• Redaksi
  • Hubungi Kami
Rabu, 4 Februari 2026
perjuanganonline.com
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
perjuanganonline.com
No Result
View All Result
Home Nasional

Korban Longsor Sumedang Bertambah, Total 13 Orang Meninggal

Editor: Editor
Minggu, 10 Januari 2021
Kanal: Nasional

Editor:Editor

Minggu, 10 Januari 2021
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram

Jakarta, POL | Tim SAR gabungan kembali menemukan korban longsor di Dusun Bojong Kondang, Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang. Dua korban yang ditemukan tersebut dalam keadaan meninggal dunia.

“Tim SAR gabungan temukan dua korban longsor lainnya dalam keadaan meninggal dunia,” kata Kepala Basarnas Bandung Deden Ridwansyah dalam keterangan tertulis, Minggu (10/1).

Pertama Tim SAR gabungan menemukan korban meninggal dunia laki-laki sekitar pukul 09.30 WIB. Lalu korban kedua yang juga laki-laki ditemukan sekitar pukul 12.55 WIB.

Dengan demikian, lanjut Deden, sudah ada 13 korban meninggal dunia akibat longsor hingga pukul 13.00 WIB.

Hingga saat ini tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap korban longsor di Sumedang, Jawa Barat.

Sebelumnya, Juru Bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Raditya Jati mengatakan dalam catatan saat ini ada 11 orang korban tewas dan 18 luka-luka akibat longsor tersebut.

“Dari jumlah meninggal, Danramil Kecamatan Cimanggung Kapt Inf Setio Pribadi dan Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sumedang turut menjadi korban,” kata Raditya, Minggu (10/1).

Raditya menyatakan Kabupaten Sumedang termasuk wilayah dengan potensi bahaya tanah longsor dengan kategori sedang hingga tinggi. Berdasarkan analisis InaRISK, sebanyak 26 kecamatan teridentifikasi berpotensi bahaya dengan kategori tersebut, sedangkan luas bahaya sekitar 60.872 hektar.

BNPB berharap masyarakat dapat tetap waspada dan siaga dalam mengantisipasi dampak bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor maupun angin kencang. (POL/cnn)

Berikan Komentar:
Print Friendly, PDF & Email
Tags: KorbanLongsor SumedangMeninggalTotal 13
Berita sebelumnya

Disdukcapil Asahan Musnahkan 279 Keping KTP-EL dan 141 Keping KIA

Berita selanjutnya

Pomparan Raja Sitonggor Sumbangkan APD ke RSUD Porsea

TERBARU

Wakil Ketua DPRDSU Sutarto Minta Pemprov Antisipasi Lonjakan Harga Sembako Jelang Ramadan

Rabu, 4 Februari 2026

Ops Keselamatan Toba 2026, Satlantas Polres Simalungun Edukasi Pelajar dan Masyarakat Tertib Berlalu Lintas

Rabu, 4 Februari 2026

Tim I Jatanras Polres Simalungun Ringkus Pencuri Sepeda Motor

Rabu, 4 Februari 2026
  • Hubungi Kami
  • Redaksi
  • Sitemap
  • Pedoman Cyber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd