Jakarta, POL | Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean mengaku tidak percaya dengan lembaga survei saat ini. Alasannya karena para lembaga survei tersebut tidak lain merupakan tim pemenangan dari pasangan calon (Paslon) 01 Joko Widodo – Maruf Amin.
“Jadi kami sama sekali tidak bisa memberikan kepercayaan kepada lembaga survei, di mana mereka telah turut menjadi bagian dari tim pemenangan 01,” kata Ferdinand saat dikonfirmasi Republika, Rabu (3/4).
Oleh karena itu, ketika melihat hasil survei terbaru dari LSI Denny JA maupun Indo Barometer, Ferdinand nampak tidak begitu tertarik. Karena, dirinya mengaku tidak percaya kepada hampir semua hasil rilis para lembaga survei.
“Jadi biarkan saja (hasil survei elektabilitas Jokowi tinggi), (karena) terkait survei-survei kami sama sekali tidak menaruh lagi kepercayaan kepada lembaga survei istana itu,” terangnya.
Dalam penilaiannya, bahwa tidak ada lagi nilai independensi yang seharusnya dimiliki oleh dan menjadi pondasinya para lembaga survei. Ferdinand bahkan mengaku kasihan kepada kubu 01 yang sejak awal selalu dijejali oleh hasil rilis lembaga survei yang selalu mengatakan elektabilitas petahana tersebut selalu lebih unggul.
“Independensinya menurut kami tidak ada. Justru kasihan 01 dijejeli survei-survei yang ya kita ragukan hasilnya,” kata dia.
Indo Barometer telah merilis hasil survei terbarunya, yang menyatakan bahwa elektabilitas Jokowi sebesar 50,8 persen, sedangkan Prabowo-Sandi di angka 32 persen. Metode survei yang digunakannya adalah multistage random sampling yakni dengan cara wawancara tatap muka menggunakan kuesioner kepada 1.200 responden.
Sedangkan, hasil survei dari LSI Denny JA, Elektabilitas Jokowi-Maruf sebesar 56,8-63,2 persen, sementara elektabilitas Prabowo-Sandi sebesar 36,9-43,2 persen. Metode yang digunakannya pun metode multistage random sampling di 34 provinsi.(Rep)







