Medan, POL | Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara melakukan Asesmen Psikologis Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK) kepada siswa SDN 04 Padang Genting, Kecamatan Talawi, Kabupaten Batu Bara, Sabtu (16/9/2023) pekan lalu.
Menurut Tim Pengabdian Masyarakat Psikologi USU, Dr. Desvi Yanti Mukhtar, M. Si., Psikolog dan Eka Ervika, M. Si., Psikolog, UPT SD Negeri 04 Padang Genting ini dipilih menjadi lokasi pengabdian karena sekolah ini baru saja ditetapkan Pemkab Batu Bara untuk menjadi pilot project sekolah inklusi di kabupaten tersebut.
Kata mereka, Dinas Pendidikan Kabupaten Batu Bara menyambut baik kegiatan pengabdian masyarakat ini, karena sangat membantu dalam menyelenggarakan pendidikan yang layak bagi peserta didik penyandang disabilitas.
Sesuai UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 13 tahun 2020 tentang Akomodasi yang Layak untuk Peserta Didik Penyandang Disabilitas, Pemerintah Daerah Kabupaten Batubara berkomitmen untuk memiliki sekolah inklusi.
“Kehadiran Tim Pengabdian Masyarakat dari Fakultas Psikologi USU ini diharapkan dapat membantu percepatan terwujudnya beberapa sekolah inklusi di Kabupaten Batu Bara,” sebut keduanya.
Dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini, Eka dan Desvi juga melibatkan 12 mahasiswa Magister Psikologi Profesi Fakultas Psikologi USU yang membantu melakukan pemeriksaan psikologis terhadap siswa.
Ada 22 siswa yang menjalani pemeriksaan psikologis, mulai dari siswa kelas 1 sampai dengan kelas 6. Ke-22 siswa ini dipilih berdasarkan hasil identifikasi yang telah dilakukan oleh guru sebelumnya.
Melalui hasil asesmen ini, diharapkan akan diketahui jenis kekhususan yang dialami siswa misalnya apakah siswa tersebut mengalami gangguan spektrum autis, hambatan intelektual, kesulitan belajar, atau gangguan tumbuh kembang lainnya.
Dari hasil asesmen ini juga diharapkan dapat diketahui bagaimana karakteristik psikologis para siswa tersebut, baik dalam aspek kognitif, emosi-sosial, bahasa, fisik dan sensori-motorik, maupun perilakunya, sehingga guru dapat merancang proses pembelajaran yang lebih sesuai dengan kondisi mereka.
Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini merupakan lanjutan dari pengabdian sebelumnya di bulan Mei 2023, yaitu pelatihan untuk guru yang dibuka oleh Bunda PAUD Kabupaten Batu Bara, Bunda Maya, istri Bupati Batu Bara.
Selanjutnya, beberapa hari ke depan akan diagendakan kegiatan sosialisasi hasil asesmen psikologis ini kepada para orangtua dan guru agar mereka memahami kondisi anak/siswanya.
Kemudian dilanjutkan dengan pendampingan bagi para guru dalam merancang proses pembelajaran individual bagi peserta didik yang memang sudah terdeteksi mengalami gangguan tumbuh kembang.
Kepala Sekolah UPT. SD Negeri 04, Hj. Rita Tri Wahyuni, S. Pd. SD berharap kehadiran Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Psikologi dapat membantu guru-guru di sekolah tersebut lebih siap melaksanakan pendidikan inklusif.
“Dan lebih memahami karakteristik peserta didik berkebutuhan khusus sehingga UPT. SD Negeri 04 dapat menjadi role model bagi sekolah-sekolah lainnya yang ada di Kabupaten Batu Bara,” katanya. (POL/LUKMAN)







