• Redaksi
  • Hubungi Kami
Selasa, 24 Februari 2026
perjuanganonline.com
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
perjuanganonline.com
No Result
View All Result
Home Politik

Megawati Jabat Ketua Dewan Pengarah, Natalius Sebut BPIP Diisi Pelaku Makar

Editor: admin
Senin, 29 Juni 2020
Kanal: Politik

Editor:admin

Senin, 29 Juni 2020
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram

Jakarta, POL | Wacana Penguatan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) melalui Rancangan Undang-undang Tentang Haluan Ideologi Negara dikritik sejumlah kalangan.

Aktivis HAM asal Papua Natalius Pigai termasuk yang mengkritik keberadaan BPIP ditambah dengan RUU HIP, hanya menambah kegaduhan dimasyarakat.

Pigai bahkan dengan lantang mengatakan kalau kehadiran BPIP merupakan hasil dari pembagian kue kekuasan pemerintahan Jokowi.

Menurutnya, sebelum BPIP dibentuk Pemerintahan Jokowi sudah membagi kue kekuasaan kepada kroni kroninya.

“Sebelum BPIP itu lahir, berdasarkan data yang saya miliki ada 2.200 lebih jabatan yang Jokowi bisa bagi-bagi kue kekuasan ke kroni-kroninya,” kata Pigai melalui cuitan di akun Twitter miliknya, Minggu (28//06/2020).

Pigai juga menuturkan kalau jabatan yang diberikan pada kroni kroninya merupakan orang yang kurang kompoten maka dibuatlah lembaga lembaga baru.

“Karena mereka bodoh dan tidak profesional, maka lembaga-lembaga baru dibuat-buat,” tuturnya.

Pigai menilai kalau mereka yang berada di BPIP adalah orang-orang bermasalah, dan dirinya pun mendukung agar lembaga ini dibubarkan.

“Lebih parah lagi BPIP diisi oleh orang-orang pelaku makar terhadap Pancasila,” tandasnya.

Diketahui tahun 2020, BPIP mendapat anggaran sebesar Rp 216,7 miliar. Namun anggaran itu dipotong untuk penanganan Covid-19 hingga tersisa Rp 160 miliar.

BPIP sendiri merupakan lembaga yang dibentuk sejak tahun 2017 lalu. Dengan struktur Ketua Dewan Pengarah, Megawati Soekarnoputri dan Kepala Yudian Wahyudi.

Sementara anggota Dewan Pengarah BPIP terdiri dari Try Sutrisno, Ahmad Syafii Maarif, Said Aqil Siradj, Mahfud MD, Sudhamek, Andreas Anangguru Yewangoe, Wisnu Bawa Tenaya dan Rikard Bagun. (fajar)

Berikan Komentar:
Print Friendly, PDF & Email
Tags: BPIPKontroversi RUU HIPNatalius Pigai
Berita sebelumnya

Ternyata, Ini yang Dikhawatirkan Jokowi dari Para Menterinya

Berita selanjutnya

Akhyar: Ayo Donor Darah untuk Kesehatan Diri dan Kemanusiaan

TERBARU

Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Toba Freddy VZ Pasaribu, S.H, M.H pada saat Ekspose Perkara di rumah Restorative Justice Cabang Kejaksaan Negeri Toba di Sopo Adhyaksa Batak Na raja Porsea. (Ist)

Kacab Jari Toba Samosir Berhasil Fasilitasi Tersangka dengan Korban Melalui Restorative Justice

Selasa, 24 Februari 2026

Warga Buta Hukum, Asuransi Jasa Raharja Hilang

Selasa, 24 Februari 2026

Malam Penuh Berkah di Bulan Ramadhan, Rico Waas Perkuat Ukhuwah Lewat Tarawih Bersama Warga Medan Selayang

Selasa, 24 Februari 2026
  • Hubungi Kami
  • Redaksi
  • Sitemap
  • Pedoman Cyber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd