Pelatih Shin Tae-yong dan PSSI Sudah Ribut

** Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Masih Jauh

Medan, POL | Jangankan bicara kualitas Timnas apalagi berprestasi, turnamen sepakbola bergengsi tingkat Asia dan dunia masih sangat jauh, tiba-tiba PSSI dan pelatih timnas asal Korea Selatan Shin Tae-yong sudah ‘ribut’ soal tempat pemusatan latihan apakah di Indonesia atau di Korea Selatan.

Ada pengamat menyatakan kondisi ini akan berujung hanya ada dua pilihan bagi Shin Taer-yong yang sukses membawa Korsel ke Piala Dunia yakni mundur atau dipecat! Padahal Kemenpora sendiri menyatakan, tidak pernah melarang Timnas pemusatan latihan di Korsel.

Dikhabarkan pula, Shin sempat protes dengan gaji terlambat yang diberikan oleh PSSI kepadanya. Selain itu, gaji pelatih 53 tahun itu dipotong 50 persen. Kendati demikian, Shin memaklumi hal tersebut dan PSSI juga menyadari adanya permasalahan pendapatan sehingga gaji terlambat.

Drama baru antara pelatih timnas Indonesia, menurut pengamat sepak bola, Tommy Welly, Shin Tae-yong hanya punya dua pilihan yakni dipecat atau mundur dari pelatih timnas Indonesia.

Melalui media Korea Selatan, Never Sports, Shin Tae-yong secara buka-bukaan menyampaikan kiritik kepada PSSI terkait ketidakpuasannya.

Shin Tae-yong menyampaikan bahwa visi dan misi dari PSSI sudah tidak lagi sama dan ada beberapa faktor lain yang membuatnya berbicara secara terbuka seperti itu.

Salah satu faktor Shin Tae-yong tidak puas yakni dengan menyebutkan salah satu nama pelatih lokal, yaitu Indra Sjafri. Shin Tae-yong merasa bingung dengan keputusan PSSI yang mengangkatnya menjadi direktur teknik timnas Indonesia.

Pasalnya, Indra Sjafri sebelumnya dikeluarkan oleh Shin Tae-yong dari jajaran pelatih timnas Indonesia. Indra Sjafri langsung mengklarifikasi dan menceritakan duduk perkara permasalahannya dengan Shin Tae-yong seperti apa.

Semua berawal setelah pulang dari Pemusatan Latihan (TC) timnas U-19 Indonesia di Thailand. Saat itu Indra Sjafri mengatakan ia harus pulang terlebih dahulu ketika sampai di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang.

Tommy Welly mengaku, pelatih sekelas Shin Tae-yong tentu saja telah memikirkan dan mempertimbangkan segalanya untuk membuatnya berbicara terbuka dengan media Korea Selatan.
“Pasti antara PSSI dan coach Shin sudah tidak sesuai, apalagi dia bilang, visi misi nya sudah beda dari pertama dia tanda tangan kontrak,” kata Tommy Welly .

“Kalau visi misi sudah beda berarti kan ada proses perjalanan yang membuat dia sudah tidak nyaman. Makanya diungkapkan itu secara blak-blakan,” ucapnya. Menurutnya ketidaknyamanan itu bisa hadir dari mana saja.

Tetapi kalau sudah ada satu nama yang disebutkan, tentu saja itu satu faktornya. Mendapatkan kritikan keras dari Shin Tae-yong PSSI bukannya berbebenah apa yang seharusnya diperbaiki.

Akan tetapi PSSI malah merespon dengan hal yang salah. PSSI menggelar konferensi pers dan mengenalkan Satgas Timnas Indonesia untuk menindaklanjuti jika nantinya Shin Tae-yong tak datang ke Indonesia.

Satgas dibentuk setelah Shin Tae-yong mengungkapkan harapannya agar timnas U-19 Indonesia bisa menggelar TC di Korea Selatan. Namun PSSI tidak mengabulkannya dan meminta Shin Tae-yong untuk menggelar TC di Jakarta.

“Kalau PSSI sejak awal percaya Shin Tae-yong, jelas ini tidak akan seperti ini. Sudah pasti bisa dibicarakan secara baik-baik.”

Menurutnya, Shin Tae-yong memulai karier sepak bola dari seorang pemain sampai jadi pelatih, dan dia dibesarkan oleh sepak bola yang begitu kuat. Bisa dilihat bagaimana Korea Selatan sejak 1986 hingga saat ini tidak pernah gagal meloloskan timnya di Piala Dunia.

Saat berbicara Macannya Asia tentu saja Korea Selatan hingga saat ini. Apalagi Satgas dibentuk menurut PSSI untuk mengevaluasi kinerja pelatih timnas Indonesia dan juga pemain.

Tentu saja hal itu bakal membuat Shin Tae-yong merasa semakin tidak nyaman. Sebagaimana diketahui, Shin Tae-yong telah membawa Korea Selatan masuk Perempat Final Olimpiade Rio 2016, perempat final Piala Dunia U-20 2017, dan mengalahkan Jerman di Piala Dunia 2018.

“Mau di evaluasi lagi, siapa yang mau mengevaluasi dia?, orang dia sekelasnya sudah Champions Asia dan berkali-kali di Piala Dunia.”

“‘Siapa kamu’ kalau menurut Shin Tae-yong. Yang ada itu orang yang bakal mengevaluasi harusnya berada di posisi lebih tinggi atau minimal berada di posisi yang sama,” katanya.

“Saya memprediksi dan semoga salah. Dengan adanya satgas ini membuat suhu semakin panas dan runcing. Dan dugaannya juga, ya semoga salah juga. Pilihannya Shin Tae-yong itu hanya ada dua, kalau tidak dipecat ya mundur.”

“Kesimpulannya, ini hal yang sangat memalukan, ternyata harapan besar waktu itu yang disodorkan oleh publik oleh adanya sosok Shin Tae-yong, tapi federasi belum bisa memimpin secara berkelas,” tutur Towel.

Ini Kata Kemenpora

Kementerian Pemuda dan Olahraga ( Kemenpora) angkat bicara terkait keinginan Shin Tae-yong ingin mengelar pemusatan latihan (TC) timnas U-19 di negaranya, Korea Selatan. Seperti diketahui, beberapa hari belakangan ini muncul dilema terkait lokasi TC timnas Indonesia U-19.

Dilema tersebut setelah adanya perbedaan pandangan antara PSSI dan Shin Tae-yong selaku manajer timnas Garuda.

Shin Tae-yong mengatakan dirinya telah mengusulkan kepada PSSI agar TC digelar di negaranya.

PSSI meminta agar TC timnas Indonesia U-19 digelar di Indonesia. Padahal usulan Shin Tae-yong itu bukan tanpa alasan. Sebab, menurut mantan pelatih timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2018 lalu itu menilai negaranya sudah aman untuk mengelar TC.

Hal itu terbukti, K-League 1, kasta tertinggi Liga Korea Selatan sudah kembali menggelar kompetisi. Sedangkan, di Indonesia saat ini masih belum bisa menggelar TC timnas karena penyebaran virus corona yang hingga kini belum mereda.

Terkait perbedaan pandangan tersebut, Gatot Sulistiantoro Dewa Broto selaku sekretaris Kemenpora, mengatakan, pihaknya memang mengusulkan agar TC digelar di Indonesia, tetapi bukan berarti menutup kemungkinan jika harus dilakukan di luar negeri.

“Waktu itu jawaban Kemenpora, jika bisa lebih baik di Indonesia, tetapi tidak menutup peluang diboyong ke Korea Selatan,” tutur Gatot dilansir dari laman Antara News, Kamis (18/6/2020).

Gatot pun meluruskan terkait Kemenpora tidak memberi izin kepada Shin Tae-yong untuk mengelar TC di Negeri Gingseng tersebut.

“Perlu diluruskan, bahwa Kemenpora tidak pernah melarang keinginan Shi Tae-yong.” ujarnya. Sekretaris Kemenpora itu juga mengatakan, PSSI harus bisa memberikan alasan kuat mengapa harus mengelar TC di Korea Selatan.

“PSSI belum memberikan justifikasi alasan mengapa harus ke Korea Selatan, maka dari pada menunggu lama, Kemenpora memutuskan silahkan jika Shin Tae-yong ingin mengelar TC ke Korea Selatan.”tuturnya. “Hanya saja Kemenpora tinggal menunggu justifikasinya, dan jika kesulitan menyusun justifikasi jika sewaktu-waktu diaudit, Kemenpora akan membantu formulasinya.” pungkasnya.(bs/kps)

Berikan Komentar:
Exit mobile version