• Redaksi
  • Hubungi Kami
Minggu, 8 Februari 2026
perjuanganonline.com
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
perjuanganonline.com
No Result
View All Result
Home Nasional

Mahfud Md: Angka Kemiskinan Naik Jadi 9,7% Karena Pandemi COVID

Editor: Editor
Sabtu, 24 Oktober 2020
Kanal: Nasional

Editor:Editor

Sabtu, 24 Oktober 2020
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram

Jakarta, POL | Menko Polhukam Mahfud Md mengungkapkan angka kemiskinan di Indonesia naik menjadi 9,7%. Meningkatnya angka kemiskinan itu disebut Mahfud akibat dampak dari pandemi virus Corona (COVID-19).

“Sekarang karena ada pandemi itu angka orang miskin naik jadi 9,7%,” kata Mahfud saat menjadi pembicara di perayaan ulang tahun IDI, yang disiarkan secara virtual, Sabtu (24/10/2020).

walnya Mahfud menyampaikan catatan angka kemiskinan mulai dari Indonesia belum merdeka hingga saat ini. Mahfud mengatakan, pada saat belum merdeka, angka kemiskinan di Indonesia mencapai 99%.

“Saya punya catatan begini, kalau pada zaman Indonesia belum merdeka atau tidak merdeka, di tahun ’45 tingkat kemiskinan kita itu angka kemiskinan kita itu tidak tercatat dengan resmi tapi dapat diyakini lebih dari 99% rakyat Indonesia itu berada di angka kemiskinan,” ujarnya.

Mahfud menuturkan, saat itu hampir seluruh masyarakat tercatat sebagai orang miskin. Hanya beberapa orang saja yang mampu untuk bersekolah dan pergi naik haji.

“Karena pada waktu itu, tidak ada orang Indonesia yang tercatat tidak miskin kecuali beberapa orang yang bila dibandingkan dengan jumlah penduduk yang waktu itu sekitar 70 juta hanya beberapa orang saja yang mampu bersekolah, mampu mungkin yang sangat memaksakan diri pergi naik haji menjadi saudagar,” tuturnya.

Mahfud kemudian menyampaikan, saat era Orde Lama runtuh setelah 1965, angka kemiskinan di Indonesia mulai menurun. Saat itu dikatakan Mahfud, angka kemiskinan tercatat menjadi 54%.

“Berarti pada waktu itu dalam waktu 20 tahun merdeka, 46% itu sudah berhasil diangkat menjadi tidak miskin,” ucapnya.

Mahfud mengatakan, sesudah era Orde Baru, angka kemiskinan di Indonesia tercatat 18%. Mahfud menyebut angka kemiskinan setiap tahunnya mengalami penurunan termasuk saat periode kedua presiden Jokowi memimpin, tercatat turun menjadi 9,1%.

“Kemudian ketika Pak Harto jatuh pada tahun 1998 angka kemiskinan itu tinggal 18%. Bagus kan ada kemajuan. Pada tahun 2014 ketika Pak SBY digantikan itu angka kemiskinan tinggal 11,9%. Pada saat Pak Jokowi menjadi Presiden yang kedua sesudah satu periode lewat, itu angka kemiskinan itu tinggal 9,1%. Turun terus kan orang miskin itu turun terus artinya kemerdekaan itu ada gunanya,” imbuhnya. (POL/DC)

 

 

 

Berikan Komentar:
Print Friendly, PDF & Email
Tags: angka kemiskinanMahfud MDNaikPandemi COVID
Berita sebelumnya

Pemkab Labuhanbatu Gelar Rembuk Stunting dengan Kecamatan

Berita selanjutnya

Kapolsek Medan Area dan Anggota Gowes Sepeda 

TERBARU

Ketua DPRD Medan Ucapkan Selamat HPN 2026, Pers Sehat Fondasi Bangsa Kuat

Sabtu, 7 Februari 2026

Anggota DPD RI Muhammad Nuh Bersilaturahmi ke Pesantren Al Manar Jambi

Sabtu, 7 Februari 2026

Mendagri Apresiasi Sinergi Pemda Sumut, Pemulihan Pascabencana Kian Efektif

Jumat, 6 Februari 2026
  • Hubungi Kami
  • Redaksi
  • Sitemap
  • Pedoman Cyber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd