• Redaksi
  • Hubungi Kami
Kamis, 12 Maret 2026
perjuanganonline.com
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto
No Result
View All Result
perjuanganonline.com
No Result
View All Result
Home Kota

Tentang Wisata Halal di Danau Toba, Parlindungan Purba Pastikan Tidak Menghilangkan Kearifan Lokal

Editor: Editor
Senin, 2 September 2019
Kanal: Kota

Editor:Editor

Senin, 2 September 2019
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram

Medan, POL | Masyarakat di kawasan Danau Toba tidak perlu resah dan khawatir, tentang adanya konsep wisata halal di Danau Toba. Karena konsep wisata halal tidak akan menghilangkan kearifan lokal yang sudah ada sejak dulu di kawasan Danau Toba.

Hal itu disampaikan Anggota DPD RI asal Sumatera Utara (Sumut) Parlindungan Purba menanggapi polemik tentang konsep wisata halal yang berkembang di masyarakat. “Tidak akan menghilangkan kearifan lolak. Dipastikan bahwa semua kearifan lokal akan menjadi keunikan dan menjadi daya tarik tersendiri,” ujar Parlindungan Purba, Senin (2/9/2019).

Dijelaskan Parlindungan, bahwa konsep wisata halal adalah dalam rangka memberikan kenyamanan bagi para turis yang datang ke Danau Toba, baik dari dalam dan luar negeri. Antara lain dengan menyiapkan fasilitas-fasilitas untuk wisatawan muslim dan agama lainnya, misalnya makanan vegetarian dan lain-lain.

“Jadi intinya adalah kenyamanan. Kita harus buat wisatawan nyaman berkunjung ke Danau Toba, agar semakin banyak wisatawan yang datang dan berlama-lama di Danau Toba. Karena itu fasilitas yang dibutuhkan para turis harus tersedia,” jelasnya.

Jika banyak turis yang datang, kata Parlindungan, maka akan semakin banyak pula uang yang berputar dan menggerakkan roda perekonomian di kawasan Danau Toba. Usaha penginapan dan rumah makan akan tumbuh, karena banyak turis yang menginap dan makan. Begitu juga dengan berbagai usaha jasa lainnya yang dikelola masyarakat, akan semakin berkembang.

Karena itu, menurut Parlindungan, berbagai upaya untuk memajukan pariwisata Danau Toba harus didukung oleh semua pihak, termasuk masyarakat. Hal ini selaras dengan program pemerintah pusat yang telah menetapkan Danau Toba menjadi destinasi wisata prioritas dan super prioritas.

“Tanpa dukungan masyarakat, upaya dan program pemerintah untuk menjadikan Danau Toba menjadi destinasi wisata kelas dunia akan sulit terwujud,” ujarnya.

Sebelumnya, dalam konferensi pers dengan wartawan, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut Ria Novida Telaumbanua meluruskan, bawah Gubernur Sumut Edy Rahmayadi belum pernah menyampaikan tentang konsep wisata halal.

Konsep wisata halal, kata Ria, sudah ada sejak lama. Wisata halal yang dimaksud adalah menyediakan fasilitas pendukung yang diperlukan para wisatawan, termasuk wisatawan muslim. Wisata halal bukanlah menghilangkan budaya yang sudah ada di daerah tempat wisata. Hal tersebut perlu dilakukan lantaran banyaknya wisatawan mancanegara yang datang ke Danau Toba.

Apalagi saat ini, wisatawan mancanegara yang paling banyak datang adalah yang berasal dari Malaysia dan sekitarnya. Penduduk negara tetangga itu mayoritas muslim. Untuk itu segala keperluan wisatawan tersebut harus disiapkan. “Menyiapkan fasilitias adalah salah satu konsep penting dalam pariwisata,” katanya.

Dijelaskan juga, ada 3 elemen penting dalam pariwisata yang dinamakan konsep 3A, yaitu  atraksi, aksebilitas, dan amenitas. Untuk elemen pertama yakni atraksi, katanya, Danau Toba sudah memenuhi syarat. Danau Toba memiliki pemandangan, budaya, dan alam yang luar biasa.

Sementara dari Amenitas, menurut Ria, Danau Toba masih perlu dibenahi. Amenitas adalah penyediaan fasilitas pendukung yang diinginkan oleh wisatawan berupa tempat ibadah, rumah makan, tempat peristirahatan dan lain sebagainya.

Untuk itu, semua keperluan pendukung untuk berbagai masyarakat yang datang harus ada. Apalagi Danau Toba sudah dijadikan destinasi utama oleh pemerintah pusat. “Jangan sampai orang yang rencananya datang 3 hari jadi 1 hari,” ujar Ria.

Konsep ke 3 adalah aksesbilitas. Konsep ini berarti Danau Toba harus mudah dicapai. Sarana dan prasarana menuju Danau Toba haruslah memudahkan wisatawan yang akan datang ke sana. Saat ini pemeritah sedang membangun jalan tol Tebing Tinggi – Parapat. Tidak hanya itu, bandara Silangit pun sekarang sedang diperpanjang landasannya guna menampung pesawat yang lebih besar. “ Jadi, tiga konsep tersebut sangat penting untuk mendatangkan wisatawan ke Danau Toba,” ujar Ria. (POL/W)

 

 

Berikan Komentar:
Print Friendly, PDF & Email
Tags: Kearifan Lokal
Berita sebelumnya

Wali Kota Harap UMKM Kota Medan Lebih Kreatif dan Inovatif

Berita selanjutnya

PPK Harus Pahami Standar Penyusunan Keuangan

TERBARU

Ratusan Pencari Kerja Padati Rabu Walk In Interview

Kamis, 12 Maret 2026

Polsek Bangun Sigap! Sepeda Motor Bengkel Digadaikan Tetangga, Pelaku Dibekuk di Depan Rumah Sendiri

Kamis, 12 Maret 2026

Kegiatan Finishing RTLH TMMD Ke-127: Wujud Nyata Kepedulian TNI Terhadap Kesejahteraan Masyarakat

Rabu, 11 Maret 2026
perjuanganonline.com

  • Hubungi Kami
  • Redaksi
  • Sitemap
  • Pedoman Cyber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Kota
  • Hukum&Kriminal
  • Daerah
  • Internasional
  • Kasak-kusuk
  • Olahraga
  • Otomatif
  • Ragam
    • Advertorial
  • Video
  • Foto

© Copyright 2020 PERJUANGANONLINE.COM - Mengedepankan Amanah Rakyat All Right Reserverd