Medan, POL | Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPRD Kota Medan memberikan sejumlah perhatian terhadap beberapa hal terkait Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Medan Tahun Anggaran 2023 diantaranya Terkait SiLPA.
Selain itu, fraksi ini juga menyoroti realisasi retribusi parkir tepi jalan, pembangunan kolam retensi, belanja bansos, penurunan pendapatan BLUD, penurunan terhadap Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah, rendahnya realisasi anggaran tahun 2023 pada Belanja Jalan, Irigasi dan Jaringan, peningkatan PAD melalui PUD Pembangunan Kota Medan, dan realisasi pokir.
Hal tersebut disampaikan Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPRD Medan, Syaiful Ramadhan saat menyampaikan Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Kota Medan terhadap Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Medan Tahun Anggaran 2023, dalam rapat paripurna di gedung DPRD Medan, Selasa (4/06/2024)
“Pertama, Fraksi PKS mengapresiasi Pemerintah Kota Medan terkait dana SiLPA yang sangat jauh berkurang dibanding tahun-tahun sebelumnya, ” kata Syaiful.
Disampaikannya, Menurut laporan keuangan Anggaran Tahun 2023, Dana SiLPA APBD Kota Medan sebesar Rp68,680 Miliar. Fraksi PKS mempertanyakan kepada Pemerintah Kota Medan, Apa yang menjadi langkah dan Konsentrasi Pemerintah Kota Medan dalam menurunkan Dana SiLPA dari tahun-tahun sebelumnya. “Mohon Penjelasannya, ” tanya Syaiful.
Kemudian yang Kedua, FPKS menyoroti pada laporan keuangan Pendapatan Retribusi Daerah Tahun Anggaran 2023 sebesar 155,490 Miliar (47,13%).
Yang Ketiga, mempertanyakan terkait pengerjaan kolam retensi USU yang sampai saat ini belum selesai, padahal ditargetkan selesai di tahun anggaran 2023 ini. “Kami mempertanyakan bagaimana realisasi dan kendala terhadap hal tersebut. Mohon Penjelasannya, ” tanyanya.
Kemudian yang Keempat, Fraksi PKS mempertanyakan terkait Belanja Bantuan Sosial yang terealisasi 72,337 Miliar (85,92%), pihaknya melihat di lapangan masih banyak yang belum menerima bantuan tersebut. “Mengapa realisasi belanja bantuan sosial ini belum optimal, apa yang menjadi kendala ? Mohon Penjelasannya, ” ungkapnya. (isvan)







