NTT, POL | Jenazah Emanuel Beli Naikteas Bano, salah satu korban penembakan di kabupaten Nduga, Papua, Senin (10/12) siang dikebumikan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Cendana Loka Kefamenanu, NTT. Jenazah Emanuel sebelumnya didoakan secara Katolik atau misa requem, oleh pastor setempat dan dilanjutkan upacara pelepasan jenasah secara adat oleh keluarga, di rumah duka di Jalan Sonbay, Kecamatan Kefa Tengah, Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT.
Setelah itu, jenazah langsung diserahkan kepada pemerintah daerah setempat. Pemakaman dipimpin oleh Wakil Bupati sebagai inspektur upacara.
Wakil Bupati TTU Aloysius Kobes kepada wartawan mengatakan, pemerintah menyematkan gelar pahlawan pembangunan kepada Emanuel, karena dinilai ikut serta membangun infrastruktur di pelosok NKRI, melalui program presiden Joko Widodo yakni Nawacita atau membangun dari pinggiran.
“Kita pemerintah daerah dan masyarakat timor tengah utara juga menyampaikan terimakasih dan penghargaan setinggi tingginya kepada almarhum yang telah mendharma baktikan membangun nusa dan bangsa di daerah trans Papua,” katanya.
Menurutnya, apa yang sudah dilakukan oleh Emanuel patut diteladani oleh generasi sekarang, bahwa berbakti kepada negara tidak harus jadi pegawai namun, pekerja infrastruktur pun bisa karena bekerja untuk menghubungkan antar wilayah di negeri ini.
“Ini perlu diteladani dihargai dan tentu kedepan pemerintah juga di daerah kita perlu memperhatikan, kondisi ini kondisi nasional tapi di daerah ini juga mungkin penghargaan kepada pelaku pelaku pembangunan, terutama kita contoh tukang-tukang kita boleh ada uang tapi tanpa tukang, tanpa tenaga manusia tentunya pembangunan tidak bisa jalan. Kalo bisa kedepan para pelaku pembangunan yang memang berkorban, atau katakanlah mati di proyek-proyek, tu sebenarnya harus dihargai entah dihargai dengan cara apa, mungkin tidak pahlawan tapi ada penghargaan khusus dari pemerintah daerah,” ujar Aloysius.
Keluarga berterima kasih kepada Presiden, Panglima TNI dan Kapolri karena telah berusaha memulangkan jenasah Emanuel, sehingga dapat dikebumikan secara layak walaupun menghadapi berbagai rintangan, ketika mencari dan mengevakuasi para korban.
“Ini anak kami Emanuel Beli Naikteas Bano, pergi melakukan pekerjaan di Papua dalam rangka trans Papua, telah meninggal daripada serangan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Beliau pergi kesana dalam rangka pengabdian di bumi cendrawasih dan penghargaan yang diberikan negara melalui bapak Presiden Republik Indonesia, kami menyampaikan terima kasih. Bapak Presiden Republik Indonesia, bapak Joko Widodo telah memperhatikan anak kami, sehingga memberikan gelar pahlawan pembangunan di bidang infrastruktur,” ucap perwakilan keluarga, Stanis Tefa.
Emanuel menjadi satu dari sembilan belas korban pekerja proyek jembatan di gunung Kabo, Distrik Yall, Kabupaten Nduga, Papua. Jenasah Emanuel tiba di Kupang pada sabtu siang kemarin.(Mer/P03)







