• Redaksi
  • Hubungi Kami
Rabu, 11 Februari 2026
perjuanganonline.com
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
perjuanganonline.com
No Result
View All Result
Home Daerah

Tragedi Lion Air JT610: Ibunda Rudi Lumbantoruan Mimpi Dapat Kepingan Emas, Tapi…

Editor: Suganda
Rabu, 31 Oktober 2018
Kanal: Daerah, Nasional

Editor:Suganda

Rabu, 31 Oktober 2018
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram

Tapteng, perjuanganonline | Isak tangis masih jelas terlihat di kediaman orang tua Rudi Lumbantoruan (39) di Gang Saroha, Kelurahan Lubuk Tukko, Kecamatan Pandan, Tapanuli Tengah (Tapteng).

Rudi adalah salah satu korban jatuhnya pesawat Lion Air JT610 pada Senin (29/10) pagi.

Ditemui di kediamannya, kemarin, Polorina br Hutauruk, ibu dari Rudi Roni Lumbantoruan menuturkan bahwa sebelum keberangkatan anaknya pada Minggu (28/10) lalu, ia sempat bermimpi menemukan kepingan-kepingan emas. Namun, sebagian emas tersebut terjatuh ke dalam debu. Ia juga mengenang Rudi sempat mencium dan mengelus kepalanya sebelum berangkat.

“Di hari Minggu i do au marnipi, mulak gareja, siang do on (Di hari Minggu itu aku bermimpi). Marnipi au dapotan emas, mas on kurabu gelleng-gelleng madabu tu horbuk (Mimpi dapat emas berbentuk anting kecil-kecil dan jatuh ke debu), hu papungu ma, dapot do deba, deba do dang dapot madabu tu horbuk on (kukumpulkan, dapatlah sebagian, sebagian lagi tak dapat dan jatuh ke debu), ho ma amang mas hi da (kaulah anakku emasku itu), homa mas hi da hasian (kaulah emas itu anak kesayanganku),” ucap Polorina sambil menangis melihat foto anaknya saat wisuda.

Tidak hanya itu, dengan berurai air mata, Polorina juga mengisahkan sebelum Rudi berangkat hendak pulang ke tempatnya bekerja di Bangka Belitung, Rudi sempat meminta untuk pergi bersama ke kebun mereka dan berpesan kepada Ibunya (Polorina,red) untuk membawa makanan.

“Na di hari kamis i, diajak anak hon do hami tu kobun (Hari Kamis, diajak anakku ininya kami ke kebun), boan indahan godang da umak (bawa nasi ya mak). Belikkan ikan ninna (belikan ikan katanya), mangan disan hami (makan di sana kami), gogo hian mangan (kuat sekali makan), martamba do ibana (tambah makannya dia),” kata Polorina.

Namun, lanjut Polorina, sangat tidak dapat dibayangkannya, bahwa kebersamaan dengan anaknya itu saat ini hanya tinggal kenangan.

“Ima partinggalmu amang? Ido partinggal mu tondi hu? Gelleng nai boru mi ditadinghon ho, anak mi si Unggul i. Dang tarbereng au amang gambar mon, timbo nai ho ito (Begitukah kepergianmu Nak? Begitukan kepergianmu sayangku? Kecil masih anak perempuanmu kau tinggalkan. Anakmu si Unggul. Tak bisa kulihat fotomu ini, tinggi sekali kau nak),” jerit Polorina sembari terus memandangi foto Rudi yang ia pegang.

“Bapak Quinsah, na didia do ho ito, ro maho ito bah, maloja hian umak mon da, Saborngin on dang modom au amang. Boratni parukkilan on Tuhan, patuduhon ma anak hi Tuhan, angkat ma imana san aek i (Bapak Quinsah, yang dimananya kau nak. Datanglah nak, sudah capek sekali ibumu ini ya. Satu malam ini aku tidak tidur Nak. Berat sekali cobaan ini Tuhan. Tunjukkan anakku itu Tuhan. Angkatlah dia dari dalam air itu),” isak Polorina.

Dikisahnya lagi, sebelum keberangkatan anaknya itu hendak menuju tempatnya bekerja, Rudi menyempatkan menciumnya dan berpesan ke Ibunya agar tidak sakit.

“Terakhir on di umma anak hon dao au, nian asal ro on di umma on do au asal mulak, dihapus-hapus ulu hi, unang ho marsahit da uma inna (Terakhir ini diciumnya aku. Saat pulang selalunya aku dicium. Dielus-elus kepalaku. Jangan sakit kau ya Omak, katanya)” tutur Polorina.

Atas peristiwa yang menimpa anaknya itu, Polorina berharap kiranya agar anaknya (Rudi, red) secepatnya dapat ditemukan.

“Mudah-mudahan diberikan Tuhan jalan, ditemukanlah anakku itu, dibawa ke sini biar jumpa kami,” harap Polorina dengan nada yang terdengar telah letih menangisi anaknya itu.

Ia juga menuturkan, bahwa saat ini adik kandung dari Rudi, Eddi Lumbantoruan (36) serta Dewi br Manik yang merupakan istri Rudi telah berangkat ke Jakarta untuk menunggu proses evakuasi yang dilakukan petugas terhadap korban Pesawat Lion Air yang jatuh.

“Istri sama adiknya sudah berangkat ke Jakarta,” ucapnya.(P03/NT/BS)

Berikan Komentar:
Print Friendly, PDF & Email
Tags: Lion Air JT-610Rudi Lumbantoruan
Berita sebelumnya

RAPBN 2019 Disetujui Rp2.461 T, Pertumbuhan Ekonomi 5,3 Persen

Berita selanjutnya

KPK Tahan Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan

TERBARU

Pemko Medan Gelar Medan Career Expo 2026, 124 Perusahaan Tawarkan 5.515 Lowongan Kerja

Rabu, 11 Februari 2026

FGD Board of Peace, Anggota DPD RI KH. M Nuh MSP : Kompromis tapi Tidak Boleh Larut

Selasa, 10 Februari 2026

Dukung Pawai Obor Sambut Ramadhan, Zakiyuddin Harahap Menilai Kegiatan Positif Dorong Semangat Kebersamaan Anak Muda

Selasa, 10 Februari 2026
  • Hubungi Kami
  • Redaksi
  • Sitemap
  • Pedoman Cyber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd