Medan, POL | Delapan calon Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) periode 2026–2031 memaparkan program kerja terbaiknya dalam audisi calon rektor yang digelar di Auditorium USU, Padang Bulan, Medan, Rabu (24/9/2025).
Di hadapan panelis, yakni Prof Dr Erman Munir MSc, Prof Dr Ir Fahmi ST MSc IPM dan Dr Harmona Daulay SSos MSi mereka sampaikan visi misi.
Dalam audisi, para calon memaparkan program kerja selama 15 menit masing-masing, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab bersama panelis dan peserta.
Calon rektor Drs Firman Syarif MSi Ak CA mengusung visi University for Financial Honesty and Transparency dan kepedulian pada persoalan sosial.
Prof Muryanto Amin SSos MSi menawarkan konsep The Era of Ultimate Excellence dengan 5 fokus kebijakan, antara lain tata kelola adaptif, digitalisasi kampus, penguatan tridarma, dan internasionalisasi.
Prof Dr Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan SSi MSi Apt memaparkan gagasan USU Menuju Entrepreneur University.
Dr dr Johny Marpaung MKed (OG) SpOG Subsp-KFM membawa konsep GEMILANG. Ia berjanji akan membawa USU menjadi kampus gemilang jika nantinya terpilih.
Prof Syahril Efendi SSi MIT, Prof Dr Isfenti Sadalia SE ME, Prof Dr Eng Himsar Ambarita ST MT dan Prof Dr Hasim Purba SH MHum juga menyampaikan program unggulan masing-masing yang intinya menjadikan kampus ini lebih diperhitungkan di tingkat global
Sebelumnya, Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) USU, Jenderal Pol Purn Drs Agus Andrianto SH MH menegaskan bahwa jabatan rektor adalah amanah besar yang memerlukan dukungan semua pihak.
“Audisi ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk melihat visi dan program kerja para calon. Saya yakin seluruh kandidat memiliki komitmen mendukung rencana strategis USU untuk menjadi kampus berskala global,” ujarnya.
Ketua Panitia Penjaringan dan Penyaringan Calon Rektor Prof Dr Tamrin MSc melaporkan bahwa dari sembilan calon yang mengembalikan formulir, delapan dinyatakan lolos seleksi administrasi dan berhak mengikuti audisi.
Setelah tahapan audisi, pada 25 September 2025 akan dilakukan pemilihan oleh Senat Akademik untuk menentukan tiga besar, sebelum akhirnya dipilih 1 nama oleh 21 anggota MWA di Kemenristekdikti. (gudmen)







