• Redaksi
  • Hubungi Kami
Senin, 13 Juli 2026
perjuanganonline.com
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
perjuanganonline.com
No Result
View All Result
Home Kota

Wali Kota Medan: Toleransi Adalah Modal Sosial dan Motor Penggerak Pembangunan

Editor: Editor
Sabtu, 11 Juli 2026
Kanal: Kota

Editor:Editor

Sabtu, 11 Juli 2026
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram

Medan, POL | Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, menekankan pentingnya menjaga toleransi dan merawat keberagaman yang menjadi modal sosial dan motor penggerak pembangunan Kota Medan.

Hal ini disampaikannya saat membuka acara Sosialisasi Pengukuran E-Survey Indeks Harmoni Indonesia (IHAI) Kota Medan yang berlangsung di Gedung PKK Kota Medan, Jumat (10/7/2026).

​Dalam arahannya, Rico Waas mengatakan Indonesia bukanlah satu ragam, bukan pula satu suku dan agama. Dari ujung timur hingga barat, selatan ke utara semuanya berbeda-beda. Bahkan Kota Medan sendiri bisa dibilang miniaturnya Indonesia, karena memiliki banyak keberagaman suku, budaya dan agama. Rico Waas mengibaratkan keberagaman di kota Medan layaknya sebuah taman bunga yang indah.

​”Bayangkan kalau sebuah taman hanya punya satu bunga yang sama dari ujung ke ujung. Awalnya mungkin indah, tapi lama-lama kita bosan. Tapi bayangkan jika sebuah taman yang di dalamnya ada warna hijau, biru, kuning, ada rumput, ada bunga dengan tekstur berbeda. Itulah sebuah taman yang indah dan enak dipandang karena ada harmoni,” kata Rico Waas.

​Lebih lanjut, Rico Waas juga menjelaskan bahwa sikap toleransi dan saling menghargai telah diajarkan dari sejak di bangku Sekolah Dasar. Maka dari itu, diperlukan komitmen yang kuat untuk terus menjaga sikap toleransi ditengah keberagaman.

Rico Waas tidak ingin kedamaian yang telah terbangun sejak dahulu, hanya sampai di generasi saat ini saja, melainkan harus terus ditanamkan hingga ke generasi muda. Untuk itu, Rico Waas meminta para Camat dan seluruh elemen masyarakat yang hadir untuk menjadi agen harmoni dan mensosialisasikan e-survey ini secara masif di wilayah kerja masing-masing.

​”Kita hari ini mungkin sepakat di dalam ruangan ini, tetapi kita harus cek bagaimana dengan Gen Z dan Gen Alpha kita? Apakah mereka berpikir hal yang sama? Kita harus melakukan transfer knowledge kepada anak-anak kita agar perbedaan ini tidak menjadi pembatas, melainkan menjadi kekuatan yang memajukan ekonomi dan pembangunan kota kedepannya,” tegasnya.

​Sesuai dengan semboyan dalam Mars Kota Medan, Rico Waas menegaskan prinsip “Medan Untuk Semua dan Semua Untuk Medan” Artinya, kota dengan sejarah panjang ini adalah milik semua suku, agama, dan ras yang wajib berkontribusi penuh dalam menjaga kerukunan.

“Mari terus kita jaga harmonisasi ini. Perbedaan yang ada bukan menjadi problem, tapi justru harus dijadikan kekuatan untuk kita membangun bersama kota Medan,” ajaknya.

​Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kaban Kesbangpol) Kota Medan, Andi Mario Siregar, dalam laporannya menyampaikan bahwa survey ini dilaksanakan di 19 provinsi yang ada di Indonesia, dimana Provinsi Sumatera Utara terpilih dalam pengukuran indeks ini.

“Antusiasme warga Medan pun terbukti sangat tinggi. Kami lihat sampai tadi pagi jam 08.00 WIB, jumlah penduduk Kota Medan yang sudah mengisi e-survey ini telah melampaui target, yaitu sebanyak 2.020 orang. Harapan kita ke depan adalah sebaran data yang merata di seluruh wilayah,” ungkap Andi Mario.

Tujuan dari pengisian e-survey ini sendiri, bilang Andi Mario, ialah untuk memperoleh gambaran tingkat harmoni masyarakat sebagai dasar evaluasi perencanaan dan penyusunan kebijakan pembangunan daerah berbasis data, yang mencakup dimensi ekonomi, sosial, budaya, dan keberagaman. Selain itu guna memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga harmoni sosial sehingga menciptakan suasana yang kondusif, aman, dan damai.

“Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 10, 13 dan 14 Juli 2026, dengan jumlah peserta sebanyak 500 orang,” pungkasnya.

Turut hadir dalam pembukaan sosialisasi tersebut, unsur Forkopimda kota Medan, Pimpinan Perangkat Daerah, serta para Camat. :(isvan)

Berikan Komentar:
Print Friendly, PDF & Email
Tags: Modal SosialMotor Penggerak PembangunanToleransiwali kota
Berita sebelumnya

Rico Waas Dukung Peringatan Hari Anak di CFD, Ingatkan Pentingnya Ruang Bermain yang Aman

Berita selanjutnya

Rico Waas Ingin Delegasi Hyejeon University Promosikan UMKM Medan ke Dunia Internasional

TERBARU

Rico Waas Ingin Delegasi Hyejeon University Promosikan UMKM Medan ke Dunia Internasional

Minggu, 12 Juli 2026

Wali Kota Medan: Toleransi Adalah Modal Sosial dan Motor Penggerak Pembangunan

Sabtu, 11 Juli 2026

Rico Waas Dukung Peringatan Hari Anak di CFD, Ingatkan Pentingnya Ruang Bermain yang Aman

Sabtu, 11 Juli 2026
perjuanganonline.com

  • Hubungi Kami
  • Redaksi
  • Sitemap
  • Pedoman Cyber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd