Jakarta, POL | RIVALITAS Inggris dan Argentina kembali tersaji di panggung Piala Dunia 2026. Kedua tim akan memperebutkan satu tiket ke final Piala Dunia 2026 dalam pertandingan semifinal di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Amerika Serikat, Kamis dinihari, 16 Juli 2026, pukul 02.00 WIB. Laga ini menjadi pertemuan keenam kedua negara di putaran final Piala Dunia.
Jika dihitung berdasarkan peluang lolos ke final, Inggris sedikit lebih diunggulkan. Tim asuhan Thomas Tuchel memiliki probabilitas kemenangan sebesar 52,9 persen, sedangkan Argentina memiliki peluang 47,1 persen.
Inggris Bertumpu pada Kane dan Bellingham
Inggris memastikan tempat di semifinal setelah bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan Norwegia 2-1 melalui babak perpanjangan waktu. Jude Bellingham menjadi bintang kemenangan setelah mencetak dua gol. Gelandang Real Madrid itu kini telah mencetak dua gol dalam masing-masing dua pertandingan Piala Dunia terakhirnya. Sementara Harry Kane juga tampil konsisten dan telah mengoleksi enam gol sepanjang turnamen.
Keberhasilan mencapai semifinal juga memperpanjang tren positif Inggris. Sejak 2018, The Three Lions telah empat kali menembus semifinal turnamen besar, yakni Piala Dunia dan Piala Eropa, menyamai jumlah semifinal yang mereka capai sepanjang sejarah sebelumnya.
Pelatih Thomas Tuchel kini berpeluang mengakhiri penantian Inggris selama 60 tahun untuk kembali menjuarai turnamen besar. Ia juga berpeluang menjadi pelatih asing keempat yang mampu membawa sebuah negara ke final Piala Dunia setelah Ernst Happel, yang membawa Belanda ke final pada 1978.
Argentina Andalkan Messi dan Lini Depan Tersubur
Argentina datang sebagai tim paling produktif di Piala Dunia 2026 dengan koleksi 17 gol. Satu gol tambahan akan menyamai rekor nasional mereka, yakni 18 gol dalam satu edisi Piala Dunia yang dicatatkan pada 1930.
Lionel Messi menjadi motor serangan La Albiceleste. Kapten Argentina itu telah mencetak delapan gol, jumlah yang sama dengan Kylian Mbappe dari Prancis. Saat menghadapi Swiss di perempat final, Messi memang gagal mencetak gol, tetapi menyumbang assist untuk gol Alexis Mac Allister.
Menurut Opta, Messi menjadi pemain kedua sejak 1966 yang mampu mencatat sedikitnya 10 kontribusi gol dalam dua edisi Piala Dunia, setelah Mbappe. Argentina juga mencatat enam kemenangan beruntun, rekor kemenangan terpanjang mereka sepanjang sejarah Piala Dunia.
Juara Bertahan yang Masih Memiliki Celah
Sebagai juara bertahan, Argentina memiliki modal sejarah yang kuat. Mereka telah tiga kali menjuarai Piala Dunia dan selalu lolos ke final dalam lima penampilan sebelumnya di semifinal. Scaloni juga berpeluang menjadi pelatih Argentina kedua setelah Carlos Bilardo yang membawa negaranya tampil di dua final Piala Dunia.
Meski demikian, penampilan Argentina belum sepenuhnya meyakinkan. Saat menyingkirkan Swiss, mereka beberapa kali kesulitan menguasai permainan dan bertahan. “Sejujurnya, keberuntungan berpihak kepada kami hari ini. Itulah kenyataannya,” kata Scaloni.
Pelatih Inggris Thomas Tuchel pun mengakui timnya juga belum tampil maksimal ketika mengalahkan Norwegia. “Saya tidak senang dengan penampilan kami. Hari ini kami beruntung,” ujar Tuchel.
Rekor Pertemuan
Inggris memiliki catatan yang lebih baik dalam pertemuan melawan Argentina. Dari 14 pertandingan, Inggris meraih enam kemenangan, enam hasil imbang, dan hanya dua kali kalah.
Kekalahan terakhir Inggris dari Argentina dalam waktu normal terjadi di Piala Dunia 1986 melalui pertandingan yang dikenang karena gol kontroversial “Hand of God” Diego Maradona. Sejak saat itu, Inggris tidak pernah kalah dari Argentina dalam 90 menit pada lima pertemuan terakhir.
Semifinal ini menjadi pertemuan keenam kedua negara di Piala Dunia. Bagi Argentina, Inggris menjadi salah satu lawan yang paling sering mereka hadapi di turnamen tersebut. Menurut The Athletic, duel Inggris versus Argentina bukan sekadar perebutan tiket final, tetapi juga babak terbaru dari salah satu rivalitas paling ikonik dalam sejarah sepak bola dunia. (tmp)







