisnis infrastruktur digital yaitu konektivitas fiber. Inisiatif ini ditujukan untuk meningkatkan utilisasi aset dan memaksimalkan Return on Assets (ROA), sekaligus memperluas kontribusi Telkom dalam mendukung konektivitas nasional.

Pemisahan sebagian bisnis dan aset Wholesale Fiber Connectivity kepada InfraNexia ditandai dengan penandatanganan Conditional Spin-off Agreement (CSA) pada Desember 2025 yang merupakan fase carve-out tahap pertama.

Langkah ini juga menjadi bagian dari arah transformasi menuju strategic holding yang lebih fokus pada penguatan penciptaan nilai, pengelolaan portofoliobisnis yang lebih optimal, serta percepatan eksekusi strategi secara berkelanjutan.

Sebagai pilar transformasi keempat, Telkom tengah menjalankan Modus-operandi shift, perubahan dari operating holding menjadi strategic holding, dengan melakukan delayering untuk memperkuat fokus bisnis di empatsegmen Operating Company (OpCo), yakni pada segmen B2C, B2B Infrastructure, B2B ICT, dan International.

Telkom sebagai entitas strategic holding nantinya akan berfokus pada sinergi penciptaan nilai dan penguatan tata kelola antar segmen, sementara operasional bisnis dijalankan di entitas OpCo dengan lini usaha yang terfokus. Transformasi ini diharapkan semakin memperkuat fundamental perusahaan, mengharmonisasi lini bisnis sehingga tidak terjadi tumpang tindih, sekaligus meningkatkan penciptaan nilai yang berkelanjutan.

Sebagai tindak lanjut agenda total governance reset yang diamanatkan Danantara Indonesia, Telkom melakukan penyelarasan kebijakan akuntansi guna meningkatkan akurasi penyajian laporan keuangan, termasuk memastikan prinsip yang digunakan dalam menentukan satuan masa manfaat dan klasifikasi aset menjadi lebih tepat.

Hal ini menyebabkan performa laba bersih mengalami kontraksi sebesar 9,5% YoY, sebagai dampak peningkatan beban percepatan depresiasi. Seiring penerapan kebijakan tersebut, perseroan turut melakukan restatement atas laporan keuangan tahun 2023 dan 2024.

Inisiatif ini sekaligus memperkuat praktik tata kelola yang transparan, prinsip kehati-hatian, dan disiplin dalam pengelolaan aset, sejalan dengan implementasi pilar pertama TLKM 30, yakni Operational and Service Excellence.

Segmen B2C (Mobile dan Fixed Broadband) masih menjadi salah satu kontributor utama pendapatan perseroan. Telkomsel sebagai OpCo yang fokus pada segmen B2C berhasil membukukan pendapatan tahun buku 2025sebesar Rp109,2 triliun secara konsolidasian. Meningkatnya kebutuhan masyarakat akan layanan digital berkualitas mendorong kenaikan signifikan trafik data sebesar 15% YoY. Average Revenue Per User (ARPU) juga bergerak ke arah pemulihan positif yang menunjukkan kondisi pasar yang lebih stabil mulai dari paruh kedua 2025 dan diperkirakan secara bertahap akan terus meningkat, sejalan dengan kompetisi industri yang lebih sehat.

Sehingga di tahun 2026, Telkomsel akan terus fokus menjaga ARPU melalui penyesuaian harga yang tepat sasaran dan memastikan keunggulan kualitas jaringan guna menekan angka perpindahan pelanggan. Langkah ini diiringi dengan penguatan ekosistem digital agar layanan Telkomsel tetap relevan bagi masyarakat. Di sisi lain, ekspansi layanan internet rumah kini dilakukan secara lebih tajam dengan memperhatikan kemampuan belanja masyarakat serta memastikan efektivitas pemanfaatan modal untuk menjaga pertumbuhan perusahaan yang sehat secara jangka panjang.
Pada segmen B2B Infrastructure, melalui sinergi kekuatan dan kepemilikan infrastruktur yang ekstensif, TelkomGroup terus mempercepat pembangunan infrastruktur digital nasional. Mulai dari backbone serat optik dengan total lebih dari 210.000 km, menara telekomunikasi yang tersebar di seluruh nusantara, layanan data center dan cloud, dan konektivitas satelit untuk menjangkau area blank spot dan wilayah geografis yang menantang. Langkah ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung ketahanan digital Indonesia yang inklusif.
Selaras dengan strategi transformasi dan penguatan posisi sebagai perusahaan telekomunikasi digital terdepan di Indonesia, pendapatan perseroan dari segmen B2B Infrastructure sebesar Rp8,9 triliun, tumbuh 9,2% YoY yang ditopang oleh bisnis data center dan ekspansi bisnis fiber.
Pendapatan bisnis data center diperoleh dari dua fasilitas hyperscale data center di Cikarang dan Singapura, tiga fasilitas enterprise data center di Serpong, Surabaya dan Sentul, dan dua fasilitas co- location data center di Singapura yang seluruhnya dikelola oleh NeutraDC. Selain itu, TelkomGroup juga mengoperasikan 28 fasilitas edge data center NeuCentrIX dengan skala dan kapasitas lebih kecil guna mendukung kebutuhan layanan data center dan cloud yang lebih dekat dengan pengguna.
Pada bisnis menara telekomunikasi dan Fiber-to-the-tower (FTTT), Mitratel membukukan pendapatan sebesarRp9,5 triliun dengan net income margin sebesar 22,2% dan EBITDA margin 82,2%. Kinerja tersebut didukung oleh rasio jumlah penyewa sebesar 1,57x atas kepemilikan dari sebanyak 40.230 menara telekomunikasi, yang menjadikan Mitratel sebagai perusahaan menara telekomunikasi terbesar di Asia Tenggara.
Selanjutnya, pada bisnis Wholesale & International Service, perseroan berhasil mencatat pendapatan sebesarRp10,7 triliun. Hingga saat ini, TelkomGroup melalui Telin telah tergabung dalam 27 sistem kabel laut internasional.
Pada segmen B2B ICT, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp15,3 triliun yang terdiri dari bisnis Konektivitas, Manage Solution dan Digital. Dengan adanya kebijakan efisiensi pemerintah yang berdampak pada penurunan permintaan terhadap solusi korporasi, yang didominasi oleh pelanggan pemerintahan, korporasi besar, swasta, dan UKM, Telkom tetap optimistis terhadap potensi pertumbuhan dan mendorong inovasi dan penguatan kapabilitas. Salah satunya melalui layanan dan solusi Connectivity+, Cybersecurity, Artificial Intelligence (AI), serta mendorong pengembangan melalui kemitraan strategis dengan pemain teknologi global.
Pertumbuhan bisnis infrastruktur didorong oleh konsistensi TelkomGroup dalam menjaga disiplin investasi, dengan realisasi belanja modal di tahun 2025 sebesar Rp27,5 triliun atau 18,8% dari total pendapatan. Mayoritas belanja modal sebesar 93% dialokasikan untuk perluasan infrastruktur segmen B2C, B2B Infrastructure, dan Internasional. Sementara investasi yang tersisa dialokasikan untuk mendukung pengembangan platform digital dengan tetap mengoptimalkan synergy value.
“Sepanjang tahun 2025 Telkom telah berhasil menjaga kinerja yang stabil berkat strategi transformasi TLKM 30. Di tahun 2026, Telkom berada pada fase penting dalam mengakselerasi dan melanjutkan eksekusi transformasi. Dengan disiplin operasional, kami semakin yakin dapat memperkuat daya saing dan menciptakan nilai yang berkelanjutan. Ke depan, Telkom akan terus melangkah dengan arah yang lebih terstruktur untuk menghadirkankinerja yang semakin solid serta memberikan manfaat optimal bagi seluruh pemangku kepentingan,” tutup Dian.
Perkuat Fondasi Kemandirian Digital Bangsa
Sementara itu pada Rabu (20/5) di Telkom Landmark Tower, Jakarta menggelar Indonesia Tech Sovereignty Forum 2026 bertajuk “The Rise of Indonesia Tech Sovereignty” . Forum ini menjadi ruang kolaborasi strategis lintas sektor untuk memperkuat arah kedaulatan teknologi Indonesia melalui tiga pilar utama, yakni Cloud Sovereignty, AI Sovereignty, dan Cybersecurity Sovereignty, guna mendorong pengembangan ekosistem digital nasional yang lebih mandiri, aman, dan berdaya saing.
Pada kesempatan itu, turut hadir dalam forum ini Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital RI Edwin Hidayat Abdullah, Managing Director Strategic Technology Initiatives Danantara Indonesia Ricardo Irwan Rei, Deputi IV Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN Slamet Aji Pamungkas, Direktur Strategic Business Development and Portfolio Telkom Seno Soemadji, dan Managing Director Gen AI Lead, Sovereign AI Lead for Accenture APAC Kunal Shah. Keterlibatan para pemangku kepentingan tersebut mencerminkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat arah kedaulatan teknologi Indonesia, sekaligus mendorong pengembangan ekosistem digital nasional yang lebih adaptif dan berkelanjutan di tengah percepatan transformasi digital global.
Seiring meningkatnya adopsi teknologi digital, isu sovereignty semakin menjadi perhatian di banyak negara. Ketergantungan terhadap infrastruktur, platform, dan teknologi global dinilai tidak lagi hanya berkaitan dengan aspek teknologi, tetapi juga menyangkut ketahanan ekonomi, keamanan data, hingga kepentingan strategis nasional.

Kondisi tersebut semakin menegaskan pentingnya penguatan sovereign digital ecosystem untuk memastikan data, infrastruktur, kapabilitas AI, serta keamanan digital nasional tetap berada dalam kepentingan, hukum, dan kendali negara.

Melalui forum ini, Telkom mendorong penguatan kolaborasi nasional agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar digital, tetapi juga dapat mengembangkan, mengelola, dan memonetisasi aset serta kapabilitas digital nasional. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai ekonomi digital global.

Melalui Indonesia Tech Sovereignty Forum 2026, Telkom berharap dapat mendorong lahirnya kolaborasi dan gerakan bersama menuju kedaulatan teknologi Indonesia, sekaligus memperkuat fondasi digital nasional yang mampu menciptakan nilai ekonomi, peluang inovasi, dan daya saing yang berkelanjutan di tingkat regional maupun global.

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital RI Edwin Hidayat Abdullah, menyampaikan, “Transformasi digital nasional tidak hanya berbicara mengenai percepatan adopsi teknologi, tetapi juga bagaimana Indonesia memiliki kapasitas, ketahanan, dan kendali terhadap infrastruktur serta ekosistem digitalnya sendiri. Kolaborasi lintas sektor menjadi sangat penting agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi global, tetapi juga mampu membangun kapabilitas digital nasional yang kuat dan berkelanjutan,” ujar Edwin.

Dari sisi keamanan siber dan perlindungan data nasional, Deputi IV Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN Slamet Aji Pamungkas menekankan pentingnya penguatan kendali nasional terhadap data dan sistem digital strategis. “Data strategis nasional perlu dikelola dan berada dalam yurisdiksi Indonesia agar operasional, ownership, dan aspek pengamanannya dapat dikendalikan secara optimal. Termasuk di dalamnya penguasaan terhadap sistem enkripsi sebagai bagian penting dalam menjaga keamanan data nasional, dengan tetap terbuka terhadap perkembangan teknologi global,” tandasnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji mengatakan bahwa momentum transformasi digital Indonesia harus menjadi titik balik untuk memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem teknologi global.

“Indonesia memiliki peluang besar untuk tidak hanya menjadi pasar digital, tetapi juga menjadi bagian penting dalam pembangunan ekosistem teknologi regional. Karena itu, penguatan cloud, AI, dan cybersecurity Indonesia menjadi fondasi penting agar data, intelligence, dan nilai ekonomi digital nasional dapat tumbuh serta memberikan manfaat lebih besar bagi Indonesia sendiri,” pungkas Seno.

Indonesia Tech Sovereignty Forum 2026 mengangkat berbagai isu strategis mulai dari sovereign cloud infrastructure, pengembangan AI berbasis konteks Indonesia, penguatan ketahanan siber nasional, hingga pembangunan kapasitas talenta digital nasional sebagai upaya memperkuat kemandirian dan daya saing teknologi Indonesia secara berkelanjutan.

Selain menjadi wadah dialog strategis lintas sektor, Indonesia Tech Sovereignty Forum 2026 juga menandai peluncuran Charter of Digital Sovereignty sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat pengembangan ekosistem teknologi nasional.

Pada kesempatan tersebut, Telkom turut memperkenalkan inisiatif AdyaCakra sebagai bagian dari pengembangan sovereign cloud, sovereign AI, dan sovereign cybersecurity guna mendorong peran Indonesia sebagai pengembang dan penggerak ekosistem digital regional.

“AdyaCakra diharapkan dapat menjadi bagian dari kontribusi Telkom dalam memperkuat fondasi digital sovereignty Indonesia, sekaligus mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional melalui pengembangan ekosistem ekonomi digital yang lebih kuat, adaptif, dan berdaya saing global,” tambah Seno.

Sebagai bagian dari arah strategi transformasi TLKM 30, Telkom terus memperkuat perannya sebagai orkestrator ekosistem digital nasional melalui pengembangan infrastruktur digital, platform, dan kapabilitas teknologi guna mendukung kebutuhan pasar akan layanan digital yang semakin meningkat secara optimal.

Visi kedaulatan teknologi ini sejalan dengan langkah nyata Telkom dalam mengadopsi dan mengembangkan kapabilitas AI melalui lima pilar AI Center of Excellence (AI CoE). Untuk membangun ekosistem AI nasional, Telkom berkolaborasi dengan kampus untuk riset dan pengembangan talenta (AI Campus), ruang kreasi bagi developer (AI Playground), wadah kumpul komunitas (AI Connect), penyediaan solusi yang sudah teruji untuk masyarakat dan industri (AI Hub), hingga penerapan AI di internal perusahaan (AI Native).

Melalui inisiatif yang berkesinambungan, Telkom tidak hanya memperkuat perlindungan data dan kedaulatan digital nasional, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat dan industri.

Anak perusahaan Telkom (Telkom Solution) berkomitmen mendukung percepatan transformasi digital Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui penyediaan solusi digital terintegrasi berbasis cloud, artificial intelligence (AI), dan cybersecurity. Kegiatan tersebut dihadiri oleh 50 Chief Technology Officer (CTO) lintas sektor BUMN dan menjadi forum strategis untuk memperkuat kolaborasi serta akselerasi transformasi digital nasional.

Fokus utama kegiatan ini adalah mendorong integrasi sistem organisasi, aplikasi, dan platform data secara andal guna meningkatkan efektivitas operasional dan daya saing BUMN di era ekonomi digital.

Melalui Telkom Solution, Telkom menghadirkan ekosistem solusi digital yang dirancang untuk menjawab kebutuhan transformasi digital BUMN secara end-to-end, mulai dari konektivitas digital, layanan cloud, keamanan siber, hingga inovasi berbasis AI. Solusi tersebut telah diimplementasikan di berbagai sektor industri dan mendukung peningkatan efisiensi, produktivitas, serta kualitas layanan perusahaan.

Direktur Enterprise & Business Service Telkom, Veranita Yosephine, menyampaikan bahwa Telkom siap memperkuat sinergi antar BUMN melalui solusi digital yang relevan dan berkelanjutan. “Sebagai perusahaan digital nasional dengan kapabilitas dan ekosistem yang terintegrasi, Telkom mendukung transformasi digital BUMN melalui Telkom Solution yang menghadirkan solusi sesuai kebutuhan bisnis, termasuk pemanfaatan otomasi dan AI untuk meningkatkan produktivitas serta kinerja operasional perusahaan,” ujar Veranita.

Ia menambahkan bahwa operasional BUMN di era digital tidak hanya membutuhkan sistem yang terkoneksi secara real-time, tetapi juga perlindungan data dan keamanan siber yang andal. Oleh karena itu, Telkom Solution menghadirkan solusi berbasis AI dan cybersecurity yang didukung oleh mitra global dengan kemampuan perlindungan menyeluruh, deteksi proaktif, serta respons keamanan 24/7.

Sementara itu, Direktur IT Digital Telkom, Faizal Rochmad Djoemadi, menjelaskan bahwa Telkom memiliki tiga fondasi utama dalam mendukung transformasi digital nasional, yaitu story, capability, dan sovereignty. Menurutnya, kolaborasi antar-BUMN menjadi momentum penting dalam membangun shared digital capability yang mampu menciptakan nilai tambah dan dampak ekonomi berkelanjutan bagi Indonesia.

“Kami memiliki pengalaman dalam membangun dan mengelola transformasi digital berskala nasional dengan kapabilitas end-to-end mulai dari AI, IoT, cloud, hingga cybersecurity. Ke depan, pembangunan Indonesia perlu didukung oleh kedaulatan digital nasional, di mana data, platform, dan inovasi strategis dapat dikelola secara mandiri, aman, dan berkelanjutan di dalam negeri,” jelas Faizal.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, Seno Soemadji, menekankan pentingnya pembangunan ekosistem digital yang terintegrasi sebagai fondasi utama transformasi digital BUMN.

Menurut Seno, integrasi teknologi cloud, AI, dan konektivitas menjadi faktor strategis dalam menciptakan nilai jangka panjang sekaligus memperkuat kedaulatan digital nasional.

Ia juga menyoroti tingginya ketergantungan terhadap platform digital global di tengah meningkatnya kebutuhan pengolahan data berbasis AI, dinamika regulasi, serta tantangan geopolitik global yang semakin kompleks.

“Telkom mengambil peran sebagai backbone digital nasional dengan memperkuat kapabilitas sovereign cloud, sovereignAI, dan sovereign cybersecurity. Langkah ini tidak hanya bertujuan menjaga keamanan dan kontrol data strategis nasional, tetapi juga membuka peluang monetisasi data, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan sumber pertumbuhan baru bagi BUMN,” ujar Seno.

Dengan dukungan kapabilitas digital dan ICT yang dimiliki, Telkom optimistis transformasi digital BUMN dapat berjalan secara lebih terintegrasi, mulai dari pengelolaan data, aplikasi, infrastruktur, hingga proses bisnis perusahaan. Pendekatan tersebut diyakini mampu meningkatkan efisiensi serta daya saing BUMN sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam membangun kedaulatan digital nasional.
TelkomGroup Salurkan 910 Hewan Kurban di Hari Raya Iduladha

Dalam rangka memperingati Hari Raya Iduladha 1447 H, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Mengusung tema “Semangat Qurban Bisa sebagai Jalan Transformasi Ketaqwaan Sosial”, TelkomGroup bersama anak usahanya, termasuk Telkomsel, menyalurkan sebanyak 910 hewan kurban yang terdiri dari 232 ekor sapi dan 678 ekor kambing/domba kepada masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

Secara keseluruhan, hewan kurban dengan total bobot mencapai 114.739 kilogram tersebut akan didistribusikan kepada 62.469 penerima manfaat yang terdiri dari masyarakat dhuafa, warga di sekitar wilayah operasional perusahaan, hingga kelompok masyarakat rentan dan terdampak bencana.

Distribusi hewan kurban dilakukan secara kolaboratif oleh TelkomGroup melalui Telkom, Telkomsel, gabungan anak perusahaan, serta partisipasi karyawan. Dari total distribusi tersebut, Telkom menyalurkan 185 hewan kurban, Telkomsel sebanyak 459 hewan kurban, gabungan anak perusahaan sebanyak 148 hewan kurban, serta kontribusi karyawan sebanyak 118 hewan kurban.

Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, hadir langsung dalam kegiatan simbolis penyerahan bantuan hewan kurban di Vertical Garden Telkom Hub pada Jumat 22 Mei 2025 didampingi Direktur Human Capital Management Telkom Willy Saelan, Direktur Utama Telkomsel Nugroho, Direktur Human Capital Management Telkomsel Indrawan Ditapradana, perwakilan Majelis Ta’lim TelkomGroup (MTTG), LAZISMU, LAZISNU, serta perwakilan penerima manfaat, termasuk komunitas warga pemulung Bantar Gebang, Bekasi.

Dalam kesempatan tersebut, Dian menyampaikan bahwa momentum Iduladha menjadi pengingat pentingnya semangat kepedulian dan gotong royong untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. “Hari Raya Iduladha merupakan momentum yang tepat bagi kita untuk meningkatkan kepedulian dan menumbuhkan semangat keikhlasan melalui sinergi seluruh elemen TelkomGroup. Melalui penyaluran hewan kurban ini, kami ingin memastikan bahwa kebahagiaan Iduladha dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat, terutama kelompok rentan dan saudara-saudara kita yang terdampak bencana alam,” ujar Dian Siswarini.

Direktur Human Capital Management Telkom, Willy Saelan, menambahkan, “Semangat berbagi dalam momentum Iduladha ini juga menjadi refleksi nilai budaya perusahaan yang menempatkan kepedulian sosial sebagai bagian penting dari karakter insan TelkomGroup. Melalui kolaborasi seluruh karyawan, anak perusahaan, dan berbagai pihak, kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat luas sekaligus memperkuat nilai kebersamaan antara perusahaan dan masyarakat,”.

Pelaksanaan program kurban di lingkungan TelkomGroup turut melibatkan MTTG Pusat, MTTG Regional, hingga MTTG Witel di berbagai daerah. Sementara itu, proses penyembelihan dan distribusi hewan kurban dilakukan sesuai dengan anjuran pemerintah dan menyesuaikan kondisi masing-masing wilayah.

Kehadiran program kurban TelkomGroup pun disambut positif oleh masyarakat penerima manfaat. Salah satunya perwakilan komunitas warga pemulung Bantar Gebang, Sawunggaling, yang menyampaikan apresiasinya atas bantuan yang diterima. “Alhamdulillah, kami berterima kasih kepada TelkomGroup atas bantuan daging kurban yang diberikan. Bantuan ini sangat berarti bagi kami dan semoga manfaatnya dapat dirasakan oleh semakin banyak masyarakat,” ungkap Sawunggaling.

Program kurban ini merupakan bagian dari implementasi program TJSL TelkomGroup yang berfokus pada penciptaan dampak sosial berkelanjutan melalui penguatan nilai kepedulian, gotong royong, dan kebermanfaatan bagi masyarakat.

Melalui kegiatan ini, TelkomGroup tidak hanya menjalankan tanggung jawab perusahaan, tetapi juga memperkuat komitmen perusahaan untuk terus hadir dan tumbuh bersama masyarakat.

Melalui program kurban ini, TelkomGroup berharap dapat terus memberikan dampak sosial yang nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat peran perusahaan sebagai entitas bisnis yang berkomitmen terhadap keberlanjutan, nilai kemanusiaan, dan pembangunan sosial yang inklusif. (Har/Telk)

Berikan Komentar:
Exit mobile version